
Angel menyeka air matanya, dan tiga puluh menit kemudian ia sudah siap menyambut tamu barunya. Jika dugaannya benar, maka ini adalah tamu yang paling istimewa yang pernah datang kepadanya.
Ia duduk di atas tempat tidur dengan pose yang menantang dan pakaian sexy yang membalut tubuh indahnya. Pria itu masuk kekamarnya ketika Angel tengah menyisir rambut panjangnya dengan jemarinya. "Silahkan tuan, apa kesenanganmu?" sapanya pada pria paruh baya yang akan menjadikannya wanita simpanan selama satu tahun ke depan, ia tersenyum manis pada pria itu.
"Aku dengar dari Max, kau adalah wanita terbaiknya," pria itu mengamati wajah Angel sembari menyalakan cerutunya, kemudian ia duduk di kursi di dekat jendela dan masih terus mengamati Angel. Sama halnya dengan pria itu yang tengah menatap Angel, Angel pun mengamati pria itu.
Dugaan Angel benar, meski guratan halus memenuhi wajahnya yang begitu bersahaja, wajah itu tetap tidak berubah seperti yang pernah Angel lihat tiga belas tahun yang lalu. Dan ia begitu mengenal pria itu.
"Mungkin Max sudah mengatakan bahwa kau akan ikut aku tinggal di desa," pria itu menghisap cerutunya, lalu menghembuskan asap yang mengepul tebal. "Atau Max sudah memberikan fotonya?"
"Sudah Tuan, aku sudah melihatnya. Rumahnya cantik, tapi akan lebih cantik lagi jika di tanami banyak bunga-bunga."
Pria itu tertawa senang, karena ternyata Angel menyukai rumah yang akan ia berikan padanya. "Kau bebas, memperindah rumah itu sesuai dengan keinginanmu karena satu tahun kedepan, kau yang akan menempatinya. Dan bahkan kau bisa tinggal lebih lama jika kau mematuhi semua perintahku."
__ADS_1
"Apa pun yang Tuan inginkan, aku akan melakukannya," angel tersenyum manis kepada pria itu.
Senyuman Angel membuat pria tua itu tergila-gila, ia mematikan cerutunya dan mendekat ke arah Angel. "Kau sungguh luar biasa cantiknya, matamu sangat indah meski mengingatkanku pada seseorang yang dulu pernah menemaniku," pria itu kini duduk di tempat tidur bersama Angel. "Sebetulnya aku sangat mencintainya, namun sayangnya dia tidak mematuhi perintahku agar dia tidak memiliki anak. Aku harap kau tidak seperti wanita itu, yang membangkang terhadap perintahku, karena aku tidak akan segan-segan mengusirmu seperti dia, aku tidak peduli sekalipun dia dan anaknya menjadi gelandangan."
Angel menggeleng, ia masih tersenyum kepada pria itu. "Tentu saja, aku tidak akan pernah membantahmu. Seperti yang Claudia lakukan dulu."
Alex Kenedy, pria tua yang kini akan menjadikan Angel wanita simpanannya, merupakan ayah kandung dari Bella Kenedy atau yang kini berubah nama menjadi Angel.
Tubuh Alex gemetar begitu hebatnya ketika Angel menyebut nama Claudia. "Da-dari mana kau jika wanita itu bernama Claudia?" ucapannya terbata-bata, ia beranjak dari tempat tidur dan mundur beberapa langkah menjauh dari Angel.
"Dari mana kau tahu? Apakah kau bersengkongkol dengannya?" Alex mulai meninggikan nada bicaranya.
"Tidak Tuan, Claudia sudah meninggal tiga belas tahun yang lalu di gubug kumuh pinggir dermaga pantai Surabaya." Angel mencoba untuk tetap terlihat tenang dan tersenyum pada ayahnya. "Tuan, tidakkah kau melihat bahwa mataku mirip dengan mata Claudia? Tidak kah kau mengenai warna kulit dan rambutku sama seperti Claudia? Claudia adalah ibuku. Wanita yang sudah kau usir dan kau campakkan karena telah memberimu seorang anak perempuan."
__ADS_1
Alex menggelengkan kepalanya, ia menolak untuk mempercayai semua yang di katakan oleh Angel. "Kau berdusta, kau hanya mengarang cerita."
"Bagaimana dengan baju hijau yang aku kenakan saat pertama kali kita berjumpa? Apa tuan masih ingat? Angsa kristal yang di pungut oleh Mama dari tempat sampah, yang di buang oleh anak sahmu, lalu Mama memberikannya kepadaku dengan mengatakan bahwa itu adalah hadiah Natal darimu? Apa kau masih ingat?"
"CUKUP HENTIKAN ANAK SIALAN!!" Teriak Alex.
Bella belum mau berhenti, ia masih ingin menceritakan bagaimana kehidupannya setelah Alex mengusir dirinya dan Mamanya dari rumah itu, dan bagaimana perjalanan hidupnya hingga akhirnya ia berada di tangan Max yang menjualnya ke Madam dan kini harus kembali lagi ke Max, dan menjadi wanita simpanan ayah kandungnya.
"Aku hanya ingin minta maaf padamu, jika kehadiranku mengacaukan hubunganmu dengan Mama. Sungguh, jika ada hal yang bisa kulakukan untuk merubah keadaan agar kau bisa bahagia bersama Mama akan aku lakukan, apa pun itu." Angel tak kuasa menahan air matanya.
Alex menggelengkan kepalanya, tubuhnya gemetar begitu hebatnya, kerungat dingin mulai membasahi kepala dan telapak tangannya. Dengan tangan gemetarnya, ia merogoh saku di balik jasnya.
Alex mengeluarkan sebuah pistol dari dalam sana, awalnya Bella mengira bahwa Alex akan menembakan pistol itu ke tubuhnya. Bella sama sekalintidak begerak dari tempatnya, ia rela jika ia harus mati di tangan ayah kandungnya sendiri.
__ADS_1
Namun rupanya dugaan Bella salah, pria itu justru mengarahkan pistol itu ke kepalanya. "Kau dan Mamamu tidak salah Bella, akulah yang bersalah karena telah mencampakan kalian. Maafkan aku," ucap Alex sesaat sebelum ia menembakan pistol itu ke kepalanya.
"PAPAAAAAAA....."