Terpuruk Dalam Cinta

Terpuruk Dalam Cinta
Belaian Suami


__ADS_3

Siang ini Ani mengantarkan Diaz untuk pergi kerumah sakit untuk melepas gips yang menempel dikaki Suaminya. Proses pelepasannya memakan waktu lumayan lama. Diaz terlihat sedikit kesakitan.


Setelah beberapa jam, akhirnya selesai juga. Diaz kini mulai belajar berjalan menggunakan satu tongkat saja.


Ani membantunya berjalan perlahan menuju keparkiran. Ani menatap wajah Diaz, antara senang dan takut. Selama Diaz sakit, dia memang sama sekali tidak menyentuh Ani.


Kini ketika gips yang terpasang dikakinya dilepas, Ani mulai takut. Meskipun kakinya belum pulih benar, tapi tetap saja Diaz lebih mudah bergerak.


Saat perjalanan pulang, Diaz mengajak Ani untuk mampir ke kantornya sebentar. Dia ingin mengambil berkas yang ada dibrangkasnya.


Sesampainya dikantor Diaz hendak turun namun Ani melarangnya.


"Mas, Aku ambilkan saja biar cepat, kamu tunggu dimobil saja," ucap Ani.


"Iyah sayang," jawab Diaz.


Kini Diaz mulai percaya dengan Ani, Dia memberitahukan password brangkasnya kepada Ani.


Ani berjalan menuju ruangan Suaminya, beberapa karyawan kini mulai mengetahui status Ani dengan Diaz. Sesampainya didepan ruangan tak ada sekretaris suaminya. Ani tak menaruh curiga apapun.


Pintu ruangan suaminya sedikit terbuka, namun saat hendak masuk terlihat Lia dan Agus yang sedang berduaan disana. Dia saling menyuapi. Langkah Ani terhenti sesaat, dia mengurungkan niatnya untuk masuk.


Langkah Ani terhenti ketika hendak meninggalkan ruangan suaminya.


Ani menghela nafas panjang dan mulai mengetuk pintunya.


tok... tok.... tok.....


"Apa yang kalian lakukan disini?Maaf Mbak jika mengganggu, Aku hanya ingin mengambil berkas," ucap Ani.


Lia dan Agus sangat kaget melihat kedatangan Ani.


"Kita hanya mengobrol, Kenalkan ini Agus rekan kerja kita yang baru diperusahaan ini," jawab Lia.


Apa yang sedang kalian rencanakan, gumam Ani.


Agus berpura-pura tak mengenal Ani. Lia segera mengajak Agus pergi, namun Agus berpamitan ketoilet. Lia keluar ruangan dan menuju ke parkiran terlebih dulu.


Ani mencari Brangkas suaminya namun dia kaget saat berangkas itu sudah terbuka.


Apa mungkin Mbak Lia yang membukanya, gumam Ani.


Ani segera pergi dan mengambil beberapa berkas suaminya. Namun saat melewati lorong tiba-tiba Agus menariknya.


"Ani semua tak seperti apa yang kamu lihat," ucap Agus.


"Apa yang sebenarnya kamu rencanakan Mas. Kamu tahu kan Mbak Lia itu istri pertamanya Mas Diaz. Sadar Mas..... kamu juga akan menikah. Aku kecewa sama kamu. Aku akan memberi tahu Mbak Lia siapa kamu sebenarnya," jawab Ani

__ADS_1


Ani berjalan pergi dan melepaskan tangan Agus yang memegangnya.


"Ani.... Ani dengarkan penjelasan ku dulu. Tolong jangan beritahu Lia, ini semua kulakukan demi kamu."


Ani tak memperdulikan perkataan Agus, Dia tetap pergi dan menuju kemobil suaminya.


Diaz menatap wajah Ani yang terlihat seperti habis menangis. Namun saat menanyakannya, Ani beralibi jika dia sedang kelilipan.


"Mas, Selain Aku siapa lagi yang tahu password berangkasmu itu?," ucap Ani.


"Sepertinya hanya kamu, kenapa memangnya?," jawab Diaz.


"Saat Aku sampai, brangkas itu sudah terbuka Mas. Aku juga tidak tahu siapa yang membukanya. Apa Mbak Lia juga tahu passwordnya."


"Entahlah Aku juga lupa. besok biar Aku cek CCTV."


Diaz dan Ani melanjutkan perjalanan pulang. Namun secara tidak sengaja dia melihat mobil hitam yang sebelumnya pernah terparkir didepan rumah Ani.


Ani Diam saja tak berkata apapun, dia hanya berharap jika supirnya kali ini bisa menyalip mobil itu. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya mobil hitam itu tersalip.


Ani terperangah saat melihat supirnya, ternyata Agus dan Mbak Lia yang sedang bermesraan. beruntung suaminya tak melihat kelakuan istri pertamanya.


Kenapa kamu jadi seperti itu Mas, menikahlah asal jangan berselingkuh dengan maduku, sungguh sakit rasanya, gumam Ani.


