The Sincerity Of Love

The Sincerity Of Love
Chapter 14


__ADS_3

Angel mengerutkan keningnya, apakah ini akan menjadi sesi curhat? Atau hanya lelucon? Bagaimana mungkin orang yang mau menikah datang ke tempat seperti ini? “Apakah kamu akan menceritkan rencana masa depanmu?"


"Kamu akan menikah denganku, dan aku akan membawamu keluar dari sini." Nathan tertawa.


“Yah, lamaran ketigaku hari ini. Aku sangat tersanjung.” Angel mencondongkan tubuh ke depan, sembari tersenyum dingin dan sinis. “Kapan bisa mulai memainkan peranku sebagai pelayanmu, tuan?"


“Setelah melingkarkan sebuah cincin di jari manismu. Saat ini, aku hanya ingin mengenalmu lebih dekat."


Angel membencinya karena telah menyeretnya dalam permainan. Waktu yang terbuang, kemunafikan, kebohongan yang tak berujung. Itu adalah malam yang panjang, dan Angel sedang tidak mood untuk bercanda dengan Nathan. “Apa yang akan anda ceritakan? Apa yang harus aku lakukan, semua itu tergantung pada Anda, tapi cepatlah, waktumu hampir habis.”


Nathan merasa jika dirinya telah mengacaukan pertemuan pertama ini. Padahal harapannya adalah, dia masuk ke kamar Angel, kemudian berbicara terus terang, dan berjalan keluar dengan Angel sembari bergandengan. Tapi kenyataannya sekarang Angel terlihat marah pada dirinya sendiri karena menjadi orang bodoh yang naif. “Aku sedang membicarakan sebuah komitment, Mara. Aku tidak datang untuk menggunakanmu.”


Kedalaman yang mantap dari kata-katanya dan nama itu 'Mara'. Membangkitkan kemarahan Angel. "TIDAK?" ia memiringkan dagunya.


"Yah, kurasa aku mengerti." Angel berdiri, lalu bergerak mendekat ke arah Nathan, tangannya yang lembut menelusuri ke tangan Nathan. Angel bisa merasakan ketegangan pria itu. “Biar kutebak, tuan. Anda ingin mengenal saya. Anda ingin mencari tahu bagaimana saya berpikir dan apa yang saya rasakan. Dan yang terpenting, Anda ingin tahu kehidupan dalam prostit*si ini."


Nathan menutup matanya dan mengatupkan giginya, mencoba untuk menutup efek sentuhannya pada dirinya. "Lakukan apa yang ingin kamu lakukan, tuan."


Nathan menjauhkan diri darinya. "Aku datang untuk berbicara denganmu."


Angel menyipitkan matanya dan kemudian ia menarik tali yang mengikat bajunya dan kini ia telanjang di hadapan Nathan. “Kamu datang ke gadis yang salah," ucap Angel.


Nathan langsung bereaksi, meraih baju Angel dan menutupnya. "Aku ingin mengenalmu, bukan ingin memakaimu," ucapnya dengan tegas.


"Jika Anda ingin mengobrol, pergilah ke bar." Angel kembali mengikat bajunya.


"Ikutlah denganku dan jadilah istriku," pinta Nathan. “Aku bisa memberimu kehidupan yang baik meski aku hanya seorang petani stroberi aku akan berusaha membahagiakanmu. Ikutlah denganku sekarang.”


Angel tersenyum mengejek. "Dengar, aku sudah mendengar kalimat seperti itu lebih dari seratus kali. Kau jatuh cinta padaku dan sekarang kau tidak bisa hidup tanpaku, kau bisa memberiku kehidupan yang indah. Benar-benar kalimat klasik yang membosankan."


"Aku tidak seperti pria-pria kebanyakan."

__ADS_1


"Oh ya? Semua pria sama."


"Tidak, tidak."


“Dari kalimat yang kamu sampaikan seperti itu. Setengah jam adalah waktu yang lebih dari cukup untuk kamu memilikiku, tuan.


"Apakah ini kehidupan yang kamu inginkan?"


