Terpuruk Dalam Cinta

Terpuruk Dalam Cinta
Merindukan Ani


__ADS_3

POV Diaz.


"Mau kemana kamu pagi-pagi sudah rapi," ucap Diaz.


"Aku mau pergi ke kantor Mas," jawab Lia.


"Dirumah saja layani Aku, Aku sudah serakan urusan kantor dengan Rendy. Jika butuh tanda tanganku Dia pasti kemari. Cepat siapkan air panas untukku mandi."


Lia terlihat menghela nafas panjang. Dia sebenarnya malas untuk melayani suaminya.


Kenapa kamu kemari sih Mas, lebih baik kamu dirumah Ani. Aku sudah terbiasa menikmati uangmu tanpa mengurusmu, gumam Lia.


Diaz meminta Lia membantunya untuk mandi. Dia memang sengaja mengetes seberapa peduli istri pertama terhadapnya.


Diaz meminta Lia untuk memandikannya. Lia sempat menolaknya, namun tatapan Diaz membuat Lia mengurungkan niatnya. Meskipun terlihat begitu kesal Lia akhirnya memandikan suaminya.


Perlahan Lia melepaskan baju Diaz dan mulai menyiramnya dengan air. Lia terlihat memberikan sabun kepada tubuh suaminya.


"Ayo Mas, gosok sendirilah. tanganmu kan tidak sakit," ucap Lia.


"Tidak kamu saja, sekalian kamu bersihkan milikku itu," jawab Diaz.


"Astaga kenapa sudah besar. Nggak mau Mas, bersihkan sendiri saja. Ayo cepat Mas, Aku habis ini mau keluar bersama teman-teman saja."


Kenapa dengan Ani aku sangat malu jika dia melihat milikku langsung, tapi dengan Lia tidak. Ani lebih sabar daripada Lia, gumam Diaz.


Setelah mandi Diaz meminta Lia untuk menyiapkan makanan namun Lia sudah bersiap untuk pergi dan memesankan makanan melalui food dilevery.


"Aku pergi dulu yah Mas, sebentar lagi makanan datang.dan sudah Aku bayar kok," ucap Lia.


"Tunggu, Kenapa kamu meninggalkan Aku disaat seperti ini Lia?."


"Kenapa baru mempersalahkan itu sekarang Mas. Bukankah semenjak dua tahun pernikahan kita, hanya beberapa kali seminggu saja kamu pulang, itupun jika kamu hanya menginginkan tubuhku dan minum saja. Aku pergi juga kamu tidak perduli, Aku memasak kamu juga tak mau makan. Selalu saja kamu makan diluar. Ingat ya, Aku sudah mengijinkan kamu menikah lagi jadi jangan melarang Aku jika keluar dengan teman-temanki."


Diaz terdiam karena tak mampu menjawab perkataan istri pertamanya. Lia mencium tangan dan kening suaminya lalu beranjak pergi.


Astaga seburuk itukah Aku dimata istriku. Lalu bagaimana Aku dimata Ani yang hanya ku nikmati tubuhnya saja. Aku menikahi Lia karena dia hamil duluan, sementara menikah dengan Ani hanya karena obsesi dan rasa sakit hatiku saja untuk bisa mendapatkan orang yang dulu menolakku. Diantara keduanya tak ada yang mencintai Aku.


Uangku bisa membeli senyuman Lia dan denga uangku, Aku bisa mendapat Ani dengan mudah. Tapi Aku tak mendapat cinta dari keduanya. Diaz terus bermonolog dengan dirinya.

__ADS_1


Tok..... tok.... tok.....


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Diaz. Dilevery makanan sudah datang, Dia berjalan menghampirinya dengan tongkat setianya.


Karena bosan sendirian dirumah, Diaz akhirnya mengajak kurir untuk makan bersama. Mereka saling mengobrol bersama. Diaz menatap ojol dan sedikit merenungi hidupnya.


Sementara itu Ani yang sedang berada dirumah ibunya masih sibuk menerima tamu yang masih banyak berdatangan. Agus mantan kekasihnya setiap hari datang untuk ikut mendoakan orang tua Ani.


Ani tak pernah mengobrol dengan Agus meskipun setiap hari Dia bertemu. Agus sudah berkali-kali mencoba bisacara namun Ani hanya mampu tersenyum.


Agus menyadari jika waktunya tidak tepat. Ani masih berduka karena kehilangan Ayahnya.


...****************...


Tujuh hari semenjak kepergian Ayahnya, Ani masih berada di rumah orang tuanya. Namun malam ini Diaz menyuruh Ani untuk kembali kerumahnya.


