THE PENANCE 2 : PREGNANT

THE PENANCE 2 : PREGNANT
TP2 - 01 - WOMAN


__ADS_3

Pria berambut wavy itu memakai kemejanya sambil mematut di depan cermin. Dia tampak begitu tampan dan berkharisma. Pria itu menoleh pada gadis cantik yang tampak tertidur di ranjang. Tampaknya gadis itu tidak mengenakan apa pun, hanya berbalut selimut.


Pria itu pun pergi. Mobil yang dia kendarai sampai di sebuah gedung bernama San Entertainment, perusahaan hiburan terbesar di Indonesia. Ada layar besar yang menampilkan fotonya. Di layar itu tertera nama Aldio Fajar.


Aldio Fajar adalah seorang aktor dan model yang sedang naik daun. Karena prestasi dan ketampanannya, banyak stasiun TV yang berlomba-lomba mengundangnya ke acara mereka. Tapi, hanya beberapa acara TV bergengsi yang dia hadiri. Dia juga eksis di luar negeri dengan menjadi pemeran pendukung beberapa film terkenal di Hollywood.


Beberapa kru menyapanya, tapi Dio berjalan dengan pandangan lurus tak membalas sapaan mereka. Ya, dia terkenal cukup angkuh di mata para kru perusahaan.


Para kru berbisik membicarakannya.


"Lihatlah cara dia berjalan dan menatap orang di sekitarnya. Seolah-olah perusahaan ini miliknya saja. Bahkan Tuan San Rodriguez tidak pernah bersikap seperti itu."


"Dia hanya beruntung memiliki wajah tampan. Seandainya dia tidak memiliki wajah itu, dia bahkan tidak akan berani menatap wajahnya sendiri."


"Bahkan haters mulai bermunculan dan menyerangnya. Itu karena sikapnya sendiri."


Dio menemui managernya yang bernama Haikal. "Batalkan saja undangan dari TV itu, aku malas datang ke sana. Mereka tidak bisa mewawancarai dengan profesional."


Haikal melirik Dio. "Undangan TV yang mana?"


"Itu yang pembawa acaranya tidak pernah serius mewawancarai yang mukanya seperti komedian," jawab Dio.


Haikal meletakkan cangkir kopinya. "Kau tidak bisa memutuskannya begitu saja. Kau sudah setuju dan menandatanganinya, kenapa kau tidak mau hadir?"


"Semalam ada bintang tamu seorang aktor legend dan apa yang dilakukan MC? Ngelawak, aku tidak mau dijadikan bahan lawakan seperti bintang tamu semalam," ucap Dio sambil melipat kedua tangan di depan dada.


"Aku pikir itu bukan melawak, itu bercanda," ujar Haikal.

__ADS_1


"Aku tidak mau, kalau kau bersikeras mau aku hadir, kau saja yang gantikan aku." Dio pergi setelah mengatakan itu.


Haikal menatap pintu yang tertutup. "Kenapa dia suka memutuskannya sendiri?"


Sementara itu, gadis yang semalam tidur dengan Dio terbangun. Dia melihat ke sekeliling. Tidak ada siapa-siapa di kamarnya. Perempuan itu pun pergi mandi. Sambil berendam, dia melamun.


** Flashback **


Meet and Greet with Aldio Fajar


Itulah pertemuan pertama Dio dan dirinya. Para fans datang berbondong-bondong untuk mendapatkan tanda tangan Dio. Mereka juga membawa banyak hadiah untuk pria yang mereka idolakan.


Jantung gadis itu berdebar-debar saat mengantre di belakang para fans. Satu orang di depannya sudah selesai. Sekarang gilirannya.


Gadis itu menunduk dengan kedua pipi memerah. Dio menatapnya kemudian tersenyum.


"Arinda," jawab gadis itu.


"Nama yang indah." Dio memiringkan kepalanya.


Arinda memberikan kue pada Dio. "Ini buatanku sendiri. Aku membuatnya beberapa kali sampai membuat yang paling sempurna."


"Tuan Dio tidak bisa memakan makanan sembarangan," kata bodyguard di belakang Dio.


Arinda menunduk takut. Dio mendongkak menatap bodyguard-nya. "Tidak apa-apa."


Setelah berkata demikian, Dio memakannya. "Rasanya lezat, terima kasih."

__ADS_1


Arinda tersenyum senang.


Setelah Meet and Greet selesai, Arinda menyetop taksi. Dia masuk dan menyebutkan alamatnya pada sopir. Tiba-tiba seorang pria juga masuk.


"Jalan, Pak!" Suruhnya, ternyata pria itu Dio.


"Maaf, tapi Nona ini lebih dulu," kata sopir.


Arinda melihat gerombolan wanita yang berlarian. Arinda pun berkata, "Tidak apa-apa, Pak."


"Arinda?" Dio kaget melihat Arinda.


"Kau mau pergi ke mana? Biar sopir mengantarmu terlebih dahulu," kata Arinda.


"Ke rumahmu saja."


"Apa?"


** End Flashback **


Arinda tersenyum sendu mengingat semua itu.


...🌳🌳🌳...


^^^06.39 | 24 April 2021^^^


^^^By Ucu Irna Marhamah ^^^

__ADS_1


__ADS_2