
Beberapa Minggu berlalu, Diaz berhasil membuktikan cintanya kepada Ani. kini Dia tak pernah lagi berbuat kasar kepada Ani.
Proses perceraiannya dengan Lia masih berlanjut karena Lia begitu banyak menuntut hingga membuat proses persidangan semakin lama.
Sementara Agus masih sibuk mengejar cinta Ani. Dia bahkan bekerjasama dengan Lia untuk menghancurkan Diaz.
Semakin lama perut Ani semakin terlihat buncit. Diaz semakin sering membuat Ani bahagia. Dia selalu mengajak Ani jalan-jalan agar Ani bisa melupakan Agus.
Malam ini Diaz akan pergi ke luar kota selama seminggu. Kabar itu terdengar ditelinga Lia. Lia istri pertamanya segera pergi ke kantor dan menghampiri Diaz.
Sesampainya dikantor, Lia langsung memasuki ruangan suaminya tanpa permisi.
"Tidak bisakah kamu mengetuk pintu. Kenapa kamu kesini?," ucap Diaz.
"Ini silahkan tanda tangan surat perceraian kita, sekarang Aku segera ingin mengakhirinya, Aku hanya minta rumah dan mobil saja," Jawab Lia.
Diaz membaca sebagian dengan surat dari pengadilan agama itu dan segera menandatanganinya.
"Sudah puas kamu, silahkan pergi dari sini. Aku sibuk."
"Terimakasih semoga kamu tak akan pernah menyesal."
Diaz menatap Lia dengan sinis.
Menikahimu dulu, sebuah kesalahan terbesar, gumam Ani.
Setelah semua urusan dikantor selesai Diaz segera pulang kerumah. Dia ingin segera bertemu dengan Ani.
Ani sudah menyiapkan pakaian yang akan dibawa suaminya nanti malam.
Diaz tersenyum ketika Ani menyambut saat dia pulang. Ani memang mulai membuka hati untuk suaminya.
Malam ini Diaz akan berangkat bersama Rendy ke Kalimantan untuk menyelesaikan saham yang dikuasai Agus beberapa persen.
Diaz tak memperbolehkan Ani untuk ikut mengantarkannya kebandara. Dia menyuruh Ani untuk beristirahat saja dirumah. Malam ini Ani sendirian, karena ibunya baru bisa menemaninya besok pagi.
Diaz menc*** kening istrinya saat dia berpamitan untuk berangkat. Ani tersenyum kepada suaminya meskipun perasaan terhadap suaminya masih sama.
__ADS_1
Ani menatap langit-langit kamarnya, Dia benar-benar sendirian dirumah. Dia mencoba untuk tidur namun sangat sulit baginya.
Sesekali Ani mengelus-elus perutnya dan mengajak bicara calon anaknya. Hingga akhirnya Dia bisa tertidur lelap hingga pagi.
...****************...
Tiga hari berlalu, Pagi ini Ani menerima sebuah surat dari pengadilan agama. Dia mengira jika surat itu adalah perceraian suaminya dengan Mbak Lia. Namun ternyata Ani salah.
Ani mulai membukanya dan berniat untuk memfotonya dan mengirimkan surat itu kepada suaminya. Namun Dia sungguh kaget ketika membaca isi surat itu.
Sebuah panggilan untuk mediasi antara saudara Diaz dan satu surat lagi untuk Ani.
"Astaga tega sekali kamu Mas, menceraikan Aku disaat Aku mulai membuka hati untuk mu. Aku juga hamil anakmu Mas. Ku kira setelah menceraikan mbak Lia kamu akan lebih perduli denganku namun ternyata sama saja," ucap Ani sambil menangis.
Ani tetap menfotokan kedua buah surat panggilan dari pengadilan agama itu dan dikirimkan kepada suaminya. Ani juga mengirimkan sebuah ungkapan hatinya
"Terimakasih Mas sudah pernah hadir dalam hidupku dan membantu keluargaku. Meskipun kamu selalu berbuat kasar semenjak kamu menikahiku. Aku tahu kamu sebenarnya adalah orang baik. Namun kenapa disaat aku memberi kamu kesempatan dan hatiku mulai membuka cinta untukmu. Tapi kamu malah meninggalkan Aku.
Terimakasih untuk semua, Aku akan merawat anakku sendiri. Aku pamit, Aku akan segera menandatangani surat perceraian yang kamu inginkan."
