The Valkyrie

The Valkyrie
PETUALANGAN BARU


__ADS_3

"Sy-Sylph, katamu?"


Seraphine memandang makhluk kecil bersayap itu tak percaya. "Ta-tapi, bukankah kaum Sylph hanya sedikit yang bisa bertahan di dunia ini?"


Rain tersenyum. "Ya, kau benar. Rupanya buku-buku yang kuberikan sudah kau pahami dengan baik, ya. Aku adalah salah satu yang berhasil bertahan, Sera."


Seraphine masih memandang Rain tak percaya. "Kupikir kau termasuk Dryad, melihat hewan-hewan di hutan ini menyayangimu. Begitu pun dengan pohon-pohonnya. Tiap kali kau mendekati mereka, pohon-pohon itu seolah nyaman di dekatmu," ujar Seraphine.


Rain mengibaskan tangannya cepat. "Tidak, tidak. Kaumku itu bisa menyesuaikan diri dengan kaum mana pun kok. Kami sudah sering dikira kaum lain karena memang aura kami yang berbeda. Apa kau tahu, Sera? Sylph hanya memiliki satu tugas dalam hidupnya," jelasnya.


"Dan? Tugas apa itu?"


Rain kembali tersenyum sembari mengepakkan sayapnya ke depan wajah Seraphine.


Makhluk kecil itu membungkuk. "Kami melayani Yang Mulia Valkyrie. Karena kau termasuk kandidat pilihanku, aku akan melayanimu dengan sungguh-sungguh, Sera. Jika kau benar adalah Yang Mulia Valkyrie, sumpahku untukmu."


Seraphine menelan ludahnya susah payah. "Itu mengerikan, Rain. Jika aku Valkyrie, aku harus menolaknya. Aku ... aku tak ingin melukai orang lain dengan pedangku," lirih gadis itu.


Rain terdiam, membenarkan perkataan Seraphine dalam hati.


Valkyrie ada sebagai keberadaan puncak di dunia ini. Valkyrie sendiri memiliki keharusan untuk memerangi musuh. Dia jugalah yang menjadi hakim tertinggi bagi pemberontak.


Seorang Valkyrie harus siap menebaskan pedangnya kapanpun kepada siapa pun. Karena kekuatannya itulah dia bisa menjadi bagian dari legenda.


Rain menatap Seraphine sendu. Gadis itu terlalu baik, terlalu lembut. Hewan hutan saja tak berani ia bunuh, apalagi makhluk lain. Namun, kekuatan Seraphine lebih dari itu. Ia bisa merasakannya.


"Bisa aku bertanya, Rain? Kenapa kau berpikir untuk menjadikanku kandidat Valkyrie?" tanya Seraphine.


"Saat melihatmu pertama kali, aku langsung berpikir, 'ah, gadis ini cocok untuk Valkyrie selanjutnya.' Kau ingat pertemuan pertama kita?"


Mata Seraphine melebar. "Itu saat ... aku bernyanyi sambil memungut apel, 'kan? Bagaimana bisa?"


Rain menerawang. "Suaramu, Sera. Aku melihat alam seolah tunduk padamu. Aku masih sangat ingat bagaimana kau juga menarikan tubuhmu mengikuti nyanyianmu. Tanah yang kau pijak seketika menumbuhkan bunganya. Aku merasa hanyut ke dalamnya," jawab makhluk kecil itu.


Seraphine menunduk sambil mengepalkan tangannya. "Aku tak pernah menginginkan kekuatan yang kau pikirkan itu, Rain," ujarnya pelan.

__ADS_1


Rain mengelus pipi Seraphine lembut seraya berkata, "Tenang saja, Sera. Di luar sana, kau akan bertemu dengan kandidat lainnya yang juga memiliki kekuatan khas masing-masing. Kujamin, dibanding kekuatan mereka, milikmulah yang paling lembut. Jadi, jangan merasa takut, oke?"


"... oke."


"Nah, sekarang bersiaplah. Perjalanan jauh menuju istana Dewa Zeus kita lakukan hari ini. Bawa yang kau perlukan saja, Sera," intruksi Rain.


