
Keesokan harinya, Herdian menemui Zega. "Apa-apaan ini. San Entertainment menuntut kita karena dianggap menyebarkan berita palsu mengenai tuduhan terhadap Aldio Fajar."
Zega melihat surat itu.
"Mereka menganggap kepolisian sudah mencemarkan nama baik artis mereka. Karena tuntutan ini, nama baik kepolisian akan tercemar. Cepat cari bukti dan jebloskan aktor itu ke dalam penjara, atau kau akan aku dimutasi ke luar Jawa." Setelah mengatakan itu, Herdian keluar dari ruangan Zega.
Zega meremas kertas itu kemudian membuangnya ke tong sampah.
Di tempat lain, seorang pria paruh baya sedang duduk di tepi lapangan golf. Dia melihat pria muda yang sedang bermain golf dengan yang lainnya.
Seorang wanita cantik bergaun hitam dan berkacamata hitam datang ke tempat itu. Orang-orang di sana membungkuk hormat. Wanita itu tak lain adalah Zega. Pandangan pria paruh baya itu teralihkan padanya.
"Selamat sore, Tuan San Rodriguez," sapa Zega sambil mengangguk santun.
Pria bernama lengkap Marcus San Rodriguez itu juga mengangguk. "Yerisca Zega La Bima?"
Zega mengangguk sambil tersenyum kecil. Mereka pun duduk bersebelahan.
"Aku menghabiskan waktu sore hari di tempat ini. Kebetulan putraku baru kembali dari Madrid," kata Marcus dengan tatapan tertuju pada pria muda yang memegang stik golf. Zega melihat pria tampan itu.
"Ayah." Seorang gadis kecil berlari menghampirinya. Zega tersenyum melihat anak manis itu.
__ADS_1
"Ini putri bungsuku, namanya Alessha," ucap Marcus. "Alessha, ini Kakak polisi, namanya Kak Zega."
"Halo, Kak Zega, senang bertemu denganmu." Alessha tersenyum manis.
Zega tersenyum sambil mengusap rambut gadis kecil itu. "Senang bertemu denganmu juga."
"Kakak tidak terlihat seperti seorang polisi. Kakak terlihat seperti seorang putri karena begitu cantik," kata Alessha.
Zega tersenyum kecil mendengar gombalan Alessha.
"Dia mewarisi gombalanku tampaknya," kata Marcus.
Zega tertawa kecil. "Sebenarnya... ada yang ingin aku katakan mengenai aktor dari perusahaan hiburanmu, Tuan San Rodriguez."
"Tampaknya begitu, kami sedang menyelidiki kasus orang hilang dan kami mencurigai aktor itu," ucap Zega.
"Sayang, kau bermain dulu sana." Marcus menyuruh putrinya pergi ditemani para bodyguard. "Sebenarnya aku sudah melepaskan tanggung jawab terhadap perusahaan hiburan maupun stasiun berita dan TV. Putra sulungku yang mengurusnya. Kau bisa bicara dengannya."
Marcus memanggil putranya sehingga Zega berbicara dengan pria muda itu. Mereka bersalaman.
"Arvenu San Rodriguez."
__ADS_1
"Yerisca Zega La Bima."
Arvenu mengangguk. "Ada yang bisa kubantu?"
"Seorang aktor bernama Aldio Fajar dari San Entertainment menjadi tersangka kasus kami. Dia menuntut kepolisian dan menghalangi jalan penyelidikan. Kami hanya ingin bekerja sama untuk kepentingan umum," kata Zega.
Arvenu mencerna ucapan Zega. "Apa kau yakin dia terlibat?"
"Kami menemukan beberapa bukti termasuk rekaman CCTV malam terakhir sebelum wanita itu menghilang. Kami sedang memastikan, apakah Dio tahu sesuatu atau tidak. Selama penyelidikan, dia tidak pernah bisa diajak kerjasama. Managernya juga terus menerus menghambat penyelidikan kami," jawab Zega.
Arvenu mengangguk. "Kalau begitu interogasi kedua orang itu secepatnya. Aku akan membantumu. Akan buruk akibatnya jika dia mencemarkan nama baik perusahaan. Dia harus dikeluarkan dari perusahaan sebelum kejahatannya terungkap. Aku mau kau merahasiakan kasus ini dari publik."
"Tapi tuntutan dari San Entertainment...."
"Aku akan menariknya. Pengacara San pasti sudah menuntut kepolisian tanpa memberitahuku," kata Arvenu.
Zega tersenyum penuh kemenangan.
...🌳🌳🌳...
Yang penasaran dengan Arvenu San Rodriguez, bisa cek ceritanya di "LA LUNA : Stay with Me"
__ADS_1
^^^11.15 | 24 April 2021^^^
^^^By Ucu Irna Marhamah ^^^