
Di rumah hutan, Nalesha tampak begitu bahagia. Dia menarik tangan Zael sambil menaiki tangga menuju ke kamarnya.
"Apa yang ingin kau tunjukkan padaku, Nalesha? Aku jadi penasaran," tanya Zael.
Nalesha membuka pintunya. Zael terkejut melihat lukisan karya Nalesha. Itu adalah wajahnya yang tampak begitu rupawan.
"Apa yang tidak bisa kau lakukan, Nalesha? Semua yang kau lakukan selalu mendekati sempurna. Lukisan ini sangat indah," kata Zael yang terpukau dengan wajahnya sendiri di kanvas tersebut.
Nalesha hanya tersenyum mendengar ucapan Zael. "Aku tidak bisa memutar waktu ke masa di mana aku bisa memperbaiki kesalahan-kesalahanku."
Pria itu berbalik menatap Nalesha. Dia memegang kedua lengan gadis itu. "Terima kasih, aku menyukainya. Lukisan ini akan dipajang di ruang tamu."
Nalesha tersenyum. Zael masih menatapnya.
"Kenapa kau menatapku seperti itu? Aku jadi malu." Nalesha mengalihkan pandangannya.
"Apa kau tidak mau kembali bersekolah?" Tanya Zael serius.
__ADS_1
Senyuman Nalesha memudar. Gadis itu menggeleng cepat. "Kakakku pasti akan menggangguku sampai aku benar-benar mati."
"Aku akan melindungimu. Bagaimana pun juga kau harus bersekolah. Status sosial di dunia manusia salah satunya adalah pendidikan yang tinggi, kan? Tidak selamanya aku berada di dunia manusia. Setelah aku dan Arnav benar-benar kembali ke dunia drucless, kau harus kembali hidup dengan bangsamu. Kau harus berpendirian teguh dan bangkit dengan kedua kakimu sendiri," kata Zael.
"Kau akan kembali ke dunia drucless, itulah sebabnya aku takut sendirian. Jika kau pergi, tidak ada lagi melindungiku," kata Nalesha yang nyaris menangis.
Zael memeluknya. "Aku tidak akan membiarkanmu terluka. Saat aku pergi, aku akan mengirimkan pasukan drucless untuk melindungimu. Mereka akan menyamar menjadi bodyguard-mu."
"Bukankah itu dilarang? Drucless tidak boleh berada di dunia manusia. Aku tidak mau kau mendapatkan masalah lagi," rengek Nalesha.
Zael mengusap rambut Nalesha. "Para prajurit drucless yang kukirimkan adalah mereka yang mendapatkan hukuman sepertiku. Bedanya mereka tidak bisa kembali ke dunia drucless meskipun melakukan penebusan dosa di dunia manusia, karena itu mereka di buang ke dunia manusia. Aku bisa memanfaatkan mereka untuk menjagamu. Kau hanya perlu memperlakukan mereka seperti manusia pada umumnya."
"Aku akan mendaftarkanmu ke sekolah lain," kata Zael.
Nalesha mengangguk. "Baiklah, aku akan kembali masuk sekolah. Aku tahu apa yang kau putuskan adalah kebaikan untukku."
Zael mendaftarkan Nalesha di SMA Negeri Tunas Harapan. Pria itu bertanggung jawab penuh atas pendidikan yang akan dilaksanakan Nalesha di sekolah itu.
__ADS_1
Setelah mendaftar, Nalesha bisa masuk besok. Hari ini Zael dan Nalesha kembali ke rumah hutan dengan mobil sport ungu seperti biasa.
"Terima kasih, kau sudah merawatku dengan baik. Kau menasehatiku, menjagaku, dan menjadi sosok kakak yang baik untukku," kata Nalesha tulus.
"Terima kasih juga, kau sudah menemaniku dan membantuku selama ini. Aku merasa senang bersamamu," ucap Zael.
"Aku mendapatkan kasih sayang yang selama ini tidak pernah aku dapatkan dari kakak-kakakku. Kau seperti sahabat, kakak, dan bagian dari hidupku." Nalesha melelapkan kepalanya ke bahu Zael.
Zael tersenyum.
...🌳🌳🌳...
...T H E P E N A N C E 2...
...THE END...
...BY UCU IRNA MARHAMAH ...
__ADS_1
...24 APRIL 2021...
...LANJUT KE EXTRA PART KEMUDIAN KE "THE PENANCE 3"...