Sesampainya dirumah Ani segera menyiapkan makan untuk suaminya. Ani segera mandi dan duduk bersantai diruang keluarga. Ani terlihat begitu cantik dengan rambutnya yang terurai setelah keramas.


Diaz mulai menghampirinya dan duduk disampingnya. Ani hanya terdiam dengan pandangan lurus didepan TV. Matanya mulai berkaca-kaca bukan karena sinetronnya namun karena mengingat Agus dan Lia tadi siang.


Ah...... sudahlah tak ada yang perlu diharapkan lagi. Jodohku memang bukan Mas Agus. Aku harus belajar mencintai suamiku, gumam Ani


Diaz tiba-tiba mengajak Ani untuk menonton TV dikamar sambil rebahan. Ani menuruti suaminya tanpa perlawanan.


Malam ini Diaz menatapnya begitu tajam. Diaz yang duduk disamping Ani kini mulai mencium kening Ani namun dia diam saja tanpa respon.


"Sayang, apa kamu sudah siap malam ini," ucap Diaz.


Ani masih diam saja hingga Diaz mengulanginya dua kali. Ani mulai menganggukan kepalanya. Diaz tersenyum bahagia melihat Ani. Kali ini dia melakukannya tanpa membuat istrinya terpaksa.


Diaz mulai mengganti bajunya dengan semangat meskipun kakinya masih pincang. Ani terlihat pasrah diatas tempat tidur.


Diaz menyuruh Ani mengganti bajunya dengan baju har*m namun Ani tak kunjung merespon. Dia hanya memikirkan kejadian tadi sore sambil memainkan handphonenya.


Karena sudah tak sabar,


Diaz akhirnya mulai melepaskan baju Ani dan menyisahkan pakaian da**mnya saja.


Diaz membuka b** sedikit, tangannya mulai meremas dengan satu tangan dan sesekali men***m Pucak gunung milik istrinya.

__ADS_1


"Mas, kamu ngapain?" ucap Ani saat mulai tersadar


Ani sungguh kaget karena dia saat ini hanya mengenakan pakaian da***.


Ani berdiri dan mulai menutup tubuhnya.


Kapan aku mulai melepas pakaianku, mengapa aku sudah seperti ini. Ah tidak.... tidak..... sepertinya Aku mulai gila, gumam Ani.


"Bukankah kamu juga menginginkan ini?, jawab Diaz.


Diaz menghampiri istrinya dengan terpincang-pincang. Ani mulai terpojok dan akhirnya menyerah juga.


Sudahlah, ini memang kewajibanku. lupakan Mas Agus dan mulai memperbaiki hubungan baik dengan suami. semoga saja dia bisa berubah, gumam Ani.


Diaz mulai menc*** bibir manis istrinya. Ani mulai menikmati bersama suaminya. meskipun yang dia bayangkan adalah Agus.


Diaz semakin bersemangat ketika melihat istrinya mulai bergai***. Diaz melakukan pemanasan yang membuat Ani semakin tergoda. Sekali lagi Diaz men***m bibir manis Ani hingga akhirnya mereka menyatuhkan milik mereka.


Diaz benar-benar puas karena istrinya juga ikut berg****.


"Terimakasih sayang. semoga malam ini akan jadi Diaz junior," bisik Diaz ditelinga Ani.


Ani tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Kini mereka menutupi tubuhnya dengan selimut dan mulai untuk tidur. Diaz masih tersenyum saat memandang wajah cantik istrinya saat tidur.


Ani terbangun saat sebuah ketukan pintu rumahnya yang berbunyi beberapa kali. jam dinding sudah menunjukkan pukul delapan pagi.


Ani melihat suaminya yang masih tertidur pulas. Ani segera bangun dan membukakan pintu rumah miliknya.


"Selamat Pagi Bu, Pak Diaz ada?," ucap seorang Polisi.


"Ada Pak, tapi Masih tidur," jawab Ani.


"Bisa minta tolong dipanggilkan,".


Ani mempersilahkan kedua polisi itu masuk, Dia lekas menuju kekamar dan membangunkan suaminya.


Suaminya terbangun dan tersenyum. Dia menarik Ani hingga membuat istrinya berada tepat diatasnya.


"Ayo kita lakukan lagi sayang," ucap Diaz.


"Mas.... Sudahlah didepan ada dua orang polisi yang sedang mencari kamu. Cepat kamu pakai bajumu dan temui mereka," jawab Ani.


Diaz segera memakai bajunya dan menghampiri polisi itu diruang tamu.


"Selamat Pagi Pak, Ada apa?," ucap Diaz.


"Saya mengirimkan surat panggilan untuk Pak Diaz, saya harap Bapak bisa ikut saya sekarang untuk dimintai keterangan," ucap salah satu polisi.

__ADS_1


Diaz mulai membaca isi surat panggilan itu. Diaz meminta ijin kepada kedua polisi itu untuk mandi terlebih dulu.


Astaga kenapa ini bisa terjadi, kasus tabrak lari itu mengapa masih dipeributkan, gumam Diaz.


__ADS_2