THE PENANCE 2 : PREGNANT

THE PENANCE 2 : PREGNANT
TP2 - 27


__ADS_3

Di dalam mobil, Haikal mengusap kasar rambutnya. "Kenapa aku tersesat begini?! Aku sudah tahu jalan sekitar sini, tapi kenapa aku kembali ke tempat pembuangan tinja."


Tiba-tiba terdengar suara perempuan dari dalam mobilnya, tepatnya dari kursi belakang. "Apa setelah membuang tubuhku ke laut kau merasa lega?"


Haikal terlonjak kemudian menoleh ke belakang. Arinda menatap padanya. Wanita itu tampak cantik seperti pertama bertemu di meet and greet Dio.


"Arinda," gumam Haikal.


** Flashback **


Haikal menyodorkan amplop tebal berisi uang ke meja. "Aku meminta maaf atas apa yang dilakukan Dio padamu. Aku baru tahu dia telah menghamilimu. Mungkin itu alasannya dia pergi ke Bali untuk menenangkan pikiran. Aku harap kau pindah dari tempat ini. Jika kau tidak pindah, dia pasti kembali menemuimu."


Arinda yang sedang hamil 5 bulan itu menatap amplop di depannya. "Aku tidak pernah menerima uang sepeser pun dari Dio. Kau siapa?"


"Aku managernya. Seperti yang kau tahu, Dio seorang aktor yang cukup sukses tahun ini. Aku tidak mau hubungannya denganmu menjadi skandal nantinya. Nama baik perusahaan dan karir Dio akan berakhir. Kau pasti mengerti maksudku, kan?" Ucap Haikal.


Arinda tersenyum sambil mengusap perutnya. "Aku mengerti maksudmu, Pak Manager, tapi Dio akan kembali dan menikahiku. Aku sedang mengandung anaknya."


Haikal menghela napas berat. "Dio tidak sebaik itu, Arinda. Kau tidak mengerti. Aku tidak ingin kau menjadi korban Dio yang selanjutnya."

__ADS_1


Arinda mengernyit. "Maksudmu?"


Haikal menghela napas berat. "Aku tidak bisa mengatakan lebih jauh lagi karena itu hanya akan melukai perasaanmu."


Arinda tampak sedih.


"Aku pergi." Haikal pun berlalu.


Saat Dio kembali setelah berlibur di Bali, Haikal memperingatkannya. "Berhenti mendatangi gadis itu. Kau harus meninggalkannya atau karirmu akan hancur."


"Aku bisa menanganinya," ucap Dio kemudian berlalu.


** End Flashback **


"Awalnya aku berpikir kalau kau orang yang baik, yang bisa menolongku. Ternyata kau dipihak Dio," ucap Arinda.


Haikal tampak merasa bersalah. "Aku sudah memperingatkanmu sebelum kau mati, tapi kau tidak mendengarku."


"Sebelum semuanya terlambat, katakan pada polisi kalau Dio seorang pembunuh dan kau terlibat dengan menutupi kejahatannya," ancam Arinda. "Jika kau tidak mau melakukannya, aku akan membuatmu setengah hidup dan setengah mati."

__ADS_1


Haikal tampak berpikir. Tiba-tiba dia menginjak gas dan melajukan mobilnya secepat mungkin. Arinda berubah menjadi menakutkan.


"Kau membuat pilihan yang salah." Arinda menghilang.


Tiba-tiba beberapa tong menggelinding ke arah mobilnya. Kedua mata Haikal terbelalak lebar. "Dari mana datangnya benda-benda itu?"


Bruk, bruk!


Tong itu menghantam mobilnya. Haikal tidak bisa melajukan mobilnya. Dia berteriak meminta tolong. Karena tidak bisa menginjak gas, Haikal segera keluar dari mobil dan berlari secepat mungkin. Tiba-tiba dia jatuh terperosok ke dalam lubang yang berbau busuk, ternyata dia berada di dalam kubangan tempat pembuangan tinja. Arinda menarik penutupnya, tapi seseorang memanggilnya.


"Arinda, tidak!"


Arinda menoleh, ternyata Nalesha. Gadis itu mengibaskan kedua tangannya. Arinda menautkan alisnya.


...🌳🌳🌳...


^^^17.06 | 24 April 2021^^^


^^^By Ucu Irna Marhamah ^^^

__ADS_1


__ADS_2