Ani menangis dan berlari ke kamarnya. Sementara ibunya yang baru datang mulai bertanya-tanya dengan keadaan anaknya.
"Ibu beres-beres saja kita segera pulang kerumah saja," ucap Ani sambil menangis.
Ibunya masih bertanya-tanya mengapa Ani bisa menangis histeris seperti itu. Beliau masih berusaha untuk menenangkan Ani.
Sementara itu saat ini Diaz masih sibuk disebuah proyek yang baru. Dia sama sekali tidak melihat pesan dari istrinya itu.
Sore hari saat perjalanan kembali kehotel bersama Rendy. Diaz mulai membaca pesan dari istrinya. Dia sungguh kaget saat melihat isi surat yang dikirim istri keduanya, karena selama ini hubungannya dengan Ani baik-baik saja.
Diaz mencoba beberapa kali menelpon Ani namun sama sekali Ani tak mengangkat teleponnya.
Ah....... Sial kenapa jadi seperti ini. Siapa yang membuat Ani mengajukan cerai kepadaku, gumam Diaz.
Diaz akhirnya mencoba untuk menelpon pengacaranya agar mengecek kebenaran dipengadilan Agama.
Beruntung pengacara saat itu sedang berada di pengadilan agama untuk mengurus hasil perceraiannya dengan Lia.
__ADS_1
Pengacara itu mulai menelpon Diaz dan menjelaskan tentang kebenarannya. Diaz sungguh sangat kaget ketika menjelaskan kejadian yang sebenarnya.
"Pak, ternyata yang menganjurkan gugatan cerai adalah Pak Diaz sendiri," ucap Pengacara.
"Apa?....... mana mungkin, Aku sudah bahagia dengan Ani jadi tak mungkin jika Aku menceraikannya," jawab Diaz.
Diaz masih tak percaya dengan penjelasan pengacaranya hingga akhirnya Diaz dikirimi sebuah foto oleh pengacaranya. Sebuah foto yang memperlihatkan jika Diaz telah mengajukan gugatan cerai kepada saudara Ani.
Diaz masih tak percaya karena dia tak merasa menandatangani surat pengajuan itu. Hingga akhirnya Dia teringat saat Lia memberikan sebuah dokumen.
Ah....... teriak Diaz sambil membanting handphonenya.
Awas kamu Lia, berani sekali kamu menipuku, gumam Diaz.
Rendy yang sedang menyetir sontak kaget karena teriakan bosnya itu.
"Pak, ada apa?," ucap Rendy.
Diaz hanya diam dan tak membalas pertanyaan asisten pribadinya itu. Rendy berusaha menenangkan bosnya itu.
Diaz akhirnya berusaha untuk mengambil handphonenya yang jatuh dibawah Kaki Rendy. Karena sungkan Rendy akhirnya mencoba mengambil dengan tangan kirinya. Namun dari arah depan sebuah truck yang memuat kelapa sawit tiba-tiba melaju dan menyerempet mobil yang dikendarai Diaz dan Rendy.
"Ren, awas................," teriak Diaz.
Rendy mencoba menghindarinya namun tak bisa.
Bruaaaaaaaakkkkkk....... ........
Sebuah kecelakaan yang tak bisa dihindari.
Mobil mereka akhirnya terseret beberapa meter hingga hampir jatuh kedalam sungai. Beruntung mobilnya tersangkut pohon hingga membuatnya berhenti dan tak terjatuh kedalam sungai.
Keduanya kini tak sadarkan diri. Diaz terlihat terlempar keluar dari dalam mobilnya. Sementara truknya berhasil berhenti.
Mereka kini berada ditengah-tengah hutan yang jauh dari pemukiman. Beberapa orang turun dari truck dan menolong Diaz. Mereka segera pergi meninggalkan mobil dan Rendy yang masih berada didalam mobil.
Beberapa warga sekitar yang melintas saat mencari rumput mulai datang dan mencari bantuan. Beberapa warga juga mencoba menelpon polisi dan petugas medis didaerah terdekat.
__ADS_1
Satu jam berlalu, bantuan medis dan polisi mulai datang. Mereka membalikkan mobil yang dikendarai Rendy. Rendy terlihat masih tak sadarkan diri hingga akhirnya Dia dibawah kerumah sakit sendirian.
Polisi mulai meminta keterangan beberapa warga namun tak satupun warga yang tahu saat kecelakaan itu terjadi. Mereka hanya melihat sebuah mobil yang hampir jatuh kedalam sungai.