
The Rising Of The Lord Hero
> Chapter 42 "Ikatan"
Energi Ayna terus memadat dipusat tameng Pahlawan, sehingga menjadikannya bola energi padat. Arnabas pun menembakan bola energi tersebut ke arah Shenron.
Shenron mengerutkan dahinya mengetahui serangan tersebut adalah serangan fatal. Akan tetapi energi bola itu melesat melebihi kecepatan suara membuat Shenron tak dapat berkutik.
'BLASSSHH'
Tubuh Shenron tertubruk bola energi tersebut membuat Shenron merasa kesakitan. Dirinya terlontar sejauh kurang lebih tiga ratus meter dari lokasinya bertarung.
"Hegh, hanya segini saja-"
'DEG DEG'
"Argghh!"
Ketika Arnabas ingin memprovokasi Shenron lebih jauh. Tiba-tiba ia merasakan Jantung Zef melemah sehingga dia berlutut ke tanah menahan nyerinya.
"Sial!! Aku terlalu memaksakan tubuh bocah ini. Cih! Anak ini masih belum siap menjadi wadah ku, fisiknya terlalu lemah." gumam Arnabas.
****
Sementara itu di kejauhan Faisya beserta Penyihir Wanita sedang menyaksikan pertarungan epik dari bawah bukit batu. Penyihir yang tengah hamil muda itu menyaksikannya dengan antusias mengetahui Shenron telah dikalahkan.
"Rasakan Feniks!! Itu karma karena kau telah membunuh suami ku!" kata Penyihir itu ketus.
Karena Faisya penasaran dengan penyihir didekatnya, iapun memulai obrolannya kembali.
"Boleh aku tahu anda siapa Nona?" tanya Faisya.
"Nama asli ku Eilaria Roseta, aku dikenal sebagai penyihir dari bukit Turas. Panggil saja aku Eila."
Faisya mengangkat alisnya mendengar namanya. Siapa yang tidak kenal dengan nama penyihir yang satu ini, dia adalah seorang penyihir yang tersohor di Kerajaan Elceria. Masuk kedalam kategori petualang tingkat Penakluk atau tier tertinggi yang dia raih sebagai seorang petualang.
Tak banyak orang yang dapat menyamai reputasinya sebagai seorang Petualang terkuat. Meskipun penampilan Eilaria tampak seperti gadis muda dewasa akan tetapi dia sudah berumur lebih dari dua abad.
Eilaria baru saja menikah dengan seorang petualang yang juga berada pada tingkat Penakluk. Meskipun sang suami jauh lebih muda umurnya namun yang namanya cinta tidak memandang usia.
Eilaria adalah seorang penyihir cantik dengan pesona yang dapat memikat hati setiap lelaki yang memandangnya. Sudah ribuan cinta yang dia tolak dari seluruh laki-laki yang menyatakan perasaannya.
Sampai dua abad lamanya dia menyendiri dan tak satupun lelaki yang dapat meluluhkan perasaannya. Pada akhirnya dia menemukan cintanya pada seorang lelaki yang berhasil meluluhkan hatinya.
Lelaki itu bernama Paulo Fernandez, seorang matan kesatria yang mengasingkan diri dari negerinya. Dia dikenal sebagai seorang penakluk naga dan sebagai seorang Kesatria yang sangat di hormati di kerajaan asalnya.
Selain itu dia juga memiliki paras yang rupawan yang membuat wanita juga jatuh hati ketika melihat ketampanannya.
__ADS_1
Entah mungkin karena suatu alasan dia pergi dan memutuskan untuk mengasingkan diri dari kerajaannya. Pada suatu ketika Fernandez bertemu dengan seorang penyihir yang cantik jelita di hutan.
Kebetulan sekali dia sedang berburu dan berhasil menangkap seekor rusa jantan. Dirinya kemudian berpapasan dengan Eilaria di hutan yang sedang mencari tumbuhan herbal. Mereka pun saling bertemu dan munculah perasaan cinta diantara mereka.
