
Tap tap tap ...
"Hmm ...." Langkah kaki itu menggema di sebuah lorong. Seorang gadis dengan beberapa kertas di tangannya tampak serius.
"Eh, Author?! Hei!" Seseorang memanggil gadis itu. "Wah, ini dia Author kita! Nona Chi, kenapa kau serius sekali?"
Author alias Chifiraya Haney yang kerap disapa Nona Chi oleh tokohnya tersenyum.
"Oh, hai, Rain! Nih, perkenalan untuk dewa-dewi." Author menyerahkan kertas di genggamannya pada Rain.
"Hm? