THE PENANCE 2 : PREGNANT

THE PENANCE 2 : PREGNANT
Extra Part 1


__ADS_3

Zega sedang makan siang di restoran depan kantor polisi. Dia hanya sendirian saat itu dan selesai makan siang. Saat dia ingin memanggil pelayan untuk membayar makanannya, tiba-tiba dua orang pria menghampirinya. Yang satu pria berjas dan yang satunya pria berseragam polisi yang berbeda dengan seragam yang dipakai Zega.


Kedua pria itu tersenyum sambil mengangguk santun. Zega melakukan hal yang sama.


"Boleh kami duduk bersamamu?" Tanya pria berjas itu.


Zega mengangguk. "Silakan."


Mereka berdua tak lain adalah Fahreza dan Febrian.


"Maaf kami mengganggumu, tapi kami benar-benar membutuhkan bantuanmu," kata Fahreza.


"Namaku Fahreza Gunindra." Fahreza dan Zega bersalaman.


"Febrian Galih." Febrian dan Zega bersalaman.


"Kalian adalah polisi dari divisi yang berbeda, kan?" Ujar Fahreza sambil melihat Febrian dan Zega bergantian.


Zega mengangguk. Fahreza menoleh pada Febrian. Pria itu menunjukkan foto Nalesha.

__ADS_1


"Selama satu bulan lebih gadis ini menghilang, kami sudah memasang pengumuman pencarian di papan iklan jalan. Mungkin kau pernah melihatnya," ucap Febrian.


Zega tentu tahu, tapi dia tidak langsung menjawab.


Fahreza menunjukkan video rekaman CCTV tempat jasa pengiriman paket. Dalam video tersebut terlihat Zega dan Nalesha yang duduk bersebelahan. Mereka berdua tampak berbincang.


Zega mengangguk. "Aku pernah bicara dengan gadis itu. Saat itu aku ingin mengirim paket, tampaknya dia juga ingin mengirimkan paket. Tapi, aku tidak tahu kalau dia adalah orang yang hilang dan sedang dicari."


Febrian dan Fahreza saling pandang.


"Dia kabur dari rumah. Beberapa minggu lalu, orang-orang melihatnya bersama seorang pria yang sama sekali tidak kami kenali," ucap Fahreza sambil menunjukkan foto Zael.


"Jika kau menemukan mereka, hubungi aku. Aku sudah menjanjikan uang dalam jumlah besar bagi siapa pun yang menemukan mereka," kata Fahreza.


Zega mengangguk kemudian menatap Fahreza. "Lupakan soal uang hadiah yang kau janjikan. Aku akan menyelidiki kasus ini dengan meminta permohonan penyelidikan pada atasanku. Tapi, aku harus menyelidiki sampai akarnya. Salah satunya adalah alasan kenapa dia kabur dari rumah."


Fahreza tidak langsung menjawab.


Zega mengangguk. "Tidak ada informasi yang bisa kau berikan padaku? Artinya aku tidak bisa melakukan penyelidikan."

__ADS_1


"Dia adikku, aku sangat khawatir. Ada alasan pribadi yang tidak bisa kami katakan," ucap Fahreza.


Zega beranjak dari tempat duduknya. "Baiklah, aku akan menghubungi kalian jika aku melihat mereka."


Setelah mengatakan itu, Zega berlalu pergi sambil bergumam pelan, "Apa fungsi polisi di sampingnya? Jika ingin melaporkan orang hilang, kenapa tidak melaporkan dengan rinci. Bisa jadi dia sendiri penculiknya. Dia tidak terlihat sedih saat membicarakan adiknya yang hilang."


Fahreza tampak kesal. "Dia sangat sombong. Meskipun dia keturunan San, dia pelayan masyarakat yang harus melayani masyarakat dengan baik."


Di ruangannya, Zega sudah mendapatkan informasi penting berupa biodata pribadi milik Nalesha.


"Putri bungsu dari istri pertama Gunindra. Kedudukannya sangat bagus, meskipun dia anak bungsu, karena dia anak dari istri pertama," baca Zega.


"Beberapa kali mencoba kabur dari rumah karena alasan pertengkaran pribadi. Aku mengerti perasaannya. Pasti sulit tinggal bersama anak dari wanita yang telah merebut ayahnya dari ibu kandungnya," Zega menghela napas berat kemudian bersandar ke kursi.


"Kenapa pria tua yang kaya selalu membutuhkan dua orang istri? Kenapa?"


...🌳🌳🌳...


^^^20.41 | 24 April 2021^^^

__ADS_1


^^^By Ucu Irna Marhamah ^^^


__ADS_2