
The Rising Of The Lord Hero
> Chapter 49 "Reruntuhan Kota Padang Pasir"
Kami pun berlari menyusuri lorong sebelum gerombolan Kalajengking merah itu berhasil memasuki bangunan ini. Kami berusaha ke arah pintu keluar, akan tetapi Faisya malah tersandung sebelum menuju ke lantai dua.
"Aduh!" erang Faisya.
"Cepat Faisya!"
"Kaki ku terkilir kak, tolong aku!"
"Ya ampun!"
Sebelum, aku mendekati Faisya untuk membantunya bangun. Hal tak terduga terjadi.
'CLAK'
"Arghh"
Belum sempat aku melangkah lebih jauh. Salah satu ekor Kalajengking menusuk punggung Faisya dari balik jendela. Aku tak menduga jika salah satu Kalajengking merah langsung menyerang kami.
"Faisyaaaa!!"
"Ugh, Kakak!! tolong aku!"
Kalajengking merah itupun menarik tubuh Faisya dan melemparkannya keluar jendela. Aku secara spontan langsung melompat keluar jendela untuk menyelamatkannya.
Edna-san yang menyaksikan tak mau berdiam diri saja. Dia juga langsung melompat keluar jendela untuk melindungi kami dari para Kalajengking itu.
"Faisyaaa!!" teriak ku.
Aku berhasil menggapai Faisya dan memeluknya ketika melompat. Aku dan Faisya pun jatuh dari atas jendela.
"Henshin!"
'SWOSSHH'
Sebelum tubuh kami menyentuh tanah. Edna-san, berhasil menyelamatkan kami dengan kembali berubah ke wujud aslinya.
"SIAL, AKU BENAR-BENAR LENGAH! ZEF-KUN, BERPEGANGAN LAH!"
"Baik-"
'SWIMINGGG'
"ARGH!"
Belum lama mengudara, sayap Edna-san di serang oleh sebuah garis cahaya (Laser) berwarna merah dari arah Kalajengking Merah Raksasa. Edna-san, kehilangan keseimbangan hingga tubuhnya membentur bangunan yang ada di bawah kami.
Meskipun aku dan Faisya juga ikut terjatuh, tapi untungnya posisi jatuh kami tidak secara langsung mengenai tanah. Kami terjatuh diantara atap bangunan, meskipun itu terasa sakit namun tidak menimbulkan luka yang serius.
Edna-san, tampaknya tak sadarkan diri. Tubuh Naganya masih terbaring lemah di sekitaran reruntuhan bangunan. Darah segar pun terlihat mengalir di bagian sayap kanannya.
Kulihat Faisya juga tak sadarkan diri, setelah terkena sengatan Kalajengking barusan. Aku menyangga tubuhnya dan mencoba untuk memeriksa kondisinya, namun Faisya tak kunjung bangun.
Darah segar mengalir di tangan ku yang sedang menyangga tubuhnya. Darah segar itu berasal dari luka yang dibuat oleh Kalajengking dari punggung Faisya.
"Tidak!! Hey... Faisya ayo sadarlah!" kata ku panik.
Aku masih merasakan kalau Faisya masih bernafas, menandakan nya masih hidup. Aku terus mencoba untuk membangunkannya namun ia tak merespon ku.
__ADS_1
"Faisya, Faisya!" aku terus berulang kali memanggil namanya, namun hasilnya sama saja.
Perasaan sedih, khawatir, dan amarah bercampur menjadi satu. Aku menjadi murka akibat serangan para Kalajengking itu. Secara magis, tameng ku mengeluarkan aura merah yang menyala menandakan kekuatan amarahku.
"Haaaaaa!!!"
Beberapa ekor Kalajengking berhasil menaiki atap bangunan yang sedang kami pijaki. Belum sempat mendekati kami, para Kalajengking itu terhempas kan oleh gelombang kejut dari kekuatan tameng.
Aku mulai kehilangan kendali atas amarah ku sendiri. Saat ini, aku masih menyangga tubuh Faisya sebelum akhirnya aku mendengar suaranya berbisik.
"Kakak! uhuk~"
Emosi ku secara spontan menghilang. Aku yang tadinya dikuasai oleh amarah menjadi tenang seketika. Faisya, kembali siuman membuat kegelisahan ku sedikit berkurang.
"Faisya, bagaimana keadaanmu? Aku takut kehilanganmu."
"Kakak aku uhuk~ sepertinya aku sudah-"
"Tidaaak, jangan bicara lagi! Aku pasti akan menyelamatkanmu."
Edna-san, kemudian bersusah payah mencoba bangkit dari tempatnya. Tubuh naganya terlihat bergetar menahan rasa nyeri yang diakibatkan oleh luka di sebagian tubuhnya.
"KURANG AJAR! DASAR MAKHLUK RENDAHAN, BERANINYA KAU MENYERANG KU!"
Edna-san yang masih berwujud naga merasa tidak terima karena dirinya dipermalukan oleh Monster Kalajengking merah. Meskipun dalam wujud naga, ekspresi kesalnya masih tergambarkan dengan jelas jika dilihat dari wajahnya.
Edna-san, kemudian menoleh kearah ku,
"ZEF-KUN, GUNAKAN POSION PENYEMBUH INI DAN COBA UNTUK MEMINUMKANNYA PADA ADIK MU."
Secara mengejutkan sebuah botol kaca berisikan ramuan muncul dari ruang hampa. Aku menjadi bingung karena hal ini. Darimana dia menyimpan benda itu?
"Terimakasih banyak Edna-san!"
Tanpa menghiraukan perkataan Edna-san. Aku sesegeranya memasukkan cairan botol itu ke dalam mulut Faisya. Tubuh Faisya kemudian diselimuti oleh aura hijau dan secara berangsur-angsur pulih. Namun...
