The Sincerity Of Love

The Sincerity Of Love
Chapter 10


__ADS_3

15 Tahun Kemudian


Angel mendorong jendela kamarnya sedikit, untuk melihat keluar jalan. Dia menggigil di udara sore yang dingin, yang membawa bau busuk kekecewaan. Kini ia tinggal di sebuah tempat kumuh pinggiran kota Jakarta, yang dihuni oleh orang-orang buangan yang terlantar.


Bar beratap kanvas dan rumah judi berjejer di wilyah tersebut. Gang Senggol adalah kegembiraan liar yang mengawinkan pusara hitam dengan ketakutan dan rasa gagal yang buruk.


Sambil tersenyum sinis, Angel melihat ke salah satu sudut yang terdapat orang-orang bodoh yang tengah mencari hiburan dengan menarik undian untuk bisa meniduri seorang gadis.


500.000, dibayarkan kepada seorang Madam of the Palace, di rumah prostitusi tempat Angel tinggal, untuk satu kali penarikan undian. Jika pria itu beruntung maka dia bisa memiliki Angel selama satu setengah jam. Adapun sisanya bagi orang-orang yang tak beruntung, tetap dapat mencicipi gadis yang tersedia.


"Aku mendapatkan Angel," ucap salah seorang pria dengan menunjukan kertas kemenangan undiannya.


"Maaf,tidak lagi sekarang," ucap Mada, ia mendorong pria tersebut. “Aku tahu kamu sudah memenangkannya, tapi Angel lelah, dan kamu menginginkan yang terbaik, bukan?”


Pria itu mengeluh dan mengancam, memohon dan menawar, tapi Madam tahu kapan Angel telah mencapai batas daya kekuatannya. "Dia butuh istirahat. Kembalilah malam ini," ucap Madam.


Madam menarik napas lega karena pria itu sudah pergi, Angel menutup kembali jendela dan kembali berbaring di tempat tidur yang kusut. Dia menatap muram ke langit-langit. Ia teringat pada ucapan madam saat sarapan tadi pagi, madam mengumumkan bahwa gedung baru hampir selesai dan para gadis-gadis akan pindah besok. Termasuk Angel yang berkesempatan untuk memilih kamarnya sendiri, sebab Angel-lah yang menjadi menu utama dalam tempat tersebut.


Pikirkan Angel beralih pada percobaan untuk melarikan diri dari tempat mengerikan itu, namun sepertinya kesempatannya untuk kebebasan, itu hanyalah fatamorgana. Sudah seringkali ia mencoba melarikan diri namun selalu saja tertangkap. Pria yang lima belas tahun lalu ingin mengadopsinya ternyata justru menjualnya pada Madam. Dan kini dia hanya punya dua pilihan sederhana: Menjadi pela*ur atau di perk*sa.

__ADS_1


****************


Jakarta tempatnya memulai hidup baru. Beberapa hari setelah pria itu membunuh Rudi, ia membawa Angel berserta tiga anak lainnya, berlayar ke dermaga Tanjung Priok.


Kemudian pria itu mengantar mereka ke gang kumuh dimpinggiran kota.“Saya punya empat gadis. Saya pikir ada seorang gadis yang bisa membuatmu menjadi kaya dengan manajemen yang tepat. Seorang gadis dengan kecantikan yang luar biasa yanh bisa membuat para pria dengan suka rela merogoh sakunya dalam-dalam dan meletakkannya tepat di tangan Anda."


Madam tersenyum sembari mengangguk setuju ketika melihat Angel untuk pertama kalinya. Ia membayar penuh keempat gadis itu, kemudian ia membuat kesepakatan dengan Angel. Sebetulnya bukan sebuah kesepakatan yang di setujui oleh kedua belah pihak namun Angel di paksa setuju untuk menyerahkan delapan puluh persen dari penghasilannya, namun Madam berjanji akan memastikan bahwa dia dilindungi dari bahaya fisik, artinya Angel tidak melayani pria penganut s*x dengan kekerasan.


“Dan saya akan menjamin kamu mendapatkan pakaian, makanan, dan penginapan terbaik yang tersedia,” ucap Madam saat mengulurkan kontrak kerja samanya.


Angel menganggap ironi itu menggelikan. Dia bebas dari Tuan yang membunuh Rudi tapi jatuh ke dalam tangan Madam. Ia tak punya pilihan lain selain menadatanganinya.


****************


Ia memberi tubuhnya pada mereka namun bukan hatinya. Tapi siapa yang peduli dengan bagaimana hati Angel dan apa yang ia rasakan sesunguhnya. Yang mereka lihat hanyalah kecantikannya, dan Angel bisa memuaskannya.


Mereka rela merogoh sakunya dalam-dalam, mereka rela berjuang untuk meraih kesempatan untuk bersama Angel, mereka rela berebut, bergulat, berjudi, dan mempertaruhkan semua yang mereka miliki, dihabiskan tanpa pemikiran atau pertimbangan hanya demi menikmati seorang budak.


Angel memberi mereka apa yang mereka pikir adalah surga, namun nyatanya ke neraka.

__ADS_1


Pada usia ke dua puluh tahun, Angel lelah hidup seperti ini, namun ia harus menerima fakta bahwa hidupnya tidak akan pernah berubah. Angel bertanya-tanya mengapa dulu ia di lahirkan? Apakah ia memang di takdirkan untuk menjadi paelc*r? Sempat terlintas dalam benaknya, satu-satunya cara untuk meninggalkan kehidupan gelap ini adalah dengan bunuh diri.


Setiap kali Angel menghadapi fakta itu, ingin rasanya ia bunuh diri, namun keberaniannya mengagalkannya.


Dalam rumah prostist*si ia memiliki satu teman baik yang bernama Lusyana, ia berbadan gemuk dan berkulut hitam, usianya kini sudah menginjak hampir empat puluh lima tahun, bisa di bilang Lusyana merupakan pe*acur tertua di rumah prostitu*i tersebut.


Lusyana jarang berbicara pada Angel namun suatu hari ia mendekati Angel dan berkata “Kamu harus punya rencana, Angel," ucapnya sembari meneguk secangkir teh hangat. "Kamu harus berharap untuk sesuatu di dunia ini."


“Berharap untuk apa?” tanya Angel


"Berharap bisa keluar dari tempat ini dan memiliki kehidupan yang layak di luar sana."


"Aku baik-baik saja di sini."


"Oh ya?"


"Aku tidak melihat ke belakang, dan aku puntidak melihat ke depan, jadi aku tak punya harapan."


"Kamu harus memikirkannya sekarang, Angel.”

__ADS_1


Angel tersenyum tipis dan menyisir rambutnya yang panjang dan keemasan. “Untuk sekarang tidak."


__ADS_2