Tak lama mereka akhirnya berhubungan asmara selama beberapa bulan dan pada akhirnya menikah. Sebagai janji suci ikatan pernikahan mereka, Fernandez memberikan sepasang artefak cincin magis terlangka yang terbuat dari logam langka serta batu permata naga.
Hanya terdapat sepasang di dunia ini yang menjadikannya salah satu cincin Istimewa. Bukan sebuah cincin artefak biasa, artefak ini mampu mendeteksi cincin pasangan yang terpisah dan tanda bahaya bagi penggunanya.
Cara kegunaannya adalah dengan mengucapkan mantra Hol van untuk mengetahui keberadaan pasangan, maka secara otomatis artefak itu bekerja untuk menemukan cincin yang digunakan pasangan satunya.
Jikalau pasangan dalam bahaya maka cincin itu akan berkelap-kelip dengan cahaya merah selama berulang kali, memperingatkan bahwa pasangan mu sedang dalam bahaya.
Di malam pertama Fernandez dan Eilaria mereka pun bermadu cinta sehingga beberapa minggu kemudian Eilaria hamil untuk pertama kalinya setelah berabad-abad lamanya.
Meskipun terdengar mustahil di usia Eilaria sekarang dapat hamil, akan tetapi Eilaria berhasil memodifikasi tubuhnya agar tidak bisa menua dengan mantra kutukan terlarang.
"Sebenarnya kenapa dengan suami anda Nona Eila?" tanya Faisya.
"Suami ku dibunuh oleh bedebah Feniks itu! Dia...dia!" Eilaria mulai menitikkan air mata.
Sedikit mundur kebelakang, pada suatu hari Fernandez ingin berburu Rusa ke hutan. Dia lantas berpamitan kepada Eilaria untuk pergi berburu. Fernandez pun pergi dengan sebuah senjata pusaka yang dia bawa yakni Busur Penguasa Langit, hanya untuk berjaga-jaga jikalau ada monster atau orang timur menyebutnya sebagai siluman.
Fernandez memperoleh busur pusaka itu dari pamannya pada saat ulang tahunnya yang ke lima belas tahun.
Karena jarak antara bukit Turas dengan pegunungan Valno tidaklah jauh membuat Fernandez pergi kesana karena tak tahu seluk beluk wilayah ini. Ia tidak tahu jikalau di Elceria ada sebuah tempat terlarang yakni Lembah Naga yang sangat terkenal akan kengeriannya.
Dia mulai membuat kerusakan di daerah itu dengan menggunakan Busur pusakanya dan berhasil membantai seekor naga. Tentu saja sang Feniks Agung yakni Shenron tidak tinggal diam.
Sebelumya Shenron sudah mengetahui keberadaan Fernandez yang memasuki wilayahnya, tapi dia hanya membiarkan saja. Karena dia pikir dia akan dihabisi oleh para naga sebelum bertemu dengannya.
Akan tetapi sepertinya diluar ekspektasinya, Fernandez justru membunuh seekor naga langit dengan pusakanya tersebut.
Mengetahui jikalau Fernandez adalah seorang perusak, Sang Feniks Agung keluar dari persemayamannya, kemudian secara singkat, padat dan jelas Fernandez dengan mudah dihabisinya.
Tubuhnya kemudian dimakan oleh para Naga Langit hingga menyisakan jarinya manisnya saja. Sedangkan busur pusakanya dipatahkan dengan mudah oleh Shenron.
"Dasar manusia! Tak pernah lelah berbuat kerusakan! Ya Tuhan ku, aku harap engkau membinasakan mereka dari Ceos ini." ucap Shenron yang sedang mematahkan busur pusaka seperti mematahkan sebuah ranting.
Sementara itu di lain tempat, Eilaria yang sedang memasak sup kesukaan suaminya dikejutkan dengan cincin nikahnya yang mulai berkelap-kelip memerah. Mengetahui suaminya dalam bahaya diapun segera menyusulnya dengan mengendarai sapu terbang miliknya.