Senyum terlukis di bibirnya. Seraphine cepat-cepat menghabiskan buahnya dan mulai mengemasi keperluannya.


--o0o--


Di kejauhan ...


"Hoo, dia mulai pergi!" Seseorang berpakaian jubah putih itu tersenyum senang mendapati Seraphine menapaki jalan di luar hutan.


"Benar, benar! Apa kita ikuti dia?" Orang yang memakai jubah biru di sebelah orang berjubah putih itu menyeringai.


"Setuju. Tapi sebaiknya kita jaga jarak dari mereka. Bisa-bisa kita ketahuan nanti," timpal si Jubah Putih.


"Nona itu tak akan bisa merasakan kita, tapi beda dengan Sylph itu. Lihat sayapnya. Sayap biru melambangkan kekuasaan!"


Si Jubah Biru ikut terkikik. "Nanti saja pikirkan yang itu. Ayo, mereka sudah jauh!"


Kedua orang berjubah itu menyusul langkah Seraphine yang menghilang di balik sebuah pohon.


--o0o--


"Zeus!"


Zeus mengalihkan pandangannya pada pria yang mendekatinya. "Oh, ada apa, Apollo?"


Apollo menghampiri Zeus. "Dari Athena. Katanya semua data tentang kandidat Valkyrie kali ini sudah terkumpul. Ingin melihatnya?" jawabnya.


Zeus mengangguk sebelum mengajak Apollo duduk.


Apollo kemudian menjentikkan jarinya. Sebuah cahaya kemerahan berkumpul di hadapan mereka.

__ADS_1


"Ini semua kandidatnya. Seperti kata Poseidon, laut tak menemukan kandidat kali ini. Hades, Aphrodite, dan Hermes hanya mengirim seorang gadis. Paling banyak dikirim oleh Ares, ada tiga orang. Hephaestus dan Demeter mengirim dua orang," jelas Apollo sambil mengganti gambaran yang terlihat di sinar itu.


"Kau dan Artemis bagaimana?"


Apollo menggeleng. "Untukku dan Artemis, itu sangat susah menemukan kandidat yang cocok. Kau, Hera, dan Athena malah tak memilih karena kalian dilarang memilihnya," jawabnya.


Zeus mengangguk. "Lanjutkan."


Apollo mengganti gambaran di sinarnya, menampilkan lima gadis di sana. "Ini yang dipilih oleh para pelayan Valkyrie. Dua dari Dryad, satu Nereid dan Oread."


"Satu lagi?"


Apollo terdiam sebentar. Tenggorokannya seolah tercekat, susah untuk mengungkapkannya pada Zeus karena dirinya sendiri juga tak memercayainya.


"Satu lagi dipilih oleh siapa, Apollo?" desak Zeus.


"Sylph. Dia dipilih oleh Sylph bersayap biru."


BRAK!!!


"Apa kau bilang?!"


Apollo melompat kaget begitu Zeus bangun tiba-tiba dari duduknya sambil menggebrak meja.


"I-itu benar, Zeus. Aku juga tak memercayainya, tapi Sylph bersayap biru itu sendirilah yang mengungkapkan pilihannya," jelas Apollo.


Jika kandidat Valkyrie dipilih oleh pelayan Valkyrie selain Sylph, itu masih wajar. Kaum Sylph sangat ketat dalam memilih. Selama berabad-abad, kaum Sylph bahkan tak pernah mengungkapkan gadis pilihannya.


Apalagi jika dipilih oleh Sylph bersayap biru, itu hal yang tak mungkin.


Zeus tertegun. "Bukankah Sylph bersayap biru mustahil memberikan kandidat?" lirih Zeus yang masih bisa tertangkap pendengaran Apollo.


Apollo mengangguk takzim. "Benar, itu mustahil." Matanya menatap serius Zeus. "Karena Sylph bersayap biru adalah pemimpin para pelayan."


"Ya. Sylph bersayap biru adalah tangan kanan Yang Mulia Valkyrie."

__ADS_1


To be continue ...


__ADS_2