Terpuruk Dalam Cinta

Terpuruk Dalam Cinta
Kemarahan Diaz


__ADS_3

POV Diaz.


Hingga malam Diaz mencoba merebahkan dirinya namun dia sungguh tak bisa menahan amarahnya terhadap Lia. Kepalanya hanya berisi Ani dan Lia. Dia segera berganti baju dan lekas keluar menuju ke rumah Lia.


Kemarahannya membuat Diaz tidak memperdulikan keadaan kakinya yang masih sakit. Dia berjalan terpincang-pincang dan mengemudikan mobilnya dengan begitu cepat. Sesampainya di teras rumah istri pertamanya, Diaz sejenak berpikir.


Ah..... Aku tidak boleh gegabah, Aku harus bermain cantik seperti Lia, gumam Diaz.


Diaz menghela nafas panjang untuk menghilangkan emosinya. Dia akhirnya masuk perlahan. Lia mulai membukakan pintu untuk suaminya. Lia sungguh kaget, karena suaminya seharusnya berada dipenjara.


Diaz masuk dan tak mengeluarkan sepatah katapun. Lia mengikutinya dari belakang. Sambil sesekali merayu suaminya.


"Mas, mau Aku buatkan kopi," ucap Lia.


"Tidak, temani saja aku istirahat dan pijitin Aku. Seluruh tubuhku rasanya remuk semua," Jawan Diaz.


Diaz berjalan menuju ke kamar dan merebahkan tubuhnya di kasur Lia mulai memijat tubuh suaminya sambil sesekali merayunya.


Diaz menatap Lia dengan begitu tajam hingga membuat Lia sedikit takut.


"Mengapa kamu menatapku seperti itu mas?" ucap Lia.


"Aku ingin melihat tubuhmu malam ini," jawab Diaz.


"Apa selama tinggal bersama Ani, Dia tidak memberimu Mas?"


"Sudahlah, jangan membantahku, cepat ganti bajumu."


Lia menolaknya, dia beralibi jika dirinya sedang datang bulan namun Diaz tetap tidak percaya begitu saja dengan istri pertamanya itu. Diaz berdiri dan mencoba melakukan itu. Lia terus menolaknya.


Kini Lia sudah terpojok, dia sekarang benar-benar berada di bawah. Diaz kini berada diatas, menindih tubuh Lia hingga membuat Lia tak bisa bergerak sedikitpun. Diaz mulai membuka seluruh baju istri pertamanya dan mulai melihat bagian sensitif milik Lia.


Diaz semakin marah ketika apa yang dilihatnya tidak sesuai dengan apa yang dikatakan Lia.


"Berani sekali kamu membohongiku, apa selama ini kamu selingkuh di belakangku hingga sekarang kusentuh saja kamu menolak?" ucap Diaz.


"jangan asal menuduh kamu Mas. Bukankah kamu yang selama ini yang menduakan aku. kamu selingkuh dengan Ani mantan pacarmu yang dulu kamu cintai itu,"


Plaaaaakkkkkkkkk.......


sebuah tamparan keras mendarat di pipi kanan Lia.

__ADS_1


"Mas Apa yang kamu lakukan, tega sekali kamu menamparku seperti itu," ucap Lia.


Diaz tak memperdulikan perkataan istri pertamanya itu. Dia mulai memperlakukan lia seperti dia memperlakukan Ani. Diaz mulai menggigit puncak gunung milik Lia. Lia terus meronta karena tak mau melakukan itu malam ini.


Diaz melakukannya begitu kasar. Kedua tangan Lia dipegang oleh Diaz begitu kuat hingga dia tak bisa bergerak sedikitpun dia mulai menyatukan miliknya tanpa pemanasan sebelumnya hingga membuat Lia meronta kesakitan.


"Mas, sudah gila kamu. sakit.... kamu ini kenapa sih," ucap Lia.


Diaz tak memperdulikan perkataan Lia, yang dipikirkannya hanya arasa marahnya terhadap istri pertamanya. Diaz terus memompanya dengan begitu cepat hingga dia berada dipuncak dan mengeluarkan miliknya.


Diaz bernafas terengah-engah dan membaringkan tubuhnya disamping Lia. Lia merintih kesakitan dan memukuli tubuh suaminya.


"Kamu sudah gila Mas, kasar sekali kamu," ucap Lia.


"Itu akibatnya jika kamu berani membohongi aku," jawab Diaz.


