Terpuruk Dalam Cinta

Terpuruk Dalam Cinta
Ketahuan


__ADS_3

Sore ini Diaz sengaja mengikuti Lia dari belakang menggunakan mobil Rendy. Diaz memang berencana mengumpulkan bukti-bukti perselingkuhan istri pertamanya agar dia tidak mendapatkan harta gono gini saat bercerai.


Lia mulai menaiki taksi online menuju ke sebuah kafe. Diaz memberhentikan mobilnya dan ikut masuk kedalam kafe tanpa sepengetahuan Lia.


Lia terlihat duduk dan memesan makanan. Dua puluh menit berlalu Lia masih terlihat sendirian. Namun tak lama Agus datang menghampirinya. Mereka menc*** pipi Lia seperti sudah sangat dekat sekali.


Diaz terlihat mulai tak bisa menahan emosi. Setelah dia berhasil merekam perselingkuhan itu. Diaz akhirnya menghampiri Agus dan Lia.


Diaz memukul Agus dengan begitu keras hingga membuatnya terjatuh.


Agus berdiri dan mencoba membalas pukulan Diaz. Namun Diaz berhasil menghindar.


Lia mulai memegang tangan suaminya yang mulai tak bisa menahan amarahnya.


"Belum puas kamu membawa Ani pergi, sekarang kamu merebut istri pertamaku ini," ucap Diaz.


"Mas sudah..... Apa maksudmu, mengapa Ani dibawa-bawa?," ucap Lia.


"Dasar perempuan bodoh. Dia itu mantan pacarnya Ani. Puas kamu sekarang sudah menjual rumah dan sebagian perusahaanku."


"Mas.... jadi kmau hanya memanfaatkan Aku. tega sekali kamu," ucap Lia.


"Tidak Lia, Bukan seperti itu," jawab Agus.


"Diam kamu. Lia ayo pulang."


Diaz menggeret tangan Lia dan mengajaknya pulang. Diaz menyuruh Lia dengan begitu kasar.


Sepanjang perjalanan Lia hanya terdiam, dia sangat syok saat mengetahui kebenarannya.


Sementara Diaz terus memaki istrinya pertamanya itu.


"Kembalikan uang hasil penjualan rumah dan perusahaanku," ucap Diaz.


"Tapi Mas kenapa kamu menuduhku. istri kamu bukan hanya Aku kan?," jawab Lia.


Diaz semakin marah, Dia mengemudikan mobilnya dengan begitu cepat dan sesekali mengeremnya secara mendadak hingga membuat Lia beberapa kali terpentok dasboard mobil.


Sesampainya dirumah, Diaz kembali menggeret Lia hingga masuk kedalam.

__ADS_1


Lia mencoba melawan perlakuan suaminya saat ini. Namun itu semakin membuat suaminya begitu marah.


Plaaaaakkkkkkkkk........... Plaaaaakkkkkkkkk......... sebuah tamparan keras mendarat dipipi kanan dan kiri Lia.


"Itu untuk istri yang tak tahu diri beraninya kamu selingkuh dibelakang. Pantas saja saat Aku dipenjara kamu sama sekali tak menjengukku," ucap Diaz.


"Apa bedanya dengan kamu Mas, bukankah kamu juga sama," jawab Ani.


Plaaaaakkkkkkkkk........ tamparan keras sekali lagi mendarat dipipi Lia.


Agus semakin marah hingga dia akhirnya mentalak Lia dan mengusirnya dari rumah.


Ternyata Lia cukup pintar. Rumah yang sekarang ditinggalinya sudah berganti namanya dan Agus.


Lia lalu mengusir suaminya agar pergi dari rumah.


Ah sial bodoh sekali Aku, kenapa waktu itu Aku merubah sertifikat rumah, gumam Diaz.


Diaz akhirnya mengalah dan pergi ke rumah Ani yang sedang kosong.


Setelah kepergian suaminya, Lia berteriak histeris karena merasa sudah ditipu oleh Agus.


