The Guardian

The Guardian
fuzzle.


__ADS_3

Aku menggeser pandangan ke sana kemari menatap apapun yang menarik agar tidak terus memikirkan isi tulisan yang dibacakan Ralyne tadi. Ras kami hasil percobaan para penyihir? Menyedihkan sekali. Ralyne sendiri terduduk dan belum bergerak sejak bermenit-menit lalu sedangkan lembaran putih itu sudah terbang entah ke mana tertiup angin.


Di luar hujan mulai reda hanya menyisahkan suhu dingin ekstrim. Aku kepikiran untuk segera menyalahkan api agar suasana tegang ini bisa sedikit mencair.


"Menurutmu apakah ada kemungkinan jika itu karangan seseorang saja?"


Pertanyaanku terdengar sangat bodoh. Tentu saja itu karangan seseorang. Buku sejarah kan memang ditulis orang-orang masa lalu agar generasi selanjutnya bisa mengetahui apa yang terjadi.


Ralyne melirikku dengan alis terangkat tapi tidak mengatakan apapun. Ia duduk dengan lengan terlipat dan dahi berkerut dalam. Tampaknya ia memikirkan sesuatu yang rumit.


Buku sejarah memang mencatat bahwa ras Shifter pernah di perbudak bangsa penyihir tapi tak ada keterangan mengenai penciptaan. Jika apa yang dituliskan buku kuno itu benar maka semuanya wajar saja ras kami dijadikan budak.


"Bisakah kau menterjemahkan sisanya? Kita mungkin bisa dapat lebih banyak petunjuk."


"Hmm!"


Aku melirik buku kuno itu ragu-ragu. Melarikan pandangan pada sampul merah kusam yang memiliki ukiran akar yang berliuk-liuk. Aku bisa saja melakukannya tapi halusinasi yang menghantam setiap kali tulisan itu terbaca mataku sangat menggangu. Aku tidak menyukai sensasi yang ditimbulkannya.


Rasanya aku seperti ditarik ke dalam dunia buku dan mengalami semua yang dituliskan secara langsung. Dan dalam beberapa alasan yang tertera di buku sangat mirip dengan mimpi-mimpi aneh yang sering mendatangiku.


Bahkan ketika perang itu, rasanya seolah aku benar-benar berdiri di sana, memegang senjata, dan bertarung. Hal yang dalam kehidupan normal sangat tak mungkin kulakukan. Aku tak pandai bertarung.


"Kita mungkin akan menemukan hal yang lebih mengguncang lagi," kataku hati-hati.


Bagaimana jika semua yang dituliskan dalam bukit sejarah itu semua kebohongan? Itu bisa mengubah banyak hal.


"Sudah pasti kan, tapi mungkin kita akan mendapat petunjuk mengenai dark ROUGE. Jika buku itu menuliskan tentang era sebelum zaman permulaan bisa jadi ada informasi mengenai identitas sang penghancur."


Ralyne kelihatan bersemangat saat mengatakan itu.


"Soal itu ..." Aku sudah memiliki beberapa dugaan tapi aku takut dengan pikiran itu. "Apa boleh buat."


Aku kembali membuka buku kuno itu membaca lembaran berikutnya bersiap menerima kilasan halusinasi itu. Tanganku agak gemetar saat menuliskannya.


'Mereka yang mampu bertransformasi dalam dua wujud berbeda.


Sebagai budak, para Shifter hanya tunduk pada perintah tuan mereka.

__ADS_1


Berkelana ke seluruh penjuru memburu ras yang tersisa. Pembantaian demi pembantaian terjadi sampai pada sebuah malam.


Saat perak bulan berubah menjadi sepenuhnya biru sebuah keajaiban terjadi.


Sala satu Shifter dan merupakan satu-satunya perempuan mendapatkan berkah dari sang Dewi.


Ia dipilih untuk mengembalikan perdamaian pada dunia. Meletakkan hak para ras pada tempatnya dan mengakhiri kekuasaan kegelapan.


Gadis itu yang disebut sebagai soul of moon. Memimpin pasukan dari ras yang tersisa menyatakan perang pada ras penyihir dan kegelapan.


Membuat sekali lagi benua soul of land jatuh dalam kekacauan.


Perang besar bertahun-tahun yang pada akhirnya dimenangkan oleh soul of moon.


