
Diaz menatap wajah Ani saat tidur siang. Diaz menyuruh Rendy untuk menyiapkan sebuah kejutan malam ini.
Saat sore hari, Diaz membangunkan istrinya dan menyuruhnya untuk bersiap-siap. Ani merasa begitu lelah namun dia takut jika harus menolak suaminya itu.
Setelah semua siap mereka segera berangkat menuju ke sebuah tempat makan yang berada tak jauh dari hotel. Restauran itu berada di ketinggian yang lumayan melelahkan karena harus ditempuh dengan berjalan kaki sekitar sepuluh menit dari area parkir.
Ani turun dari mobil, Dia berjalan perlahan dan bergandengan tangan dengan suaminya. Perut Ani yang buncit begitu terlihat, hingga membuat Diaz melepaskan jasnya dan diberikan kepada istrinya.
Baru setengah perjalanan Ani sudah mulai kelelahan. Dia berhenti sejenak dan duduk di area taman. ya sedikit marah dengan dia sekarang ke tempat yang begitu jauh.
Mereka mulai melanjutkan perjalanannya. Pemandangan yang sangat indah mulai terlihat.
Wajah lelah Ani kini berubah menjadi senyuman. Ani menatap indah langit dengan sunset yang begitu indah. Kini Dia berada diatas awan dan dibawahnya terlihat penuh dengan kota yang sudah terlihat dengan lampu kerlap kerlip.
"indah bukan?" ucap diaz
Ani menganggukkan kepalanya dan meminta Diaz untuk menunggunya menikmati sore ini.
"Ayo sudah hampir malam. Tidak baik diluar. Itu restaurannya sudah mulai terlihat," ucap Diaz.
Mereka melanjutkan perjalanannya sesampainya disana wajah lelah Ani berubah menjadi senyuman. Sebuah kejutan membuatnya menggandeng tangan suaminya.
Begitu banyak bunga yang mekar disana dengan background pemandangan bukit serta sawah dengan terasering yang indah.
Mejanya juga berhiaskan dengan bunga. Diaz menarik kursinya dan mempersilahkan Ani untuk duduk. Ini pertama kalinya Ani di perlakukan suaminya seperti ratu.
Satu persatu makanan mulai berdatangan. Sarah lantunan musik romantis mulai terdengar begitu harmoni.
Ani tak hentinya tersenyum, Sejenak dia lupa jika suaminya adalah orang yang kasar.
"Kamu suka?," ucap Diaz.
"Iyah Mas, terimakasih," Jawab Ani sambil menganggukkan kepalanya.
Mereka kini makan malam bersama, ternyata Pak Randy juga ada disini namun ditempat yang berbeda.
Diaz tersenyum dan mengeluarkan sebuah kotak perhiasan berwarna merah. Dia membukanya didepan Ani. Ani tersenyum nkarena tahu jika perhiasan itu akan diberikan kepadanya.
"Ini untukmu sayang, baru ku beli saat dari Kalimantan kemaren. Biar kupakaikan yah," ucap Diaz.
"Iyah Mas, terimakasih yah," jawab Ani.
__ADS_1
Diaz mulai memakaikan kalung berlian yang begitu indah. Sangat cocok sekali dipakai Ani yang berkulit putih dan tinggi.
Diaz menc**m kening istrinya saat selesai memakaikan kalung itu.
Malam semakin dingin, Ani sudah tidak kuat lagi berada diluar ruangan. Dia mengajak suaminya untuk pulang. Ani melihat sekeliling restauran yang sudah mulai banyak pengunjung.
Ani terkejut saat melihat seorang laki-laki yang menatapnya dengan senyuman yang begitu lebar. Dia melambaikan tangannya ke arahnya. Ani semakin penasaran, matanya yang sedikit rabun membuatnya harus bekerja lebih keras. Ani terus memandanginya hingga Diaz sedikit curiga, namun Ani berhasil mengelabuhi suaminya.
"Sayang Aku ketoilet sebentar," ucap Diaz.
Ani menganggukan kepalanya sambil menyantap makanannya.
Ani mengeluarkan handphonenya dan mencoba menelpon Agus. Disaat yang sama handphone pria itu juga berdering. Ternyata benar pria didepannya ternyata Agus. Dia memang sengaja mengikuti Ani.
Astaga mengapa kamu masih disini Mas, gumam Ani.
Ani mengirimkan sebuah pesan Agar Agus cepat pergi dari sini. biasanya membalas pesannya dengan sebuah kata cinta.
