The Sincerity Of Love

The Sincerity Of Love
Chapter 49


__ADS_3

Tewasnya Alex Kenedy di rumah bordil milik Max, tentu membuat geger waga ibu kota dan berbagai media. Bagaimana tidak, Alex Kenedy seorang pengusaha properti yang cukup terkenal.


Semua yang ada di rumah bordil tersebut turut di amankan oleh polisi, termasuk Angel. Gadis itu nampak sangat ketakutan, sebab ia sama sekali tak pernah terlibat dengan hukum.


Suasana kantor polisi semakin ramai, saat keluarga dari Alex datang. Mereka tak percaya Alex mendatangi rumah bordil apa lagi sampai bunuh diri. Istri dan anak Alex Kenedy bersih keras jika Alex di jebak dan di bunuh oleh Bella untuk mengambil harta Alex.


Namun untungnya, sebelum keluarga Alex Kenedy mengamuk kepada Bella. Petugas kepolisian sudah terlebih dahulu mengamankan Bella dan meminta keluarga Alex bersabar menunggumhasil outopsi.


Sepanjang pemeriksaan berlangsung, tubuh Angel gemetar begitu hebatnya,,ia berusaha dengan sekuat tenaganya untuk menjawab semua pertanyaan yang di ajukan oleh polisi dengan sejujur-jujurnya, termasuk hubungan biologis dirinya dan Alex agar polisi memeriksa DNA Bella dan Alex.


Ketika petugas tengah mengetik kronologi kejadian yang ia sampaikan, Angel melihat sekeliling yang masih nampak ramai. Para teman seprofesinya duduk berjajar menunggu antrian pemeriksaan oleh petugas kepolisian, lalu di ruangan berbeda nampak Max dan pengikutnya juga tengah di Interogasi.


Semakin banyak pertanyaan yang di ajukan oleh petugas, Angel semakin takut, tubunya kaku dan dingin, namun keringat bercucuran di dahi dan telapak tangannya. Di saat kekalutan yang ia rasakan, Angel teringat akan kediaman Nathan yang begitu hangat dan nyaman, serta pelukan suaminya yang begitu menentramkan hatinya.


Namun semua itu kini sudah tidak ada, Nathan tengah berbahagia bersama Mariam dan Lea. Sementara Angel hanya bisa bisa pasrah akan nasib yang akan membawa dirinya entah kemana.


Masih menunggu petugas mengetik, Angel memeluk dirinya sendirinya. Ia membayangkan jika kini Nathan berada di sampingnya, memberikannya dukungan dan kekuatan.


Lama ia membayangkan Nathan berada di sisinya, samar-samar ia seperti mendengar suara Nathan memanggil dirinya.


"Mara..."

__ADS_1


Angel tak menoleh, karena ia tahu itu hanya halusinasinya. 'Nathan tak mungkin datang,' batinnya.


"Mara.."


Suara itu semakin jelas, tepat berada di belakangnya, dan beberapa detik kemudian saat ia menoleh, Nathan memeluknya dengan erat. "Nathan aku takut huhu..."


Air mata yang sejak tadi ia tahan, tumpah ruah di pelukan Nathan. "Nathan aku sama sekali tak membunuh Alex, kau percaya itu kan? Hiks.."


Nathan merangkum wajah istrinya, ia menyingkirkan helaian rambut yang menutup wajah cantik Angel. "Aku percaya padamu sayang, untuk itulah aku datang bersama dengan pengacara. Kami akan membantumu, sayang." Ia kembali membawa Angel kedalam pelukannya.


Nathan terpaksa melepaskan pelukannya ketika petugas meminta Angel untuk tenang dan bersikap kooperatif, melanjutkan proses pemeriksaan. Kali ini proses pemeriksaan terasa lebih ringan, sebab ia di temani oleh Nathan dan kuasa hukum yang akan membantunya keluar dari masalah ini.


...****************...


Meski hasil tes DNA menyatakan Bella adalah anak kandung Alex, keluarga dari Alex Kenedy enggan menganggap Bella bagian dari keluarga mereka, dan mereka meminta Bella untuk tidak menggunakan nama Kenedy pada nama belakangnya.