Diaz sudah meminta Randy untuk mengantarnya pulang ke rumahnya bersama Ani karena Diaz bosan dirumah Lia namun selalu ditinggal pergi.


Diaz sudah sampai dirumahnya terlebih dulu sementara Ani masih sibuk berkemas. Sebenarnya Dia enggan sekali pulang kerumah suaminya namun setelah mendapatkan wejangan dari ibunya, akhirnya Ani setuju untuk kembali kerumah suaminya.


Malam hari saat hendak pulang, Agus datang lagi ke rumah Ani. Dia menawarkan diri untuk mengantarkan Dia kembali kerumah Diaz. Ani akhirnya menyetujuinya, mereka kini berada dalam satu mobil bersama namun Ani masih saja Diam.


"Apa Mas? Kok bisa?. Darimana kamu mendapatkan uang dan kenapa bisa kamu dengan mudah membelinya," tanya Ani.


"Aku akan menceritakan jika kamu mau kembali kepadaku."


"Maaf Mas, Aku tidak mau menyakiti hati calon istrimu. Cukup Aku saja yang menderita."


Agus menghentikan mobilnya karena hujan turun semakin lebat. Diaz mengajak untuk makan dulu disebuah kafe namun Ani menolaknya.


Agus mulai memegang tangan Ani dan menatapnya dengan tajam. Agus masih berusaha untuk mendapatkan cinta Ani kembali.


"Ani kamu masih mencintaiku, matamu tidak bisa berbohong," ucap Agus.


"Tidak Mas, Aku tidak mencintai kamu lagi," jawab Ani dengan mata yang berkaca-kaca.


Suhu udara semakin dingin, Agus tak bisa menahan lagi cintanya hingga Dia mencium bibir sexy Ani. Sesaat Ani menikmatinya namun saat sadar Ani langsung menampar Agus dengan keras.


Ani mencoba membuka pintu mobil namun tak bisa karena Agus menguncinya.

__ADS_1


"Buka Mas..... buka.... biar Aku pulang sendiri," ucap Ani sambil menangis.


"Maafkan Aku Ani, Aku sungguh masih mencintai kamu. Kamu masih mencintaiku Ani.... katakanlah.... Aku akan melepaskan kamu dari suamimu yang kejam itu." jawab Agus.


Setelah perdebatan panjang, Ani akhirnya sedikit tenang. Agus mengantarkannya hingga didepan rumah suaminya.


Sesampainya didepan rumah, Ani segera turun dan masuk kedalam rumah tanpa berpamitan dengan Agus.


Ani segera membersihkan diri dan menghampiri suaminya yang sudah tertidur lelap disofa.


Ani membangunkannya dan membantunya untuk pindah ke kamar.


Diaz menatap Ani dengan heran, karena ini pertama kalinya Ani bersikap manis tanpa diminta.


Ani membaringkan suaminya di kasur dan mulai menyelimutinya. Ani mengambil bantal dan hendak membawanya untuk tidur disofa namun Diaz melarangnya.


Diaz menyuruh Ani tidur disampingnya, Ani hanya diam dan menganggukan kepalanya. Kini mereka saling menatap satu sama lain.


Malam ini Ani begitu pasrah dengan keadaan, Dia sudah tak peduli lagi dengan hatinya. Ani merenungkan perkataan ibunya. Meskipun cintanya masih kepada mantan pacarnya.


Diaz mencium kening istrinya dengan mesra. Ani tersenyum meskipun hatinya menangis.


Sementara itu Diaz sejenak berpikir, jika Ani sudah siap memiliki anak dengannya. Perlahan Diaz mulai menanyakan hal itu kepada Ani.


"Sayang...... bagaimana permintaanku waktu itu?," ucap Diaz.


"Yang mana Mas?," tanya Ani.


"Berikan keturunan untukku. Kali ini Aku tidak akan memaksamu, Aku akan menunggumu sampai kamu siap."


Astaga Aku harus menjawab apa, gumam Ani sambil tersenyum kecut.


"Kenapa kamu hanya tersenyum Ani?," ucap Diaz.


"Maukah kamu menungguku sampai Aku siap Mas?," jawab Ani.


"Baik, kali ini Aku akan menunggumu asal kamu tak menghianatiku lagi."


Diaz mencium kening suaminya sekali lagi dan mulai mengajaknya untuk tidur. Diaz memeluk Ani dengan mesra. Ini pertama kalinya Diaz merasa nyaman memeluk istrinya tanpa memaksa.

__ADS_1


__ADS_2