The Valkyrie

The Valkyrie
PERTEMUAN PARA KESATRIA


__ADS_3

Cuuur!


Suara teh yang sedang dituang ke cangkir itu mengisi keheningan dalam aula istana Dewa Zeus. Kursi-kursi mewah yang melingkari meja bundar berlapis kain sutra putih itu sudah terisi sebagian. Berbagai jamuan diletakkan di meja bundar itu.


Suasana aula yang bernuansa biru-putih itu sudah hening sejak beberapa jam lalu. Tak ada yang bersuara hingga pintu besar aula itu terbuka.


"Maafkan keterlambatan kami. Ada beberapa hal penting yang kami diskusikan tadi," kata pria berjubah dewa yang baru datang itu. Dialah Zeus sang Dewa Petir dan Langit.


Di sebelah kiri Zeus ada Athena dengan jubah dewinya. Pandangannya sedari tadi terarah pada satu per satu yang duduk di kursi mewah itu.


"Hei, bawakan anggurku sekarang!" perintah sang dewa pada pelayan sambil menghempaskan dirinya di salah satu kursi.


"Ah, aku ingin teh. Samakan saja dengan para kesatria," sahut Athena yang sudah duduk manis di sebelah kanan Zeus.


Beberapa pelayan yang sedari tadi hilir mudik menyiapkan jamuan dan teh itu serempak mengangguk.


Zeus menatap kepergian mereka hingga pintu besar itu kembali tertutup. "Nah, bisa kita mulai?" tanyanya sambil menumpukan dagunya di kedua tangannya.


"Mulai apa? Kau hanya memanggil kami tiba-tiba, Zeus. Cepat katakan tujuanmu!" ketus seorang laki-laki dengan lambang kalajengking biru di lengan baju perangnya. Raut wajahnya terlihat kesal.


"Sabarlah, Scorpio. Biarkan Zeus berbicara dulu," tegur laki-laki yang badannya paling kekar di sana. Laki-laki itu sibuk mengiris daging di piringnya. Di punggung tangan kanannya terdapat tato kepala banteng berwarna cokelat kehitaman.


Scorpio, laki-laki yang bersuara lebih dulu itu mendengus kasar. Jika seorang Taurus Paradise sudah menegur, dirinya terpaksa mematuhinya.


"Hahaha!" Sang Libra tertawa kencang. Pedang dengan lambang timbangan putih yang selalu disarungkannya itu sejak awal diletakkan di atas meja. Entah apa tujuannya. "Hei, lebih baik dimulai saja, Zeus, daripada para kesatria berdebat," lanjutnya.


Zeus mengangguk, menatap kagum kepada para kesatria dengan baju perang masing-masing di depannya. Pasalnya, sudah lama ia belum melihat para kesatria berkumpul seperti ini walau belum lengkap. Masih ada enam kursi yang belum terisi.


Benar. Para kesatria yang dimaksud dan yang ditemui Zeus adalah Kesatria Valkyrie. Tinggal dua hari menuju ujian Valkyrie, tapi mereka sengaja datang lebih cepat karena undangan Zeus.


Kesatria yang sudah datang duduk berdasarkan kelompok elemennya. Di kelompok bumi ada Taurus dan Virgo, sementara Capricorn belum datang. Di sebelah kelompok bumi ada kelompok air. Anggota mereka juga belum lengkap karena Pisces belum datang, hanya ada Cancer dan Scorpio.


Kelompok api lebih sepi lagi karena Aries dan Sagitarius belum menunjukkan batang hidungnya. Hanya Leo yang sedari tadi menambah porsi tehnya.


Selanjutnya adalah kelompok udara. Hanya si Kembar Gemini yang belum datang karena mereka bersama Seraphine.


Sekadar informasi, saat pertemuan formal semacam ini, ke-12 kesatria akan memanggil nama bintangnya, bukan nama aslinya.


"Sebelum itu, apa kalian semua sudah membaca undanganku dengan teliti?" Zeus memulai pembicaraan.


"Undangan?" Wanita yang duduk di sebelah Taurus itu bertanya. "Aku tak menerimanya, Zeus. Taurus yang mengajakku karena saat itu aku sedang bersamanya," lanjutnya.


Dialah Virgo Camelia. Seorang wanita yang memiliki sifat paling dewasa di antara kesatria lainnya. Di leher kirinya terdapat tato perempuan berwarna cokelat kehitaman, lambang sang Virgo.