Tentu saja Bella sama sekali tidak keberatan, ia tidak pernah mengharapkan keluarga ayahnya menerimanya, cukup masalah ini selesai saja sudah membuatnya lega, ia juga turut lega karena akhirnya ayahnya bisa di kebumikan dengan damai.


Setelah semuanya selesai, Nathan mengajak Bella kembali pulang ke perkebunannya. Awalnya Bella sempat ragu, tapi pada akhirnya ia ikut dengan Nathan kembali ke perkebunannya.


Mereka berdua pulang ke kebun menggunakan mobil bak milik Joseph, hal itu membuat Bella berpikir bahwa Elizabeth masih di rawat di rumah sakit dan Mariam masih di rumah Nathan. "Nathan, terima kasih banyak atas bantuanmu," ucap Bella ketika mereka mulai memasuki kota Bogor.

__ADS_1


Bella menatap Nathan lekat-lekat. "Aku tidak tahu harus seperti apa aku berterima kasih, sebab kau selalu ada di setiap aku membutuhkan pertolongan."


Nathan tersenyum dan menoleh ke arah Bella. "Kau tidak perlu berterima kasih, dan melakukan apa pun, sebab kau adalah istriku, jadi sudah menjadi kewajibanku untuk melindungimu," ia meraih tangan Bella dan menggenggamnya dengan erat.


Mendengar Nathan masih menganggap Bella istrinya, membuat hati Bella sakit. Ia tak bisa membayangkan bagaimana keseharian Nathan bersama Mariam selama ia pergi? Sudah pasti kehidupan Nathan bisa lebih baik tanpa dirinya. Perlahan Bella melepaskan tangan Nathan. "Nathan, aku ingin berpisah darimu."


"Apa maksudmu Bella?" Dari kasus yang menimpa istrinya kemarin, ia jadi mengetahui nama asli istrinya.


Bella melepaskan cincin nikahnya dan meraih tangan Nathan. "Aku ingin cerai darimu," ia meletakannya di telapak tangan Nathan.


Seketika Nathan menepikan kendaraannya di pinggir jalan. "Apa yang membuatmu pergi dari rumah? Dan kini meminta cerai dariku? Apa karena Mari..."


"AKU TIDAK MENCINTAIMU NATHAN!!"


Nathan tersenyum sinis. "Aku tidak percaya, Bella. Aku bisa merasakan jika kau mencintaiku, dan kalau pun kau tidak mencintaiku aku sama sekali tidak mempermasalahkan itu, asalkan kau tetap mau hidup bersamaku dan aku akan membuatmu jatuh cinta padaku."


Bella menatap Nathan dengan tatapan tajam. "CUKUP NATHAN! Aku tidak mencintaimu dan aku tidak menginkan pernikahan ini, tolong lepaskan aku, dan jangan pernah mencariku lagi."


Nathan memejamkan matanya, kalimat yang di lontarkan Bell benar-benar menusuk hatinya, ia membuka kunci pintu mobil yang berarti ia menuruti permintaan Bella untuk melepaskannya.


Bella menghembuskan napas beratnya. "Terima kasih," ia pun keluar dari mobil.

__ADS_1


Sementara Nathan langsung memutar arah, ia kembali ke Jakarta untuk mengembalikan mobil Joseph, tanpa Bella ketahui ia menjual mobilnya untuk membayar pengacara yang membatu Bella menyelesaikan kasusnya, dan tanpa Bella ketahui Nathan tak langsung menjemput Bella ke Jakarta saat Bella kembali kabur dari perkebunannya sebab ia membantu Jhon mengurus pemakaman Elizabeth dan ia pun mendapat kabar dari Joseph, jika Bella belerja di rumah makan dan menurut Nathan rumah makan itu lebih baik dari rumah bordir sehingga ia membiarkan Bella bekerja di sana untuk sementara waktu sampai ia selesai mengurus pemakaman Elizabeth.


__ADS_2