THE PENANCE 2 : PREGNANT

THE PENANCE 2 : PREGNANT
TP2 - 13


__ADS_3

Seorang wanita tua datang ke kantor polisi. Dia ingin melaporkan sesuatu. Wanita tua itu duduk berhadapan dengan Gitta yang mencatat semua informasi dari wanita itu.


"Kami sedikit khawatir, karena dia tidak keluar dari rumahnya selama beberapa hari. Kami tidak yakin, tapi sepertinya dia sedang mengandung," kata wanita tua itu.


"Mengandung? Suaminya di mana?" Tanya Gitta.


Wanita tua itu tampak berpikir. "Sebenarnya dia belum menikah, tapi ada pria yang sering datang ke rumahnya. Aku tidak tahu siapa pria itu."


Gitta mengangguk. "Terima kasih atas informasinya, Nyonya. Kami akan segera pergi ke rumahnya."


Para polisi tiba di rumah Arinda. Zega, Gitta, Arghi, Marla, Gunawan, Bayu, dan Andy menggeledah rumah itu. Andy dan Bayu memasang garis polisi di rumah itu. Meskipun bukan TKP pembunuhan, para polisi mencegah adanya orang yang masuk ke rumah tersebut dan mengacak-acak petunjuk yang kemungkinan ada di rumah itu.


Saat menggeledah, mereka tidak menemukan apa pun. Wanita tua itu juga berada di sana. Dia membantu sebisanya.


Zega menatap foto Arinda di tangannya kemudian dia bertanya pada Gitta, "Kau bilang saksi melihat pria yang masuk ke rumah Arinda. Apa dia menjelaskan ciri-cirinya?"


"Dia bilang, pria itu memakai masker dan kacamata hitam. Sepertinya dia bukan orang yang tinggal di sekitar sini," jawab Gitta.


Zega mengedarkan pandangannya. "Tidak ada CCTV di sini. Mungkin karena tempat ini terlalu menjorok."


"Ada CCTV di pertigaan, Senior. Kita bisa melihat siapa saja yang keluar-masuk ke wilayah ini," ucap Andy.

__ADS_1


Zega mengangguk. "Baiklah, ayo kita cek CCTV itu."


Saat mereka akan pergi, langkah Gunawan terhenti mendengar suara tangisan bayi. Pria itu mengedarkan pandangannya sambil menyentuh tengkuknya yang merinding.


"Kenapa tiba-tiba aku mendengar suara tangisan anakku? Ah, tidak, ini bukan suara anakku. Bayi siapa yang menangis?" Gunawan melihat ke sekeliling.


Arghi memanggilnya, "Gunawan, kau sedang apa?"


"Oh, tidak." Gunawan pun ikut masuk ke mobil.


Wanita tua yang tadi melapor pada Gitta berdiri di samping rumah Arinda. Tiba-tiba dia berubah menjadi Zael.


"Sulit membuat mereka menemukan mayat Arinda. Pria brengsek itu pintar sekali menyembunyikan mayat di pembuangan tinja. Para polisi itu tidak akan menemukannya," gumam Zael.


Setelah mendapatkan salinan rekaman CCTV di pertigaan jalan menuju ke rumah Arinda, Gunawan memutar rekamannya. Zega dan yang lainnya melihat rekaman tersebut.


"Daerah itu sangat sepi. Jarang ada mobil atau motor yang masuk," ucap Marla.


"Tapi, wanita tua itu bilang, pria yang suka datang ke rumah Arinda adalah pria bermobil," kata Gitta.


"Stop!" Suruh Zega. Gunawan mem-pause videonya.

__ADS_1


"Tulis plat nomornya," suruh Zega.


Andy segera menuliskan plat nomor dari mobil tersebut. Dia segera mencari di basis data. "Tampaknya hanya mobil ini yang keluar-masuk daerah ini."


Zega melihat pria bertopi di kursi kemudi mobil tersebut. "Dia sepertinya bukan orang sembarangan, tapi dia pergi ke perumahan biasa. Sepertinya orang itu adalah pria yang diceritakan oleh saksi."


"Pria?" Tanya Arghi.


Zega menunjuk pengemudi mobil. "Lihatlah, dia tampak seperti pria. Tubuhnya tampak kekar. Selain itu, dia memakai masker dan kacamata hitam seperti yang diceritakan saksi."


"Ketemu!" Sahut Andy tiba-tiba. Perhatian para polisi tertuju padanya.


"Pemilik mobil ini adalah seorang pria bernama Aldio Fajar. Dia seorang aktor terkenal," kata Andy sambil memperbesar foto Dio.


"Bukankah dia bintang tamu di variety show kemarin?" Tanya Marla pada Arghi.


Bagi yang penasaran dengan Zega dan Gitta, bisa cek cerita mereka di novel "H-07" dan "H-12 : CATCH"


...🌳🌳🌳...


^^^15.30 | 24 April 2021^^^

__ADS_1


^^^By Ucu Irna Marhamah ^^^


__ADS_2