Terpuruk Dalam Cinta

Terpuruk Dalam Cinta
Kepergian Ani


__ADS_3

Ani menangis dan merebahkan dirinya dikasur. Dia sungguh sangat sakit hati dengan perkataan suaminya.


Mengapa Aku sakit ketika suamiku metalakku. Seharusnya Aku bahagia, mungkin dengan cara ini aku bisa lepas dari suamiku yang kejam itu. Ani terus bermonolog dengan dirinya.


Diaz memang sudah mengeluarkan talak satu kepada Ani karena dia menganggap Ani salah satu orang yang terlibat membantu Agus dalam merebut sebagian saham miliknya.


Ani mengemasi bajunya, Dia sungguh tidak tahu harus pergi kemana lagi, sedangkan hari sudah mulai malam. Ani membawa beberapa berkas pernikahannya agar jika dia berpisah, semua suratnya bisa diurus dengan mudah.


Wajahnya kini terlihat begitu lebam karena terlalu lama menangis. Ani membawa koper dan melihat keluar jendela. Jalanan diluaran sungguh sepi, Ani merasa sedikit takut hingga akhirnya Dia mengurungkan niatnya dan memutuskan untuk pergi dari rumah esok hari.


Ani kembali merebahkan tubuhnya dikasur. Dan mencoba meminum dua butir obat tidur yang pernah dia gunakan untuk suaminya. Ani berharap dia bisa tidur selamanya.


Sementara itu malam ini, Diaz merasa begitu kedinginan. Dia tidur hanya dengan beralaskan tikar. Kepalanya terasa begitu pusing karena memikirkan kejadian siang tadi. Diaz sungguh menyesal karena telah mentalak istrinya tadi siang.


Ah..... bodoh sekali, Mengapa Aku tak mencari bukti-bukti terlebih dulu, Aku harus bisa segera keluar dari sini, gumam Diaz.


Hingga larut malam Diaz terus berpikir, tiba-tiba dia teringat dengan handphonenya. Namun dia lupa jika Dia tidak membawa handphonenya. Dari handphone Diaz bisa melihat rekaman CCTV di rumahnya dan dikantor.


Ah.........sial......, teriak Diaz hingga membangunkan penghuni disampingnya.


Diaz mencoba Tidur, Dia berharap Rendy akan kesini besok.


Saat pagi, polisi membangunkan Diaz dan memberi kabar jika pengajuan penangguhan penahanan yang diajukannya diterima. Siang ini Diaz bisa segera pulang. Diaz menemui pengacara yang sudah menunggunya diruang tunggu.


"Pak, siang ini Pak Diaz sudah bisa pulang. Hanya saja Pak Diaz masih dalam tahanan kota karena Pak Agus belum sepenuhnya membebaskan Pak Diaz," ucap Pengacaranya.

__ADS_1


"Sudah biarkan yang penting aku bisa keluar dari sini. Tiga hari disini membuatku gila. Pak tolong suruh Rendy menjemput saya," jawab Diaz.


Diaz tak sabar untuk pulang ke rumahnya.


Sementara itu Ani terbangun jam sebelas pagi. Tubuhnya terasa lemah karena efek obat tidur. Dia mencoba untuk mengemasi barang-barangnya kembali.


Setelah semua beres Ani mencoba memesan taksi online. Ani sudah menunggu di gerbang namun, tiba-tiba Mobil merah milik Agus berhenti tepat di depannya.


"Mau kemana kamu Ani? biar Aku antarkan", ucap Agus.


"Bukan urusan kamu Mas, Aku bisa pergi sendiri," jawab Ani.


"Ibumu akan kepikiran jika kamu lulang kerumah. Mari aku antarkan, akan Aku carikan kamu kontrakan."


Ani terdiam sesaat, perkataan Agus kali ini benar. Ani tak mungkin pulang ke rumah ibunya. Ani akhirnya menyetujuinya. Agus mulai membawakan barang bawaan Ani yang begitu banyak.


"Ani........,"


"Sudahlah Mas, aku tak akan mau menikah dengan kamu," jawab Ani dengan ketus.


Agus menghela nafas panjang. Dia mencoba bersabar menghadapi Ani. Perlahan Agus mulai menanyakan tentang Diaz. Ani tiba-tiba menangis karena mengingat kejadian waktu itu. Ani mulai bercerita panjang lebar tentang kehidupannya dengan suaminya namun Ani tak menceritakan jika Dia sebenarnya sudah ditalak satu oleh suaminya.


Ani tak sadar jika Agus membawanya jauh dari kota. Agus memang sengaja menjauhkan Ani dengan suaminya.


Satu jam berlalu namun Agus belum juga berhenti hingga membuat Ani penasaran.

__ADS_1


"Mas ini terlalu jauh dari rumah Ibu. tolong carikan kontrakan saja yang tidak terlalu jauh," ucap Ani.


"Iyah sebentar lagi kita sampai," jawab Agus.


Tiga puluh menit berlalu hingga Agus memberhentikan mobilnya pada suatu rumah kontrakan mungil disebuah pedesaan.


Ani turun dan melihat-lihat didalam rumah dan sekelilingnya. Ani akhirnya menyetujuinya karena kontrakan itu berjajar dengan beberapa rumah Kontrakan hingga membuat Ani tidak terlalu takut jika hidup sendiri.


Sementara itu Diaz yang sudah keluar dari penjara. Pulang menuju kerumah Ani namun sesampainya disana Diaz tak menemukan istrinya.


Diaz begitu panik dan mencari handphonenya dikamar. Diaz akhirnya mengecek CCTV dirumahnya. Diaz sungguh marah saat melihat Ani pergi dengan membawa begitu banyak barang dan yang menjemputnya adalah Agus.


"ah....... Sial Aku terlambat, harusnya Aku pulang satu jam lalu," ucap Diaz sambil membanting vas bunga.


Rendy hanya diam saja melihat bosnya begitu emosi. Diaz lalu menyuruhnya untuk mencari istri keduanya itu.


Saat Rendy pergi, Diaz mulai membuka rekaman CCTV diruangan kantornya. Diaz sungguh sangat kaget ketika melihat Lia dan Agus berada diruangan yang sama.


Bagaimana mungkin Lia berhubungan dengan Agus, apa maksud semua ini, Diaz bermonolog dengan dirinya sendiri.


Diaz semakin penasaran untuk mengecek CCTV itu perhari dan disetiao jam. Diaz kembali marah karena terlihat Lia membuka brangkas itu sementara Agus masih duduk didalam ruangannya. Diaz juga melihat Lia dan Agus bermesraan diruangannya. Mereka terlihat makan bersama dan saling menyuapi.


Ini benar-benar gila, bagaimana bisa Lia sebodoh itu, Diaz terus bermonolog dengan dirinya.


CCTV diruangan itu memang tak terlihat hingga Lia tidak tahu jika diruangan suaminya terdapat kamaera.

__ADS_1


Diaz yang begitu emosi dengan istri pertamanya. Diaz terus berteriak sangat kencang, Dia menyesal karena sudah metalak istri keduanya.


__ADS_2