Pagi ini Ani berencana untuk pulang kerumah ibunya. Setelah berkemas dan membawa beberapa baju hasil jahitannya Ani segera mencari Angkot untuk menuju ke kota.


Namun sebuah mobil hitam berhenti didepannya. Kaca mobilnya mulai terbuka. Sosok tampan yang selama ini Ani Cinta, kali ini terlihat semakin mempesona. Senyumnya begitu indah, senyum yang selama ini Ani rindukan.


"Ani.... Masuk, Aku ingin bicara sebentar?" ucap Agus.


Seketika Ani tersadar dari lamunannya.


"Tidak Mas, Aku naik angkot saja," ucap Ani.


Agus akhirnya turun dari mobil dan memaksa Ani untuk masuk kedalam mobilnya. Ani akhirnya mengikuti kemauan Agus. Akhirnya Ani menyuruh Agus untuk mengantarkannya pulang kerumah ibunya.


Sepanjang perjalanan Agus menyuruh Ani untuk meninggalkan suaminya. Dia juga menjelaskan jika pernikahannya dengan wanita pilihan orang tuanya sudah dibatalkan.


Ani tetap menolak Agus meskipun dalam hatinya dia ingin sekali menerima tawaran itu. Ani sadar jika cintanya dengan Agus tidak akan pernah direstui oleh kedua orang tua Agus.


"Sudahlah Mas, cinta kita mungkin hanya sebatas ini. Jadi percuma jika diteruskan," ucap Ani.

__ADS_1


"Ani kita bisa menikah secara agama kan. Percayalah perlahan orang tuaku pasti akan merestui kita. Apalagi jika kita sudah memiliki seorang anak. Tinggalkan suamimu yang kejam itu, bukankah kamu juga tidak pernah mencintainya," jawab Agus.


Ani terdiam karena semua yang dikatakan Agus itu benar.


Ani akhirnya meminta Agus untuk menurunkannya dipinggir jalan namun Agus menolaknya dan mengantarkan Ani sampai kerumah orang tuanya.


Ani turun dan mulai berjalan masuk.


"Ani pikirkan perkataanku tadi," teriak Diaz.


Ani menghela nafas panjang dan hanya menoleh dengan sedikit tersenyum.


Ani mulai memasuki rumahnya. Ibunya memeluk Ani begitu erat karena sudah lama beliau tidak bertemu dengan Ani.


Ani duduk diruang tamu, sejenak merebahkan tubuhnya. Sementara ibunya sibuk memasak.


Tok.... tok..... tok......


Ani berdiri dan mulai membuka pintu tanpa ada rasa curiga.


Ani terdiam sejenak saat melihat suaminya sudah didepan matanya. Ani mulai menutup pintu namun Diaz berhasil menahan dan mendorongnya hingga membuat Ani terjatuh.


"Untuk Apa kamu kesini Mas. Aku bukan istrimu lagi," ucap Ani sambil menangis.


"Maafkan Aku sudah mengeluarkan kata terlarang itu. Tapi kita masih bisa memperbaikinya kan. Beri Aku kesempatan," jawab Diaz.


"Ani siapa yang datang?", teriak ibu.


"Bukan siapa-siapa Bu," jawab Ani.


Ani mendorong suaminya keluar rumah dan menyuruh suaminya untuk pulang namun Diaz menolaknya. Dia Akan menunggu disini hingga Dia mendapatkan sebuah jawaban.


"Kumohon Mas, pergilah. Aku tidak mau ibuku tahu," ucap Agus.


"Aku akan pergi jika kamu bersedia kembali kepadaku. Aku akan tetap disini dan memberi tahu ibumu," jawab Diaz.


"Nanti malam Aku akan pulang Mas, kita bicara disana. cepat pergilah."


Jawaban Ani membuat

__ADS_1


Diaz merasa lega. Diaz akhirnya pergi dan meninggalkan rumah Ani. Tiba-tiba Diaz terpikir untuk merencanakan sesuatu agar bisa mengikat istrinya agar tak meminta pisah.


__ADS_2