Terpuruk Dalam Cinta

Terpuruk Dalam Cinta
Di Penjara


__ADS_3

"Mas, apa yang sebenarnya kamu lakukan. kenapa Ada polisi itu," ucap Ani yang mulai khawatir.


"Sudahlah, cepat telepon Randy dan suruh untuk membawa pengacara kekantor polisi sekarang," jawab Diaz.


"Tapi Mas, Aku ikut denganmu yah?"


"Tidak usah kamu dirumah saja. Cepat telepon Randy."


Ani mulai menelpon Rendy dan menceritakan kejadian ini. Ani menyuruh Rendy untuk segera menyusul suaminya dikantor polisi. Sementara itu suaminya terlihat ikut mobil polisi.


Ani berlari seakan tak rela jika suaminya dibawa polisi.


Astaga apa yang terjadi, gumam Ani.


Karena rasa penasarannya begitu tinggi. Ani berlari untuk membersihkan dirinya dan segera menyusul suaminya.


Sesampainya dikantor polisi, Ani bertemu dengan Randy dan seorang pengacara. Ani hanya bisa menunggu diluar sementara Diaz sedang diperiksa didalam sebuah ruangan.


"Pak Rendy, apa yang sebenarnya terjadi?," ucap Ani.


"Biar nanti Pak Diaz yang menjelaskan sendiri pada Bu Ani," jawab Rendy.


Ani semakin penasaran namun dia hanya bisa menunggu. Setelah hampir lima jam pemeriksaan, Akhirnya suaminya ditahan sementara dikantor polisi.


Ani menyuruh pengacara untuk mengeluarkan suaminya. Namun pengacara dan Rendy hanya memintanya untuk sabar.


Ani menghampiri salah satu polisi dan meminta agar bisa menemui Polisi. Setelah diijinkan, Ani akhirnya masuk dan menemui suaminya.


"Mas, apa yang sebenarnya terjadi?" ucap Ani.


"Aku menabrak orang dan kabur," jawab Diaz.


"Astaga Mas, kenapa kamu tak bertanggung jawab saja. kamu juga punya uang banyak. Siapa yang kamu tabrak Mas biar aku yang menemui keluarganya?. Apa orang itu meninggal Mas?,


"Orang itu tak butuh uang dia hanya butuh kamu. Sudahlah kamu terlalu banyak tanya hanya membuatku semakin pusing saja. Pulanglah jaga rumah. Biar Aku yang menyelesaikan urusanku sendiri."


"Tapi Mas."


"jangan membantahku."


Ani keluar dan menemui polisi di depan. Dia menanyakan siapa korban kecelakaan yang telah ditabrak suaminya. Setelah berunding akhirnya polisi mau menjawabnya. namun jawaban Pak Polisi membuat Ani hampir pingsan.


Ani berjalan dan menghampiri lagi suaminya yang sedang ngobrol dengan Randy dan pengacaranya.


Ani meneteskan air matanya seakan dia begitu menyesal sudah memberi suaminya kesempatan.


"Mas, Apa benar yang kamu tabrak itu Mas Agus?," ucap Ani sambil menangis.


"Iyah. Sudahlah kamu pulang saja,"

__ADS_1


Melihat istrinya menangis, Diaz akhirnya menyuruh Rendy dan pengacara menunggu diluar sebentar.


"Tega kamu Mas, Aku sudah mempersiapkan pertunanganku namun ternyata kamu sengaja menggagalkannya. kenapa Mas?,".


"Karena Aku tak rela jika kamu menikah selain denganku. Aku memang sengaja menabrak Agus."


Ani menghela nafas panjang, dadanya sungguh terasa sakit karena menahan tangisannya.


"Pernikahan apa yang kamu ingin dariku Mas, kamu hanya ingin membalas sakit hatimu kepadaku. Masihkah belum puas kamu menyiksaku dari awal pernikahan kita. Aku sungguh kecewa kepadamu Mas."


Diaz hanya terdiam dia bingung harus berkata apa. Ani segera pergi meninggalkan suaminya. Tak lama Rendy dan pengacaranya masuk menemui Diaz. Diaz menyuruh pengacaranya untuk mengurus semuanya dan mengajukan penangguhan penahanan.


Ani berjalan pulang menuju kerumahnya. wajahnya terlihat begitu sedih. Dia membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur. Ani berteriak sambil menangis.


Dia sungguh sangat kecewa, hidupnya sudah hancur.


Andai waktu itu Mas Agus tak kecelakaan, mungkin kini Aku sudah memiliki anak dengannya. Semua hancur gara-gara Mas Diaz. Ani terus bermonolog dengan dirinya.


Ani mengemasi barang-barangnya. Dia berencana akan tinggal bersama ibunya.


Ani sejenak terpikir jika dia pulang kerumah ibunya bagaimana Ani akan menjelaskannya. Ibunya pasti akan ikut sedih, sementara dia baru saja kehilangan ayahnya. Ani mengurungkan niatnya, dia kembali merebahkan tubuhnya dikasur.