'SWIMIIIING!! DUARS'
"ZEF-KUN AWAS!!"
Aku terlonjak kaget mendengar Edna-san memperingati ku. Sebuah garis cahaya sihir menuju ke arah ku dengan kecepatan tinggi. Secara refleks aku menangkis serangan itu dengan tameng untuk melindungi Faisya.
'BLASHHH'
"Heaaaaaaarggg!!!"
Aku semakin dibuat terdesak, cahaya itu terasa panas mengenai tameng ku. Aku merasa seperti terbakar. Meskipun aku merasakan panas yang menyengat tangan. Aku tetap berusaha untuk tetap tegar
Rasanya memang berbeda dibandingkan menggunakan seri kutukan. Dengan seri kutukan, serangan sekuat milik Sang Feniks agung pun dapat aku hentikan dengan mudah.
Namun, aku sadar jika menggunakan seri kutukan akan berdampak negatif padaku. Oleh sebab itulah, aku enggan menggunakannya. Selang beberapa detik, cahaya sihir yang mengenai tameng ku berangsur-angsur melemah dan lenyap.
Karena serangan tersebut, tameng ku mengepulkan asap. Edna-san, menatap dingin monster Kalajengking Merah raksasa yang barusan menyerang dengan cahaya sihirnya. Secara berangsur-angsur pula, luka yang dialami Edna-san mulai beregenerasi.
"OI EDNA, LAMA TAK BERTEMU! APA KAU MASIH INGAT DENGAN KU SETELAH DUA RATUS TAHUN LAMANYA?"
Aku dibuat terkejut, ternyata kalajengking itu bisa berbicara! Sepertinya monster itu juga sudah berevolusi seperti Edna-san.
"SUARA ITU! AH TERNYATA KAU RUPANYA, AHA HA HA HA! AKU TIDAK PERNAH LUPA."
"TIDAK BIASANYA KAUM NAGA LANGIT MEMBANTU MANUSIA! ADA APA DENGAN RAS KALIAN?"
__ADS_1
"JANGAN SALAH PAHAM! AKU MEMBANTU MEREKA HANYA KARENA PEMUDA INI SEORANG PAHLAWAN PERISAI! AKU SUDAH DIPERINTAHKAN OLEH YANG MULIA SHENRON UNTUK MENGANTARKAN MEREKA DENGAN SELAMAT."
"HEHG! KAUM NAGA MEMANG NAIF! MAU DIA PAHLAWAN ATAU BUKAN, MEREKA TETAPLAH MANUSIA. KARENA KAU SUDAH DISINI, AKU AKAN MEMBUNUHMU DAN MENELAN MUSTIKA MU."
"AHA HA HA HA, AKU DALAM WUJUD MANUSIA SAJA SUDAH CUKUP UNTUK MENGHABISI MU. BAIKLAH KITA LIHAT, MUSTIKA SIAPA YANG AKAN DITELAN."
"CIH!!"
Begitulah cara Monster menaikan levelnya, yaitu dengan menelan batu permata mustika dari Monster lain, akan membuat monster tersebut naik level sehingga mampu berevolusi.
Monster yang merubah wujudnya menjadi manusia akan melemah. Akan tetapi Edna-san yakin dengan kekuatannya sekarang lebih dari cukup untuk melenyapkan Kalajengking Merah raksasa tersebut.
Edna-san pun, kembali berubah ke wujud manusianya dengan melayang di udara.
"Oho ho ho ho! Nah, kita buktikan sekarang. Tunggu siapa namamu?"
"KURANG AJAR! KAU TERNYATA LUPA?"
"Tidak tidak tidak, aku tidak lupa dengan mu. Aku hanya lupa siapa namamu?"
"CIH! AYO SINI BIAR KUBANTU MENGINGATNYA"
'SWIMINGGG'
Secara masif, Boss Kalajengking merah itu kembali mengeluarkan cahaya merah melalui ekornya.
"Ara, uhu hu hu. Zef-kun, lindungi adikmu ya!"
"Baiklah!"
'BLASHH'
Dengan tersenyum lebar, Edna-san berhasil menangkis cahaya merah tersebut dengan hanya menggunakan kedua telapak tangannya. Aku tidak menyangka, Edna-san akan sekuat itu.
Selang beberapa detik serangan itu menghilang. Edna-san yang melayang di udara, langsung dengan cepat meluncur ke arah Boss Kalajengking itu sembari memukul telak kepalanya.
'DEBUKK'
"ARGH! KU-KURANG AJAR, BAGAIMANA KAU BISA SEKUAT INI?"
"Oho ho ho ho, apa kau lupa kalau aku ras naga yang terhormat? Monster rendahan seperti mu masih jauh dari kata bisa membunuhku. DESTROYER FIRE"
"Sial… Apa Edna-san mau membunuh kami juga?" umpat ku dalam hati.
'BOOOMMM'
Ledakan besar pun terjadi, membuat getaran yang cukup besar, dan gelombang kejut yang membuat bangunan rapuh menjadi hancur seketika. Aku langsung bersiap siaga melindungi diri dan Faisya dengan tameng pahlawan.
Bersambung...
(Chapter berikutnya "Kakak Beradik")
Note :
Mampir juga ke Audiobook terbaru Senpai Ya dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, coment dan Votenya terimakasih.
- My Free Life In Another World
- Reinkarnasi : Kembali ke tahun milenium.
- The Rising Of The Lord Hero (1)
__ADS_1
Follow juga Instagram author untuk mendapatkan informasi update dan perkembangan novel ini di @sapta_yudha.author