Terpuruk Dalam Cinta

Terpuruk Dalam Cinta
Ani kecelakaan


__ADS_3

Ani masih berada dirumah Suaminya. Dia benar-benar terpenjara didalam sangkar emas. Diaz mengunci semua pintu dan jendela rumahnya.


Diaz segera berangkat kekantor untuk menyelesaikan kerumitan yang sudah dilakukan Istri pertamanya.


Ani menghela nafas panjang, dia menatap seluruh rumah mencoba berpikir bagaimana cara untuk keluar dari rumah ini.


Semua jendela rumahnya sudah dilapisi dengan teralis besi. Ani mencoba mencungkilnya dengan obeng namun begitu susah untuk membukanya.


Ani akhirnya menyerah, Dia merebahkan tubuhnya diatas kasur. sambil menonton TV. Sangat membosankan bagi Ani karena dia hanya bisa didalam rumah saja.


Begitu banyak pesan masuk dari aplikasi jualannya. Ani sungguh bingung karena sudah mulai banyak pesanan namun dia malah terperangkap dirumah suaminya.


Hari ini Diaz pulang sekitar jam lima sore. Ani begitu bahagia saat mendengar suaminya pulang. Karena dia akan berencana kabur saat suaminya mulai membuka pintu rumahnya.


Diaz mulai membuka pintu rumahnya. Ani sembunyi dibelakang pintu. Saat Diaz mulai memasuki rumah Ani mendorong Diaz hingga terjatuh.


Ani berlari keluar dan berusaha membuka pagar rumahnya namun begitu susah namun akhirnya berhasil juga.


Ani......... Ani...... tunggu........ teriak Diaz.


Diaz berlari mencoba mengejar istrinya. Ani berlari cepat tanpa menengok kebelakang.


tin...... tinnnnnnnnnnn....... bruaaaaaaaakkkkkk.........


Sebuah motor berhasil menabrak Ani hingga membuatnya terpental ke trotoar. Motornya yang menabraknya kabur begitu saja.


Diaz yang mengetahui istrinya tertabrak motor berteriak minta tolong. Beberapa warga ikut membantu dan mengejar pemotor itu. Namun Diaz akhirnya menggendong Ani dan segera membawanya kerumah sakit.


Diaz begitu panik, Ani tak sadarkan diri. Darah mulai keluar dari kepala Ani. Sementara tangan kanan Ani juga terluka begitu parah.


"Bertahanlah untukku Ani, maafkan Aku," ucap Diaz.


Diaz mengemudikan mobilnya begitu cepat hingga membuat polisi yang sedang bertugas ikut mengejar mobil Diaz.


Polisi memberi peringatan kepada Diaz untuk menghentikan mobilnya, namun Dia tak memperdulikannya. Baginya keselamatan Ani saat ini lebih penting daripada urusannya dengan polisi.

__ADS_1


Mobil polisi terus memberinya peringatan untuk berhenti namun Diaz tetap tak memperdulikannya. Polisi mempercepat lajunya dan memotong jalan mobil Diaz.


Diaz akhirnya memberhentikan mobilnya secara mendadak. Polisi keluar dan menghampiri Diaz.


"Maaf Pak, saya tahu saya salah. Istrinya saya kecelakaan ditabrak motor didepan rumah. Tolong pemeriksaannya nanti saja," ucap Diaz.


Pak polisi Melihat keadaan Ani yang penuh darah.


"Baik Pak, biar saya kawal sampai rumah sakit," jawab Pak polisi.


Diaz tersenyum dan bisa bernafas dengan lega. Pak Polisi melajukan mobilnya dan membunyikan sirine agar perjalanannya tanpa hambatan.


Diaz mengikutinya dari belakang. Jalanan mulai longgar hingga membuat Diaz bisa sampai dirumah sakit dengan cepat.


Polisi mengantarkan hingga ke UGD untuk memastikan korban benar-benar murni kecelakaan bukan dari KDRT.


Ani mulai ditangani oleh dokter dengan cepat. Sementara Diaz diperiksa polisi didepan rumah sakit.


Diaz menunjukkan rekaman CCTV dihanphonenya kepada Pak Polisi untuk menunjukkan bukti jika istrinya benar-benar kecelakaan. Pak polisi mulai sedikit curiga mengapa istrinya berlari.


Diaz sedikit bingung untuk menjawab pertanyaan itu namun akhirnya Diaz mengaku.


"Iyah Pak, saya memang sedang bertengkar dengan istri dan Dia berlari karena ingin pergi dari rumah. Saya mencoba nghentikannya namun Dia tetap berlari keluar hingga sebuah motor menabraknya saat Ani akan menyebrang," jawab Diaz.


