THE PENANCE 2 : PREGNANT

THE PENANCE 2 : PREGNANT
TP2 - 20


__ADS_3

Ada banyak paket yang diterima Dio. Para fans yang mengirimkan paket-paket tersebut. Ada yang dikirim ke San Entertainment, ada juga yang langsung dikirim ke apartemennya ( fans yang tahu alamatnya).


Saat ini Dio sedang membuka paket-paket yang datang ke rumahnya. Ada banyak sekali. Pria itu tampak senang melihat hadiah-hadiah mahal pemberian para fans-nya itu.


"Padahal ulang tahunku 2 hari lagi." Dio membuka paket yang terakhir. "Tidak ada nama pengirimnya."


Pria itu mengernyit melihat isinya ternyata foto dirinya yang dicoret-coret. Ada boneka yang mirip dengan wajahnya ditusuk paku dan silet.


"Benda apa ini? Dia mau mengirim santet?" Dio membuang benda itu ke tong sampah.


Paket-paket aneh mulai berdatangan tanpa diketahui siapa pengirimnya. Terakhir kali dia mendapatkan paket berupa kepala kambing yang bau busuk.


"Apa pengirimnya pemuja setan?" Gerutu Dio. Karena muak, dia menceritakannya pada Haikal.


"Kau mau menuntut pengirim itu? Kau bahkan tidak tahu siapa pengirimnya," kata Haikal.


"Kita bisa meminta polisi untuk menemukan pengirimnya," ucap Dio.


"Ingat, kau sedang dicurigai. Yang ada para polisi menginterogasimu, bukan membantumu. Jika kau tidak membunuh wanita itu, mungkin kau tidak akan mengalami kesulitan seperti ini," kata Haikal.

__ADS_1


Dio membulatkan matanya. "Kau menyalahkanku? Bukankah kau memintaku untuk menyingkirkannya?"


"Iya, tapi bukan dengan membunuhnya."


"Lalu aku harus bagaimana? Aku bahkan tidak bisa tidur. Hantu wanita itu terus menguntitku!" Gerutu Dio.


"Hantu? Kau dihantui wanita itu?" Tanya Haikal.


Dio mengangguk. "Dia berada di apartemenku, menendang kepalaku ke closet, aku juga mendengar suara tangisan bayi padahal tetanggaku tidak ada yang punya bayi."


Haikal terdiam.


Gadis yang tak lain adalah Nalesha itu tersenyum sambil mengangguk sopan. Zega juga tersenyum dan mengangguk.


Nalesha melihat alamat yang dituju di paket yang dipegang Zega. "Oh? Kakak fans beratnya Aldio Fajar?"


Zega melihat paketnya kemudian menoleh pada Nalesha lalu mengangguk ragu. "Iya."


"Aku juga, aku ingin mengirimkan paket ke rumahnya." Nalesha menunjukkan kotak paket yang dia pegang.

__ADS_1


Zega tersenyum kaku. "Baguslah, bukankah ini hari ulang tahunnya?"


"Wah, ternyata Kakak fans fanatik Kak Dio. Kakak benar, sekarang dia berulang tahun. Aku mengirimkan paket yang akan dia ingat seumur hidupnya," kata Nalesha dengan senyuman sumringah, tapi ekspresinya menjadi garang setelah mengucapkan kalimat terakhir.


Zega menatap Nalesha. "Kau menyukai pria seperti itu? Padahal dia tidak tampan sama sekali."


"Iya, dia memang tidak tampan," ujar Nalesha sambil menghela napas berat.


Zega memundurkan wajahnya melihat ekspresi Nalesha yang berubah. "Kau kenapa? Tadi kau sangat senang."


Nalesha tersenyum. "Aku dengar rumor kalau Kak Dio suka melecehkan wanita dari para fans. Aku pikir dia tidak seperti itu, tapi kudengar para polisi sedang menyelidikinya."


Zega mengalihkan pandangannya. "Jika dia bersalah, dia akan segera ditangkap. Aku tidak peduli apakah dia orang yang aku idolakan atau bukan, tapi jika dia berbuat salah, berarti dia sudah siap menanggung risikonya."


Nalesha menoleh pada Zega lalu membatin, polisi ini sangat menautkan.


...🌳🌳🌳...


^^^08.10 | 24 April 2021^^^

__ADS_1


^^^By Ucu Irna Marhamah ^^^


__ADS_2