"A-Anu ...." Wanita di sebelah Scorpio bersuara sambil memainkan jari tangannya dengan wajah memerah. "Aku juga tidak menerima undangannya seperti Virgo. Sco-Scorpio ... a-aku berangkat bersama dengannya ke sini ...."


Scorpio di sebelahnya mengangguk. "Berbeda dengan Cancer, aku sudah membaca undanganmu, Zeus. Cancer selalu bersamaku setahun ini. Mungkin undangannya sampai di kediamannya, tapi karena dia bersamaku, Cancer tak membacanya," bela laki-laki itu.

__ADS_1


Kedua kesatria tersebut adalah Cancer Violet dan Scorpio Dianthus. Keduanya termasuk ke dalam kelompok air bersama Pisces Ixora yang belum datang. Cancer memiliki tato kepiting berwarna biru di pipi kanannya.


Kepala Zeus menoleh pada wanita yang kembali mengisi cangkir tehnya. "Leo, bagaimana denganmu?"


Leo menyentuh cincin perak yang melingkari jarinya. Sedetik kemudian, mendadak muncul gulungan perkamen yang segelnya sudah terlepas di genggamannya. "Ini, bukan?"


Leo Marigold, seorang wanita yang dijuluki Kutub Berjalan oleh orang sekitarnya. Leo memiliki lambang kepala singa berwarna merah di bagian dada baju perangnya.


"Libra dan aku sudah membacanya juga, Zeus. Kemungkinan besar, Taurus juga begitu. Dilihat dari wajahnya aku sudah tahu." Aquarius menimpali.


Aquarius Dahlia, wanita yang sempat menjadi guru Seraphine. Berbeda dengan penampilannya saat bertemu Seraphine, kali ini dia mengenakan baju perangnya. Terdapat lambang Aquarius di buku yang selalu dibawanya ke mana-mana.


Sementara laki-laki di sebelahnya adalah Libra Garbera. Lambang di pedangnya tampak bersinar lemah.


"Katakan intinya, Zeus." Taurus mengelap mulutnya dengan sapu tangan. "Dalam undanganmu itu tertulis tentang kami yang harus mengabdi pada tuan baru. Aku sudah melihat detailnya. Seraphine, bukan?"


"Benar. Karena Seraphine memiliki hal-hal yang dimiliki para Valkyrie sebelumnya. Kami sudah menetapkannya, tapi kami terlanjur mengadakan ujian. Karena itu, ujian itu hanya formalitas untuk memancing pergerakan Bintang Hitam." Zeus menjelaskan.


"Apa maksudmu? Bukankah Artemis sudah menumpas mereka?" Libra bertanya.


Athena meletakkan cangkir tehnya. "Itu benar, tapi para tokoh intinya belum berhasil kami tumpas. Selain itu, jika kami tiba-tiba membatalkan ujian Valkyrie, kandidat lain akan merasa aneh. Kemungkinan terburuk, mereka sulit menerima Seraphine jika tanpa melalui ujian," jelasnya.


"Hoo, aku mengerti! Haha, kau bertele-tele sekali, Zeus. Bukankah Taurus sudah mengatakan 'hanya intinya' saja, hah?!"


Krieeettt!


"Kalian terlambat, Capricorn, Pisces." Virgo melirik keduanya.


Benar. Mereka adalah Capricorn Amarilis dan Pisces Ixora. Capricorn berlompat-lompat kecil, memberikan kepalan tangannya sebagai salam kepada kesatria lainnya. Mulutnya menyeringai jahil pada Zeus dan Athena.


"Hai, Dewa Zeus yang agung, Dewi Athena yang terhormat!" sapanya sambil mengacungkan kepalannya.


Athena memicingkan mata saat melihat lambang sang Capricorn di punggung tangannya. Seperti Taurus, tato kambing bertanduk besar berwarna cokelat kehitaman tercetak di punggung tangan Capricorn.


Beralih ke arah Pisces, dewi itu menemukan lambang ikan berwarna biru di baju perangnya, terletak di bagian pinggang.


"Capricorn, Pisces, duduk di tempat kalian. Kita belum selesai."


Dengan santai, Capricorn menghempaskan dirinya di sebelah Virgo, mengikuti instruksi Taurus. Begitu pula Pisces yang mengambil tempat di sebelah Scorpio.


Taurus mengangguk, memberi isyarat pada Zeus untuk melanjutkan.


"Maafkan aku. Seperti kata Pisces, aku terlalu bertele-tele. Tujuan utama aku mengundang kalian untuk datang lebih cepat hanya satu. Maukah kalian bergabung bersama kami menumpas Bintang Hitam sampai ke akar-akarnya?"