Polisi percaya dengan kecelakaan itu karena dalam rekaman terlihat jika Ani memang ditabrak motor saat akan menyebrang, namun mereka akan tetap menyelidiki kenapa Ani berlari keluar.


Pak Polisi akhirnya pergi dan menunggu Ani sadar untuk dimintai keterangan.


Diaz kembali keruang UGD dan menemui dokter yang sedang menangani istrinya.


Pihak dokter sudah menangani Ani dengan baik namun Ani masih belum sadar dan dipindahkan keruang khusus, Dia masih harus melewati proses foto rotgen dikepalanya.


Diaz Menunggu Ani diluar kamar karena penunggu tidak boleh masuk kedalam ruangan. Hingga malam hari Diaz masih menunggu istrinya yang masih belum sadar.


Karena rasa kantuk yang tak kunjung bisa ditahan, Diaz akhirnya memutuskan untuk pulang kerumahnya. Sementara Ani dititipkan pada perawat yang sedang berjaga diruangan itu.

__ADS_1


Keesokan harinya Diaz segera berangkat kerumah sakit karena hari ini dokter akan melakukan rotgen terhadap istrinya.


Sesampainya dirumah sakit, Diaz melihat istrinya yang sedang dibawah keruangan rotgen. Karena Ani belum juga sadar, foto rotgen dilakukan penuh agar hasilnya lebih valid.


Diaz selalu menunggunya dengan harapan Ani bisa segera pulih.


Setelah selesai, Ani dibawa kembali keruangan HCU. Hasil rotgen akan keluar nanti sore, Diaz akhirnya memutuskan untuk pergi ke kantor karena hari ini banyak meeting yang harus dilakukan.


Ani masih dalam keadaan tak sadarkan diri. Diaz memang sengaja tak memberitahu Ibunya jika Ani sedang berada dirumah sakit.


Setelah meeting selesai Diaz segera kembali kerumah sakit. Diaz segera menemui dokter yang menangani istrinya. Namun pernyataan dokter kali ini membuat Diaz tersenyum bahagia.


"Pak, Bu Ani belum sadar karena mengalami gegar otak ringan. Ada sedikit gumpalan darah di otak, namun kita masih berusaha untuk menyembuhkan tanpa jalur operasi. karena Operasi sangat beresiko bagi Janin yang sedang dikandung istri Pak Diaz," ucap Dokter


"Apa Dok? Istri saya hamil?," ucap Diaz sambil tersenyum.


"Iyah Pak, janinnya masih baru terlihat mungkin sekitar 3-4 mingguan, jadi sangat beresiko sekali jika dilakukan operasi dengan bius total. Kita tadi juga sudah melakukan USG, beruntung janinnya masih bisa diselamatkan."


"Lalu apa ada resikonya dok jika tidak dioperasi?"


"Mungkin akan sedikit kehilangan memory ingatannya dan linglung sementara saja, namun dalam waktu satu atau dua bulan biasanya akan normal kembali.


Untuk resiko terbesarnya jika memang harus dioperasi yaitu bapak harus memilih kandungan Bu Ani atau Ibunya tapi semoga saja kita tidak perlu melakukan operasi. Bu Ani akan dipindahkan keruang perawatan jika dia sudah mulai sadar. Sementara saat ini harus diruangan observasi dulu ya Pak."


"Iyah dok, berikan yang terbaik untuk istri saya."


Diaz keluar dari ruangan dokter dengan penuh senyuman. Akhirnya impiannya mempunyai anak bersama Ani akan terwujud.


Diaz masih duduk diruang tunggu didekat kamar Ani. Dia tak sabar untuk melihat kesembuhan istrinya. Tirai ruangan observasi mulai dibuka, Diaz hanya bisa melihat Ani dari luar jendela kaca.


Diaz melihat keadaan Ani dengan penuh rasa kasihan. Tampilan layar menunjukkan detak jantung Ani yang naik turun.


Tiba-tiba dokter datang dan memberikan Alat bantu nafas. detak jantung Ani mulai melemah. Perawat mulai memasang selang oksigen. Tirai jendela mulai ditutup, Diaz mulai panik karena tak bisa melihat keadaan Ani. Dia berlari mencoba masuk namun perawat rumah sakit melarangnya.


Diaz hanya bisa duduk diluar dan menunggu kabar dari dokter. Tiba-tiba air matanya menetes dengan sendirinya.

__ADS_1


__ADS_2