Dalam perjalanan menuju lokasi dia mengerutkan keningnya bahwa Fernandez pergi terlalu jauh dari bukit Turas. Sesampainya di lokasi dia hanya melihat busur dan menemukan sepotong jari manis milik suaminya yang masih terlingkari cincin.
Dengan berlinang air mata Eilaria menangis sejadi-jadinya mengetahui Suaminya telah mati. Shenron yang mengamati dari kejauhan hanya berdiam diri.
"Menyedihkan sekali!" kata Shenron sembari mendengus.
Sementara itu Eilaria menyimpulkan bahwa suaminya telah di bunuh oleh Sang Feniks Agung. Karena menurutnya tak ada orang ataupun Monster yang dapat mematahkan busur pusaka milik Fernandez kecuali Sang Feniks itu sendiri.
__ADS_1
Diapun menjadi dendam terhadap Shenron dan akan bersumpah membunuhnya.
****
"Jadi oleh sebab itu anda sangat membencinya?" kata Faisya.
"Iya nona kecil! Tapi sekarang aku bisa merasa puas melihatnya telah berhasil dikalahkan. Aku tidak menyangka kakak mu punya kekuatan yang luar biasa. Kalian pasti bukan orang biasa, sebenarnya siapa kalian ini? Apakah kalian dewa penyelamat atau mungkin Lord Hero telah muncul?"
Eilaria berkata demikian oleh karena tak mungkin seorang manusia biasa dapat membunuh seorang Feniks Agung. Hanya dewa atau mungkin pahlawan saja yang dapat mengimbangi kekuatan para Feniks.
****
Kembali ke situasi Arnabas, saat ini dia masih memegangi dada Zef yang sakit. Karena Arnabas terlalu memaksakan tubuh Zef pada akhirnya dia juga merasakan sakit. Arnabas mencoba memulihkan Zef dengan Ayna dan tenaga dalam yang tersisa.
Tubuh Zef pun kembali sehat meskipun mengalami beberapa luka serius. Arnabas hanya dapat merasuki tubuh Zef selama sepuluh menit saja karena keterbatasan tenaga dalam Zef yang tak begitu banyak.
Arnabas sudah menyadari kelemahannya itu dan diapun memutuskan untuk mengembalikan kesadaran Zef.
"Cih, waktu ku juga sudah habis! Apa di jaman sekarang orang-orangnya tidak melatih tenaga dalam? Aku dulu bahkan bisa lebih lama dari ini sial." gumam Arnabas.
Sementara Arnabas masih dengan ocehannya. Suasana area sekitar menjadi begitu hening seketika. Awan hitam mulai menutupi terangnya sinar rembulan di barengi dengan turunnya hujan serta kilatan petir dan guntur. Angin berhembus kencang menimbulkan badai seketika di lokasi itu.
"Cih! Aku ingat dengan perasaan ini. Diaaa!" Arnabas merasakan sesuatu yang menurutnya tak asing baginya.
Dari jarak tiga ratus meter tiba-tiba muncul sesosok kaiju naga langit raksasa seukuran gunung. Bentuk badannya hampir sama dengan King Ghidora yang terdapat pada film fiksi Godzilla, hanya saja berkepala satu dan memiliki sepasang tangan seperti naga pada umumnya.
Tak lain dan tak bukan itu adalah perwujudan dari Sang Naga Chuvash. Kaiju itu kemudian mengeluarkan suara keras yang memekakkan telinga bagi yang mendengarnya.
'SKLAAAAAAAAAAAARRRRR'
"Apa apaan dia itu!? Sial kenapa harus sekarang?"
Bersambung...
(Chapter berikutnya "Kaiju Naga Langit")
Note :
Bagi kamu yang belum tahu siapa itu Shenron dan apa itu Chuvash coba kamu baca kembali Chapter 10 "Sistem" yang sudah Senpai perbarui.
Mampir juga ke Audiobook terbaru Senpai Ya dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, coment dan Votenya terimakasih.
- My Free Life In Another World
- Reinkarnasi : Kembali ke tahun milenium.
Follow juga Instagram author untuk mendapatkan informasi update dan perkembangan novel ini di @sapta_yudha.author
__ADS_1