...****************...


Sudah dua hari suaminya berada didalam penjara. Dia masih menunggu proses penangguhan penahanan.


Ani masih berada dirumah Diaz. Dia akan keluar jika suaminya pulang kerumah.


Tok..... tok.... tok.... (suara ketukan pintu).


Ani berjalan dan membukakan pintu. Namun dia sungguh sangat kaget ketika melihat Agus sudah dihadapan matanya. Ani mulai menutup pintu namun Agus menahannya hingga membuat Ani terdorong hingga jatuh.


"Kenapa kamu kesini Mas?," ucap Ani.


"Kita sudah menang Ani. Ayo ikutlah denganku, Aku akan menikahimu," Jawab Agus.


"Lepaskan Mas Diaz, sudah hentikan dendammu itu. mungkin kita memang sudah ditakdirkan tak bersama. Menikahlah dengan wanita pilihan orang tuamu Mas. Sekalipun Aku berpisah dengan Mas Diaz, Aku juga tak akan mau merusak pernikahan kamu Mas,q"


"Aku sudah sejauh ini Ani. tega sekali kamu bilang begitu."


"Tapi bukankah bulan depan kamu akan menikah Mas."


"Baik aku akan menikahinya namun Aku akan tetap menikahimu secara agama dulu hingga proses perceraian kamu selesai."


"Sudah gila kamu mas, Apa bedanya kamu dengan Mas Diaz. Kalian hanya terobsesi denganku saja."


Ani mendorong Agus agar dia segera pergi dari rumahnya namun Agus terus berusaha untuk mengobrol dengan Ani.


Agus mencoba menenangkan Ani yang mengusirnya sambil menangis. Diaz memeluknya hingga Ani merasa tenang.

__ADS_1


"Pulanglah Mas, Aku hanya ingin sendiri," ucap Ani.


"Aku akan pulang tapi ingat Aku akan mencabut tuntutan ku jika kamu mau menikah denganku," jawab Agus.


Agus berjalan pergi namun sesekali menoleh dan menatap wajah cantik Ani.


Ani segera menutup pintu rumahnya. Dia berlari ke kamarnya dan menangis.


Ahhhhhhhhhhhhhhhh............... kenapa semua berantakan, teriak Ani.


Setelah beberapa jam Ani mencoba menenangkan diri dan pikirannya. Siang ini dia memutuskan untuk menjenguk suaminya yang sedang berada didalam penjara.


Ani membelikan makanan kesukaan suaminya dan segera berangkat menjenguk suaminya.


Sesampainya dipenjara, Ani dan Diaz saling menatap. Ani memberikan makanannya tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulutnya.


"Untuk apa kamu kemari jika hanya diam saja. Jika kamu ingin meninggalkan Aku, silahkan pergi saja. Kembalilah pada kekasihmu yang kamu inginkan itu," ucap Diaz.


Ani meneteskan air matanya, rasa sakit hatinya sudah tidak bisa terbendung lagi.


Ditengah-tengah obrolan mereka tiba-tiba Rendy datang. Dia memberi tahu suaminya jika 30% saham yang dikalimantan sudah dibeli oleh Agus.


Diaz marah besar mendengar perkataan asistennya itu. Matanya mulai tertuju kepada Ani.


Ani menundukkan kepalanya, Dia hanya diam saja meskipun Ani tahu yang menjualnya adalah Mbak Lia istri pertamanya.


"Bagaimana bisa dia mendapatkan dengan mudah saham itu jika tidak ada yang membantu," ucap Diaz sambil menatap Ani dengan tajam.


"Saya juga tidak tahu Pak tapi ada tanda tangan Pak Diaz pada dokumen itu."


"Rumah yang baru Pak Diaz beli kemarin juga sudah dijual dan yang membelinya adalah Pak Alex."


Diaz sangat marah besar karena rumah itu akan dijadikan rumah pribadinya.


"Ani kenapa kamu tega kepadaku. D puas sekarang," ucap Diaz.


"Kenapa kamu menuduhku Mas, Aku tak pernah menjual asetmu," jawab Ani.


"Tapi yang tahu password brangkas hanya kamu. Semua dokumen penting ada disana."


"Aku tidak tahu Mas, kenapa kamu tidak bertanya dengan Mbak Lia."


Plaaaaakkkkkkkkk.......


Sebuah tamparan mendarat dipipi kanan Ani.


Rendy mulai menghentikan perbuatan bosnya itu.


"Tega kamu Mas," ucap Ani.

__ADS_1


"Kenapa kamu menuduh Lia yang sama sekali tak mengenal Agus. Hanya kamu perempuan yang diinginkan Agus. Mulai hari ini Aku talak kamu"


Randy mencoba menenangkan bosnya namun Ani menangis dan pergi meninggalkan suaminya begitu saja.


__ADS_2