
Zael mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi, matanya masih berwarna jingga. Nalesha duduk di sampingnya, karena tidak ingin ditinggalkan di rumah hutan sendirian.
"Jadi, kali ini benar itu hantu Arinda?" Tanya Nalesha.
Zael mengangguk. "Dia mengincar Dio."
"Jika Arinda sampai membunuh Dio, penebusan dosamu akan sia-sia. Tidak boleh ada yang mati, meskipun Dio pelalakunya," ucap Nalesha.
"Wanita itu menghilang dari apartemen Dio," kata Zael sambil menghentikan mobilnya. Kedua matanya berubah menjadi normal.
"Apa Dio masih hidup?" Tanya Nalesha khawatir.
Zael mengangguk. "Tapi, ke mana dia pergi? Aku tidak bisa berteleportasi jika aku tidak tahu di mana keberadaannya."
"Jangan-jangan..." Nalesha bergumam, "Dia juga mengincar Haikal."
Zael menatap Nalesha. Warna matanya kembali berubah menjadi jingga. "Kau benar." Dia menginjak gas.
"Aaa!" Nalesha terkejut sambil memegangi sabuk pengaman yang sedari tadi sudah dia pasang. "Jangan terlalu cepat mengemudinya, ada polisi di pos itu."
__ADS_1
Zael menautkan alisnya. Dua orang polisi melihat mobil sport ungu lewat dengan kecepatan tinggi. Mereka segera menaiki motor dan memperingatkan pengemudi mobil agar berhenti.
Tiba-tiba mobil itu menghilang. Kedua polisi itu menghentikan motor mereka. Keduanya tampak kebingungan.
Sementara mobil sport ungu itu tiba-tiba muncul di jalan raya. Zael mengemudikan mobilnya menuju ke gedung San Entertainment. Sementara Haikal baru saja keluar dari gedung tersebut. Dia menaiki mobilnya dan mengemudi sendiri.
Pria itu melewati jalanan sepi menuju ke kompleks perumahan elit. Tiba-tiba seorang wanita berbaju putih dan berambut panjang muncul di depan mobilnya. Haikal berteriak kaget saat mobilnya tidak sengaja menabrak wanita itu.
Napasnya tersengal-sengal karena masih terkejut. Pria itu menurunkan kaca mobil kemudian melihat ke luar tidak ada apa-apa di luar. Saat kembali melihat ke depan, tiba wajah mengerikan muncul di kaca depan mobil.
"Aaarrgh! Apa itu?!" Haikal menghidupkan wiper menyingkirkan wajah itu. Kemudian dia kembali melajukan mobilnya. Darah di kaca depannya membuat dia tidak bisa melihat jalanan, sehingga dia tidak sengaja menabrak pohon.
"Apa-apaan ini? Bagaimana bisa aku berada di sini?" Haikal membasahi kaca depan mobilnya dengan air mineral kemudian dia kembali masuk ke mobil dan menggerakkan lagi wipernya.
Haikal pun pergi meninggalkan tempat itu, tapi dia kembali ke pembuangan tinja. Tampaknya pria itu tersesat. Beberapa kali dia mencoba keluar dari tempat itu, tapi dia kembali ke sana.
Sementara Zael dan Nalesha masih berada di dalam mobil yang berhenti di depan gedung San Entertainment.
"Tidak mungkin," gumam Zael.
__ADS_1
Nalesha menatap Zael. "Ada apa? Kenapa?"
"Hantu itu berteleportasi memindahkan Haikal ke pembuangan tinja," ucap Zael.
Nalesha tampak terkejut. "Apa dia drucless?"
"Dendam dan rasa sakit yang dia rasakan membuatnya bisa melakukan hal sejauh ini. Aku rasa hantu dari bangsa manusia bisa melakukannya, karena dunianya sudah berbeda dengan dunia manusia," kata Zael.
"Kita harus bagaimana? Haikal tidak boleh mati," tanya Nalesha khawatir.
"Sepertinya hantu itu tahu kita sedang mengejarnya, oleh karena itu dia memindahkan Haikal ke sana untuk mengulur waktu agar kita kesulitan sampai di tempatnya," kata Zael.
Nalesha mencerna ucapan Zael. "Aku ada ide."
...🌳🌳🌳...
^^^23.45 | 24 April 2021^^^
^^^By Ucu Irna Marhamah ^^^
__ADS_1