Terlihat Diaz mulai kembali menghampirinya. Ani hanya mampu tersenyum dan memasukan handphonenya kembali di tas.
Suhu udara semakin lama semakin dingin, Diaz akhirnya mengajak istrinya untuk pulang. Ani yang dari tadi menahan buang air kecing. Akhirnya memberanikan diri untuk ketoilet, meskipun disana ada Agus.
Terlihat Ani berlari menuju ke toilet. Agus yang melihat Ani, akhirnya menghampiri dan menunggunya didepan toilet.
Ani keluar dari toilet namun Dia sungguh terkejut ketika Agus sudah berada di depannya.
"Bisa kita bicara Ani", ucap Diaz.
"Maaf Mas, sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. Aku sudah bahagia dengan suamiku saat ini. tolong jangan ganggu Aku lagi," jawab Ani.
"Kamu tidak bahagia Ani, semua terlihat dimatamu. Kembilah kepadaku, biarkan Aku yang menjadi Ayah untuk anak kita."
"Sudahlah Mas, ini anakku. Biarkan Aku yang akan membesarkannya. Lepas Mas..... Aku ingin pulang. tolong jangan temui Aku lagi."
"Aku akan mencarimu sampai Aku mengerti Anak siapa yang kamu kandung saat ini."
Ani terus mencoba melepaskan tangan dari genggaman mantan kekasihnya itu, namun Agus mencengkram tangannya begitu kuat.
"Hai lepaskan tangan Bu Ani," ucap Rendy saat melihat mereka didepan toilet.
"Bukan urusanmu, jadi jangan ikut campur," jawab Agus.
__ADS_1
"Dia bosku, jadi lepaskan sekarang."
"Sudah.... hentikan. Biarkan Aku pergi," teriak Ani.
Rendy meraih tangan Ani dan mencoba melepaskannya. Beruntung tidak terjadi perkelahian malam ini.
Ani berjalan menghampiri suaminya. Dia tak bisa membendung air matanya. Ani menundukkan kepalanya agar tidak ketahuan Suaminya. Namun suaminya tetap melihat mata istrinya bekas menangis.
Namun kembalinya Randy membuat suaminya bertanya.
"Rend, apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa Ani menangis," ucap Diaz.
"Entah Pak, tadi di depan toilet ada seorang laki-laki yang memegang tangan Bu Ani," jawab Randy.
"Siapa laki-laki itu Ani?," ucap Diaz dengan kasar.
"Bukan siapa-siapa Mas, Aku juga baru mengenalnya. Ayo Mas lekas jalan, Aku sudah kedinginan."
"Aku tidak akan melajukan mobilnya sebelum kamu mengatakan sebenarnya. Apa itu mantan pacar kamu?."
Ani terdiam sesaat hingga membuat Diaz semakin marah. Dia berteriak begitu keras hingga membuat Ani begitu kaget.
Ani menangis dan menganggukan kepalanya. Diaz keluar dari mobil dan mencari keberadaan Agus. Ani mengejarnya dan mencoba menahannya agar tak melanjutkan amarahnya.
Diaz melepaskan tangan Ani hingga membuatnya terjatuh. Perut Ani tiba-tiba terasa kram. Ani kesakitan hingga membuat Agus keluar dari mobil dan menolong Ani.
"Haiiiiii lepaskan...." teriak Diaz saat melihat Agus menolong Ani.
Diaz mengangkat tangan dan hampir memukulkan tangannya ke Arah Agus. Beruntung Randy datang tepat waktu hingga mampu menahan tangan Bos nya itu.
"Pak..... Jangan Pak. tahan emosinya, nanti bisa panjang urusannya," ucap Randy.
"Lepas Ren, biar kuhajar laki-laki bodoh ini."
Agus mulai terbawa emosinya, Dia mulai memukul Diaz dan hampir terkena kepala Diaz. Diaz membalas dengan memukul Agus. Pertengkaran terjadi, Ani dan Randy mencoba menahannya. Ani terkena sedikit pukulan hingga membuat Dia tersungkur ke tanah
"Ahhhhh....... sakit...... sakit....." teriak Ani.
Ani terbaring ditanah dan terus memegang perutnya yang terasa begitu sakit. Diaz dan Agus berebut menggendong Ani. Ani semakin kesakitan, namun Agus akhirnya mengalah.
Diaz memasukkan Ani kedalam mobil dan membawanya ke sebuah klinik terdekat.
__ADS_1