Demi menjaga agar dunia tetap aman. Soul of moon memisahkan benua menjadi beberapa bagian. Membangun dinding perlindungan dan membuat perjanjian suci yang mana melarang ras satu dengan yang lain untuk saling membuat kontak. Mereka akan hidup di dunia masing-masing dan yang melanggar akan menerima hukuman berat.


Semua kembali pada keadaan damai walau dalam suasana berbeda.'


"Itu semuanya."


Kami berpandangan setelah membacanya dan sekali lagi tenggelam dalam keheningan. Ekpresi Ralyne yang biasanya polos itu sekarang dipenuhi guratan tegang. Seakan wajahnya terkena pembengkakan dan melebarkan diri sendiri.


"Apa kau memikirkan hal yang sama denganku?" Tanya Ralyne, sorot cemas menari-nari dalam matanya.


"Kurang lebih," balasku ragu-ragu, menatap rambut halus di tanganku berdiri tegang. "Sang kegelapan adalah seorang penyihir."


"Kurasa itu masuk akal. Ia menggunakan sihirnya untuk menciptakan dark ROUGE."


Mereka menciptakan ras kami membuat ras lain bukan masalah baginya tapi rasanya masih ada yang janggal.


"Kau melewatkan poin pentingnya."


Dahi Ralyne berkerut dalam."maksudku tujuannya? Seseorang yang disebut soul of moon?"


Ya, makhluk itu tidak mungkin datang begitu saja setelah ribuan tahun.


"Coba lihat bagian ini," kataku menunjuk sala satu lembaran. "Soul of moon, dia lahir pada purnama biru. Itu berarti seseorang yang lahir pada waktu yang sama."

__ADS_1


Apa di pack memiliki seseorang seperti itu?


"Selena."


Ha! Aku mengerjapkan mata.


Ralyne memutar bola mata, melepas napas lelah. "Kau sangat tidak tertolong ..." Ia menggeleng prihatin. "Selena, Azu. Dia lahir pada purnama biru. Itulah mengapa orang-orang memperlakukannya istimewa. Bahkan para GUARDIAN."


Aku berharap Ralyne mengatakan ya atau gerakan semacam selamat kau telah ditipu tapi setelah kutunggu ia tak melakukan apapun. Hanya diam memandangku dengan ekpresi polos biasa.


"Itu lelucon, kan?"


Lalu tiba-tiba kesadaran menarik diriku. Waktu itu Kaden bilang mereka sudah tahu tujuannya. Jadi itulah mengapa mereka menjaga Selena siang dan malam karena ia si soul of moon. Semuanya jadi jelas sekarang tapi ...


"Menurutmu para GUARDIAN sudah tahu ini sejak lama? Siapa mereka sebenarnya?"


"Siapa yang tahu." Ralyne mengangkat bahu. "Tapi, aku tidak akan heran kalau mereka itu sebenarnya sejenis sang penghancur. Maksudku mereka berada dari waktu yang sama."


Bukankah itu akan membuat semuanya jadi lebih runyam? Tapi anehnya aku tak bisa menyingkirkan kemungkinan itu.


Nenek bilang mereka pendatang yang muncul saat pack diserang ROUGE aneh. Mungkinkah yang dimaksud nenek waktu itu dark ROUGE? Dan jika itu benar berarti sang penghancur sudah muncul sejak bertahun-tahun lalu.


Namun mengapa baru menyerang sekarang? Apa yang makhluk itu rencanakan? Dan para GUARDIAN siapa sebenarnya mereka?


Banyak sekali pertanyaan muncul di kepalaku, membuat pusing. Aku nyaris tidak menikmati sisa hari itu dengan baik. Rasanya seolah ada banyak fuzzle yang berterbangan dan menuntut untuk disatukan.


Selain itu jika soul of moon Selena mengapa makhluk itu mendatangiku? Mengirimkan suaranya padaku? Memintaku untuk menjauhi para GUARDIAN.


Nada suaranya yang dipenuhi kepahitan seolah dirinyalah yang menjadi korban dan bukan sang pelaku.


"Jangan berpikir terlalu keras." Ralyne menahan tanganku yang menjambak rambut. "Pelan-pelan saja. Kita akan menemukan jawabannya, tenang saja."


Ia tersenyum lembut.


"Kita pasti bisa mengetahui kebenarannya."


Itu lebih dari sekedar kata-kata. Itu harapan terbesarku saat ini dan malam itu sekali lagi mimpi tentang perang mendatangiku.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2