THE PENANCE 2 : PREGNANT

THE PENANCE 2 : PREGNANT
Extra Part II


__ADS_3

Tampaknya Nalesha nyaman berada di lingkungan sekolah barunya itu. Dia bisa belajar dengan tekun, memiliki teman, guru yang baik dan perhatian. Sebenarnya dia juga memiliki itu semua saat bersekolah di SMA Parameswara sebelumnya, tapi hal itu tidak membuatnya nyaman, karena jika jam pembelajaran berakhir, dia kembali ke rumah dan akan bertengkar lagi dengan kakak-kakaknya.


Setiap hari selalu saja ada pertengkaran. Entah apa yang dibahas, tapi ada saja permasalahan yang bisa dijadikan bahan untuk memojokkan Nalesha. Apalagi semenjak ayah mereka meninggal dunia.


Namun, sekarang Nalesha ingin melupakan itu semua dan menjalani hidupnya yang baru bersama Zael, meskipun nantinya mereka akan berpisah.


Saat keluar dari gerbang, dia melihat Zega melambaikan tangannya. Nalesha cukup terkejut dengan keberadaan Zega, tapi gadis itu pun menghampirinya.


"Apa kita bisa bicara sebentar?" Tanya Zega.


Karena tidak enak menolak, kedua perempuan itu pun mengunjungi sebuah cafe yang tak jauh dari sekolah.


"Aku dengar Dio ditangkap dan mendapatkan hukuman. Aku merasa sedih dan kecewa, karena dia melakukan kejahatan seperti itu. Tapi, pada dasarnya dia manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan," ucap Nalesha.


Zega menghela napas berat. "Kepolisian sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menutupi kasusnya agar tidak tersebar ke publik demi nama baik perusahaan hiburan San, tapi sepertinya tidak berhasil. Oh, ya, apa kau punya idola lain?"

__ADS_1


Nalesha tampak berpikir kemudian menggeleng.


Zega menyodorkan dua buah foto yaitu foto Nalesha dan Zael. Nalesha melihatnya. Gadis itu menyembunyikan rasa keterkejutannya.


"Aku jujur saja padamu, Nalesha Gunindra. Kakak tertuamu memintaku membawamu dan pria ini padanya dengan imbalan yang besar," kata Zega.


Nalesha tidak langsung merespon. Dia masih menunduk menatap dua foto di tangannya.


"Karena dia tidak memberikan alasan dan informasi yang jelas tentang kaburnya kau dari rumah, aku ingin menanyakannya langsung padamu," ucap Zega.


Zega mendengarkan.


"Sepertinya Tuhan mengabulkan do'aku. Seseorang datang menolongku saat kawanan serigala gunung mengejarku dan ingin memangsaku. Orang itu adalah pria di foto ini. Dia pria yang baik dan menjagaku seperti adiknya sendiri. Hal yang tidak pernah kudapat dari kakakku bisa aku dapatkan dari pria itu. Aku bahagia sekarang, karena jauh dari kakakku. Tapi, sepertinya kakakku tidak tenang jika belum melihat mayatku. Dia memasang fotoku di papan iklan dan menyatakanku sebagai orang yang hilang. Dia ingin menemukanku dan membunuhku dengan tangannya sendiri."


Zega mengangguk mengerti. "Aku sangat mengerti dengan perasaanmu. Aku tahu kau bicara jujur."

__ADS_1


Nalesha mengangguk.


"Kalau kau bahagia dengan jalanmu yang sekarang, berarti aku tidak berhak merenggut kebahagiaanmu dengan membawamu pada kakakmu. Kau berhak bahagia." Zega beranjak dari tempat duduknya kemudian berlalu.


Nalesha mencerna ucapan Zega. Gadis itu juga bangkit dari tempat duduknya lalu menyusul Zega. "Kakak."


Langkah Zega terhenti, saat Nalesha menggenggam tangannya. Dia menoleh menatap Nalesha yang juga tengah menatapnya dengan tatapan sendu.


"Terima kasih, Kak," kata Nalesha.


Zega tersenyum sambil mengusap rambut Nalesha. "Tumbuhlah dengan baik."


...🌳🌳🌳...


^^^22.29 | 24 April 2021^^^

__ADS_1


^^^By Ucu Irna Marhamah ^^^


__ADS_2