THE PENANCE 2 : PREGNANT

THE PENANCE 2 : PREGNANT
TP2 - 15


__ADS_3

"Begitukah?" Zega menunjukkan KTP-nya.


Resepsionis itu tampak terkejut melihat nama belakang Zega.


"Kau mau menuntut kepolisian, aku akan mengadukanmu pada pemilik San Entertainment. Karena menghalangi polisi yang ingin melakukan penyelidikan, kepolisian akan menuntut balik San Entertainment," ancam Zega.


Wanita itu segera membungkuk karena gugup, kepalanya sampai terbentur meja. Dia memberitahukan letak ruang tamu perusahaan pada Zega.


Gunawan, Arghi, dan Marla terpukau dengan gaya Zega.


"Ayo, anak-anak," kata Zega sambil melangkahkan kakinya. Ketiga polisi itu mengikutinya.


"Wah, sudah kuduga ini akan berhasil. Kau sangat keren, Senior." Marla mengguncangkan tangan Zega.


Zega hanya tersenyum mendengar itu.


Sementara itu, Dio sedang briefing dengan krunya. Ponsel Haikal berdering. Pria itu memberikan kode agar briefing tetap dilanjutkan sementara dirinya mengangkat telepon.


"Halo?"


"..."


"Apa?" Haikal menoleh pada Dio yang juga menoleh padanya.


"..."


"Baiklah." Haikal menghampiri Dio kemudian berbisik, "Polisi datang mencarimu. Jangan sampai kau tertangkap."

__ADS_1


Dio mengangguk kemudian keluar dari ruangan itu untuk menemui polisi. Pria itu melihat tiga polisi berdiri di belakang polisi wanita yang duduk di sofa.


"Selamat malam, ada yang bisa aku bantu?" Dio menunjukkan ekspresi seramah mungkin.


"Selamat malam." Zega mengangguk. Dio pun duduk berhadapan dengannya.


"Langsung saja ke intinya, kami datang kemari untuk menanyakan, apa kau mengenal wanita ini?" Tanya Zega sambil menunjukkan foto Arinda.


Dio melihat foto tersebut. "Aku melihat wajahnya menghiasi poster di jalanan. Dia wanita yang hilang, kan?"


Zega mengangguk. "Tiga hari yang lalu aku mendapatkan laporan orang hilang. Aku menyelidikinya dan wanita ini sudah menghilang selama selama satu minggu. Bertepatan dengan itu, di malam hari CCTV merekam mobilmu keluar dari wilayah perumahannya. Dipastikan wanita itu menghilang pada malam itu."


Dio mencerna ucapan Zega. "Aku tidak mengerti dengan ucapanmu. Aku tidak mengenal wanita itu."


"Benarkah?" Zega tersenyum kecil. "Aku tidak percaya padamu."


"Aldio Fajar, aku mendatangi rumah Arinda dan rumahnya tampak sangat bersih. Kebetulan sekali aku juga melihat riwayat pembelianmu di supermarket," kata Zega.


Dio mengernyit. "Maksudmu?"


"Kau membeli pembersih sebanyak itu untuk apa? Ada kemasan pembersih yang tertinggal di rumah Arinda yang sangat-sangat kebetulan lagi sama mereknya dengan pembersih yang kau beli," kata Zega.


Dio mendecih kemudian tertawa. "Kau mencurigaiku hanya karena aku memakai pembersih yang sama dengan pembunuh itu? Ini konyol. Semua orang di Kota Jakarta ini menggunakan pembersih yang sama. Seharusnya kau mencurigai semua orang. Ngomong-ngomong aku memakai pembersih itu untuk membersihkan lantai di apartemenku. Kalian bisa mengeceknya sendiri. Aku seorang pria yang OCD. Kau pasti paham maksudku."


Zega mendekatkan wajahnya membuat Dio terkejut. "Pembunuh? Aku datang ke sini untuk kasus orang hilang, bukan pembunuhan. Dari mana kau tahu itu kasus pembunuhan?"


Dio bungkam.

__ADS_1


Zega mendecih. "Kau tidak bisa menjawab? Kami akan temukan jenazahnya dan menangkapmu. Tunggu saja kami kembali, jangan kemana-mana."


Setelah mengatakan itu, Zega dan yang lainnya pergi. Tapi, langkahnya terhenti dan menoleh pada Dio. "Aku tidak tertarik dengan ketampananmu. Kau bukan aktor berbakat. Kau hanya beruntung terlahir dengan wajah yang rupawan."


Dio mengepalkan tangannya. Setelah para polisi itu pergi, Dio berteriak sambil merusak semua barang di meja


Haikal keluar dari ruangan briefing dan menghampirinya. "Apa yang terjadi?"


"Aku harus tahu identitas wanita itu. Kita harus menuntutnya. Kalau bisa, kita bunuh saja," kata Dio.


Haikal mendesis sambil melihat ke sekeliling. "Diam, nanti ada yang mendengarmu."


Di luar jendela, Zael tersenyum. "Polisi wanita itu sangat pintar."


** Flashback **


Saat para polisi menggeledah rumah Arinda, Zael yang menyamar menjadi wanita tua itu meletakkan kemasan pembersih yang digunakan Dio malam itu untuk membersihkan rumah Arinda. Zega yang menemukannya.


** End Flashback **


"Dia bahkan lebih pintar dari Febrian." Setelah mengatakan itu, Zael menghilang.


...🌳🌳🌳...


^^^17.04 | 24 April 2021^^^


^^^By Ucu Irna Marhamah ^^^

__ADS_1


__ADS_2