
Nalesha keluar dari tempat jasa pengiriman paket. Dia memasuki mobil di mana Zael menunggunya di dalam mobil.
"Dia polisi wanita yang kau ceritakan itu, kan?" Tanya Nalesha.
Zael mengangguk. "Kau bicara dengannya?"
Nalesha mengangguk. "Aku rasa dia sangat menakutkan. Kau benar, dia sangat pintar. Siapa sangka dia mengirim paket teror untuk Dio. Jadi, selama ini aku dan polisi wanita itu sama-sama meneror Dio?"
Zael tertawa melihat ekspresi menggemaskan dari wajah Nalesha. "Anggap saja kalian sedang bekerja sama."
"Dia benar-benar polisi yang memiliki pendirian," ujar Nalesha.
Zael melajukan mobilnya.
"Satu fakta yang kutemukan," ucap Nalesha.
"Apa yang kau temukan?" Tanya Zael sambil menatap jalanan.
"Polisi wanita itu berasal dari keluarga San/La," kata Nalesha.
"Artinya?" Tanya Zael.
__ADS_1
"Dio bekerja sebagai aktor di perusahaan hiburan milik San, lalu polisi wanita itu berasal dari keluarga San, bukankah itu hal yang bagus? Polisi wanita itu bisa menangkap Dio dengan mudah," ujar Nalesha.
"Dari mana kau tahu kalau polisi wanita itu berasal dari keluarga San?" Tanya Zael.
"Aku melihat dia menggunaka gelang yang ada bulan dan mataharinya, itu lambang keluarga San/La."
"Apa keluarga San/La adalah keluarga yang memiliki status sosial yang tinggi?" Tanya Zael penasaran.
Nalesha mengangguk. "Tentu saja, saat ini mereka berada di urutan ketiga keluarga terkaya di Indonesia. Harga saham mereka terus naik. Apalagi keluarga San tidak hanya berfokus di satu bidang. Selain memiliki perusahaan besar, mereka mendirikan perusahaan hiburan, kantor berita, dan masih banyak lagi."
"Bagaimana dengan keluargamu?" Tanya Zael.
"Keluarga dari ayahku? Keluarga Gunindra tidak sekaya itu," jawab Nalesha.
Malam telah tiba.
Dio membuka paket berupa kado ulang tahun dari para fans. Tapi, kali ini dia mendapat cacian dari para fans-nya. Mereka sudah menganggap Dio sebagai pelaku pelecehan seksual setelah banyak kabar yang beredar di media sosial. Banyak korban yang speak up setelah mereka mengetahui kalau polisi sedang menginvestigasi kasus hilangnya Arinda dan Dio diduga sebagai tersangka.
Dio tampak kesal dan frustasi. Dia mengambil sampanye dan meminumnya untuk menyegarkan pikirannya. Setelah beberapa saat, dia kembali membuka kado-kado itu karena penasaran. Pengirim tanpa nama mengirimkan paket lagi ternyata.
Kedua mata Dio terbelalak melihat kemasan bekas yang dia gunakan untuk membersihkan rumah Arinda berada dalam kotak paket itu. Dia juga menemukan testpack dan foto USG janin berusia 5 bulan.
__ADS_1
"Apa-apaan ini!" Dio menemukan surat yang ditulis dengan darah.
"Kau hanya mau menikmatinya tanpa mau menanggung akibatnya."
Dio merobek kertas itu. Dia marah dan menghancurkan semuanya. Tiba-tiba cairan berwarna merah menetes ke lantai. Dia menyekanya dan ternyata itu adalah darah. Dio membersihkan darah tersebut. Darah semakin banyak bermunculan. Di dinding, lantai, dan meja.
Dio membersihkannya atau dia tidak akan pernah bisa tidur.
Tiba-tiba terdengar suara benda jatuh di kamar mandi. Dia menelan saliva. Karena takut, Dio menyelimuti seluruh tubuhnya dan berusaha untuk tidur. Tapi, tangisan bayi mulai terdengar.
"Aaargghhh!" Dio berteriak frustasi. "Berhenti menggangguku, wanita sialan!"
Suara di kamar mandi semakin keras seperti suara gedoran. Dio semakin tidak bisa tidur, tapi dia juga enggan mengecek ke kamar mandi.
Zael yang berada di kamar mandi menghela napas berat. "Biasanya di film-film orang akan penasaran apabila mendengar suara gedoran, kenapa dia tidak? Ternyata ini lebih sulit dari yang dibayangkan."
Zael menunduk kecewa.
...🌳🌳🌳...
^^^08.43 | 24 April 2021^^^
__ADS_1
^^^By Ucu Irna Marhamah^^^