"Ini adalah hidupku, tidak ada urusannya denganmu!"


“Jika kamu punya pilihan lain, apa yang Anda inginkan?”


"Yang kuinginkan darimu? Tidak ada."


"Bukan, tapi dari hidup ini."


Sebuah kesuraman menetap di dalam diri Angel. Hidup? Apa yang pria ini bicarakan? Angel merasa terpukul oleh pertanyaannya itu, namun ia berusaha tersenyum. Angel melebarkan tangannya, dan ia memamerkan kamarnya yang sederhana. “Aku memiliki semua yang aku butuhkan di sini. Aku punya tempat tinggal, makanan, pakaian bagus, dan pekerjaan," ucapnya dengan tegas.


Angel diam sejenak. “Pertanyaanmu sudah terlalu jauh.” ia pergi ke jendela. Berpura-pura melihat keluar, ia menutup matanya dan berjuang untuk mengontrol dirinya.


Nathan mendekat ke arah Bella dan meletakkan tangannya di pundaknya. Bella merasa tegang pada sentuhannya. "Ayo pulang bersamaku," ucapnya lembut. "Jadilah istriku."


Angel mengangkat tangannya dengan marah dan menjauh darinya. "TIDAK, terima kasih."


"Mengapa tidak?"


“Karena aku tidak ingin pergi."


"Jika kamu tidak mau pergi denganku, setidaknya biarkan aku sedikit lebih dekat."


"Kamu membuang-buang waktuku dan uangmu.”

__ADS_1


"Aku tidak menyia-nyiakan apa pun."


Angel duduk di tempat tidur lagi dan menghela napas, ia memiringkan kepalanya ke satu sisi, dia menatap Nathan. “Kau tahu, tuan, kebanyakan pria cukup jujur ketika mereka datang. Mereka membayar, mengambil apa yang mereka inginkan, dan pergi. Lalu ada beberapa orang sepertimu. Mereka seolah peduli dan tahu bagaimana mereka dapat memperbaiki hidupku.” mulut Angel melengkung sinis. “Tapi pada akhirnya mereka semua sama saja."


Nathan menarik napas. "Ya, aku memang menginginkanmu, tapi kamu salah jika menyamakanku dengan mereka.”


Angel menjadi semakin gelisah. “Omong kosong. Setiap pria suka berpikir dia berbeda dari yang lain, dan suka berpikir dia lebih baik.”


“Aku tidak mengatakan aku lebih baik dari pada pria lain yang datang kepadamu. aku hanya ingin...."


"Apa?"


"Menginginkan kamu menjadi istriku."


"Maaf, aku tidak melihat bahwa apa yang kamu tawarkan berbeda dari pria lainnya."


Seseorang mengetuk pintu dua kali, dan kelegaan melanda Angel, dan dia tidak perlu lagi berdebat dengan Nathan. Angel menyeringai, ia mengangkat bahu. "Nah, waktu anda sudah habis, tuan."


Nathan berdiri dan berjalan melewati Angel, ia mengambil topinya dari pengait di dekat pintu dan memegangnya sangat terlihat jika Nathan tampak kecewa, tapi dia tidak menyerah. "Aku akan kembali."


Nathan mengusap wajahnya dengan kasar, ia kembali mendekati Angel. "Ikutlah denganku sekarang, hidupmu pasti lebih baik dari ini.”


Jantung Angel berpacu, Nathan terlihat seolah-olah dia benar-benar bersungguh-sungguh. Tapi kemudian, ia teringat akan Jordy yang juga terlihat tulus. Jordy, dengan pesona dan lidahnya yang fasih. Sayangnya harga yang harus Jordy bayar kepada Madam sangatlah mahal untuk memilikinya, sehingga ia tidak jadi membebaskan Angel.


Angel ingin petani ini keluar dari sini. “Uangmu lebih baik dihabiskan untuk hal lain." ucapnya sembari membuka pintu.


Nathan mengelus pintu itu. “Kamu memiliki semua yang aku cari untuk."


"Waktumu sudah habis."


"Aku akan kembali."

__ADS_1


__ADS_2