Diaz mulai tertidur lelap setelah melakukan itu. Sementara Setelah membersihkan dirinya Lia bergegas pergi tanpa sepengetahuan suaminya.


Lia kini pergi kesebuah klub bersama teman-temannya dan Agus. Kehidupannya berubah setelah mengenal Agus.


Hampir jam empat pagi Lia pulang. Dia tak ingin ketahuan suaminya jika dia pergi diam-diam. Namun Lia salah, karena Diaz sudah menunggunya sejak semalam. Diaz sengaja untuk berpindah tidur disofa.


Tak lama Diaz bangun saat Mendengar suara kran air yang berbunyi. Dia menunggu hingga Lia keluar.


"Darimana kamu semalam?," ucap Diaz.


"Aku tidak kemana-mana Mas, Aku tidur dikamar tamu," jawab Lia.


"Jangan bohong kamu, Aku sudah melihat rekaman CCTV rumah ini."


Lia akhirnya mengaku jika dia semalam pergi ke klub bersama teman-temannya.


Diaz menampar Lia karena dia sudah beberapa kali membohonginya. Lia juga menjual beberapa aset milik Diaz tanpa sepengetahuan Diaz.


...****************...


Ani terbangun pagi-pagi saat rumah kontrakannya tiba-tiba diketok seseorang. Dia mengintip dari korden jendela rumah kontrakannya, ternyata Agus yang datang.


Ani mulai membukakan pintu namun dia tetap menyuruh Agus menunggunya diluar.


"Ngapain kamu kesini pagi-pagi Mas, sebaiknya kamu pulang saja," ucap Ani.

__ADS_1


"Aku hanya ingin memberikan makanan untuk kebutuhan kamu sehari-hari," jawab Agus.


"Tidak usah Mas, terimakasih. Aku bisa bekerja sendiri kok. Kamu pulang saja ya, tidak enak dilihat tetangga."


Akhirnya Agus pulang setelah Ani menerima pemberiannya. Ani mulai berpikir untuk melanjutkan hidupnya. Dia juga harus menghidupi ibunya. Beruntung Dia masih menyimpan beberapa uang pemberian suaminya.


Ani menatap mesin jahit yang dibawanya dari rumah Diaz. Dia berencana untuk membuka jasa jahit dan menjual baju.


Ani menghela nafas panjang dan segera mandi. Pagi ini dia harus pergi ke pasar untuk membeli kain.


Karena tinggal di desa Ani harus naik angkot untuk sampai dipasar.


Sesampainya di pasar Ani membeli begitu banyak kain kiloan untuk bahan dasternya. Dia juga membeli beberapa kain yang bagus untuk baju yang dijual secara online.


Ani menunggu angkot didepan pasar. Namun selalu penuh dengan penumpang. Ani mencoba menunggu angkot selanjutnya, namun Dia seperti mendengar seseorang memanggilnya.


Bu Ani..... Bu Ani.......


Ani terus menengok mencari siapa yang memanggilnya. Ani mulai tak menghiraukannya dan berdiri menuju angkot yang mulai datang.


Namun saat mulai memasuki pintu angkot, tiba-tiba dari belakang seseorang memegang pundaknya. Ani menoleh dan terdiam sesaat.


Astaga kenapa ada Rendy disini, gumam Ani.


"Bu, Ayo ikut saya kita pulang. Pak Diaz mencari Bu Ani," ucap Rendy.


"Tidak Pak, Aku tak mau kembali. Kamu tahu kan apa yang dikatakan suamiku waktu itu. Lepas Pak, Aku harus pergi," jawab Ani.


"Tunggu Bu biar saya antar."


"Lepas Pak Rendy atau saya teriak."


Randy akhirnya mengalah dan membiarkan istri Bosnya itu pergi. Randy segera menuju ke mobilnya dan mengikuti angkot itu dari belakang.


Beberapa menit berlalu Ani mulai menyadari ketika sebuah mobil mengikuti angkot yang dia tumpangi. Beberapa saat kemudian Ani turun dan berjalan memasuki sebuah perumahan warga.


Randy turun dan berjalan mengikuti Ani, namun Ani berjalan begitu cepat hingga Rendy tidak berhasil mengejarnya.


ahhhhh..... akhirnya Aku bisa menghindari Pak Rendy, gumam Ani.


Ani berjalan dan menunggu angkot lewat. Ani bisa bernafas dengan lega karena dia bisa menghindari Pak Rendy.

__ADS_1


__ADS_2