
Nalesha dan Zael sedang makan malam di rumah. Tiba-tiba Zael mendengar suara tangisan bayi. Warna matanya berubah menjadi jingga. Nalesha menoleh padanya.
"Polisi sudah menemukan mayatnya?" Tanya Nalesha.
Zael menggeleng. "Sepertinya sesuatu diluar naskah telah datang."
Nalesha mengernyit. "Maksudmu?"
Dio sedang tidur di kamarnya. Tiba-tiba lampu mati. Terdengar suara langkah kaki yang basah mendekati tempat tidur. Terlihat seorang wanita berambut panjang dan berbaju putih itu berdiri di ujung ranjang tempat Dio tidur. Tubuh wanita itu tampak basah. Air menetes ke lantai. Dio membuka matanya dan melihat ke sekeliling, tapi tidak ada apa-apa.
Terdengar suara tangisan bayi. Bahkan kali ini lebih keras dari biasanya. Dio bangkit dan menyalakan lampu, tapi lampu tidak mau menyala.
Dio mengambil ponselnya dan menyalakan senter HP. Lalu dia menyorotkannya ke sekeliling.
__ADS_1
"Aaaa!" Dio berteriak kaget saat senter HP-nya menyorot wajah mengerikan di sampingnya. Karena ketakutan, Dio berlari dari kamarnya menuju ke ruang tamu. Kakinya tersangkut sesuatu hingga dia tersungkur jatuh. HP-nya mati. Dio mendengus kesal. Sekarang semuanya gelap. Dia tidak bisa melihat apa pun, hanya suara tangisan bayi yang terdengar begitu dekat seolah-olah di dekat telinganya.
Sebenarnya wanita itu sedang berdiri sangat dekat di belakangnya. Suara tangisan bayi itu berasal dari perutnya. Napas Dio terengah-engah, jantungnya berdegup kencang.
Dio menutup kedua telinganya sambil berteriak ketakutan. Beberapa menit kemudian, dia menyingkirkan tangannya dari telinga. Dio tidak mendengar suara tangisan bayi lagi. Dia menghela napas lega.
Tiba-tiba sebuah tangan yang dingin dan pucat menyentuh dahinya. Dio menutup mata dengan tubuh gemetar. Pria itu tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Tangan itu merayap di wajahnya. Kuku-kuku jarinya yang tajam mencakar wajah Dio.
"Ah, sial." Dio melihat wanita itu berdiri di depan sana dan menatap tajam ke arahnya. Dio ingin kembali masuk ke apartemennya, tapi sidik jarinya tidak berfungsi, sehingga pintu apartemennya tidak bisa dibuka.
Setiap lampu berkedip, wanita menakutkan itu berpindah 2 meter lebih dekat. Semakin dekat, semakin dekat, dan dekat!
Dio berlari sambil berteriak meminta tolong, tapi tidak ada satu pun orang yang dia temui. "Toloong!"
__ADS_1
Tiba-tiba tubuhnya seolah tertarik ke belakang. Dia terseret-seret oleh sesuatu yang tak terlihat. Punggung Dio membentur kaki wanita itu. Dio mendongkak menatap wanita itu yang menunduk menatap tajam padanya.
Suara tangisan bayi kembali terdengar dan menggema di lorong apartemen. Dio baru menyadari jika suara bayi yang dia dengar berasal dari perut wanita itu.
Wanita itu memegang mulut dan rahang Dio. Dio menggelengkan kepalanya. Wanita itu membuka lebar mulut Dio menggunakan tangannya. Dio membelalak lebar melihat wanita itu membuka mulut dan sesuatu yang berwarna merah dan berurat sebesar bola voli keluar dari mulutnya. Dio meronta, tapi benda itu sudah terlanjur masuk ke mulutnya dengan paksa.
Semuanya menjadi gelap. Dio kehilangan kesadarannya.
...🌳🌳🌳...
^^^13.16 | 24 April 2021^^^
^^^By Ucu Irna Marhamah ^^^
__ADS_1