Libra tertawa. Seringainya semakin melebar. "Hei, Zeus, bukan maksudku meremehkan, tapi bukankah kekuatan dewa-dewi sudah cukup? Maaf saja, kami tak akan mengurusi sesuatu selain tuan baru kami nanti."


"Setuju. Semua yang berkaitan dengan ujian, baik kejadian, keselamatan, atau apa pun itu adalah tugas kalian. Kami tak akan ikut campur," timpal Taurus.

__ADS_1


Virgo di sebelahnya juga mengangguk. "Zeus, mungkin Bintang Hitam memang mengincar tuan baru kami saat ujian, tapi jika sesuatu terjadi, kami hanya akan mengurusi tuan kami, bukan Bintang Hitam."


Zeus menghela napas. Tujuan awalnya untuk bersekutu dengan para kesatria sepertinya tidak berhasil.


Seperti yang dikatakan Taurus, ujian Valkyrie adalah tanggung jawab dewa-dewi. Jika ada suatu kejadian, maka dewa-dewi yang mengurusnya. Jika ada musuh yang menyerang, mereka pula yang harus mengalahkannya, bukan yang lain.


Seandainya Bintang Hitam berulah saat ujian berlangsung, apalagi jika Seraphine yang menjadi targetnya, para kesatria hanya akan menjauhkan Seraphine dari Bintang Hitam, bukan mengalahkan Bintang Hitam agar Seraphine selamat.


"Benar-benar tidak bisa, ya?" lirih Dewa Petir dan Langit itu. Matanya memandang satu per satu para kesatria, lalu jatuh pada kursi yang tersisa.


Hanya empat kursi yang kosong, yaitu kursi milik Aries, Sagitarius sang pemimpin, dan si Kembar Gemini.


"Athena," bisik Zeus, "Dari tadi kau diam saja. Ada apa? Bukankah ini saat yang tepat untuk mengungkapkan argumenmu? Mungkin dengan begitu, mereka bisa menyetujuinya."


Athena mendengus pelan. "Aku selalu tak nyaman jika dihadapkan dengan kesatria yang berkumpul seperti ini. Maafkan aku, kali ini aku tak bisa membantumu."


"Apa hanya itu yang ingin kau sampaikan, Zeus? Hei, kau membuang waktuku!" Pisces menggebrak meja. "Kupikir ada hal penting apa, tapi ternyata hanya ini. Sesuatu yang jelas tak perlu kita diskusikan lagi!"


Wanita itu berdiri, membalikkan badan. Kesatria yang lainnya juga begitu.


"Ka-Kami pergi dulu, Zeus, Athena," pamit Cancer menundukkan kepalanya.


"Terima kasih atas jamuannya!"


"Ukh ...." Tak bisa mencegah, Zeus mengepalkan tangannya erat. "Bagaimana selanjutnya? Kita harus menemukan sekutu--"


"Eh? Pertemuannya sudah selesai? Kalian jahat sekali tidak menunggu kami."


"Sialan! Hei, Pisces! Pasti ini kerjaanmu, 'kan?! Aku dan Sagi baru datang, tapi kau malah membuat semua mau pergi?!"


BRAK!


Zeus menggebrak meja saking terkejutnya. Athena dan kesatria lainnya terbengong menatap dua laki-laki yang berdiri di ambang pintu.


Keduanya juga memakai baju perang. Yang parasnya lebih menawan membawa panah emas di punggungnya. Sementara yang menunjuk-nunjuk Pisces sudah bersiap menghunus pedangnya.


"Sa-Sa-Sagi ...."


"Oh?" Si Pemanah menatap Zeus dan Athena. "Wah, kali ini bersama Athena? Ke mana Poseidon, Zeus? Bukankah dulu kau lebih sering membawanya?"


"Kau ... Sagitarius!"


"Sagi!" Para kesatria serempak menghampiri si Pemanah. Tidak, bukan semuanya. Pisces dan si Laki-laki Berpedang memandang sengit satu sama lain.


Si Pemanah tersenyum. "Aku senang kita semua berkumpul kembali, ah ... walau Gemini belum ada. Tak kusangka yang tertidur akan bangun secepat ini. Hm, bagaimana kabar kalian? Dan ...."


Si Pemanah menatap Zeus dan Athena kembali. "Apa yang aku lewatkan?"

__ADS_1


To be continue ...


__ADS_2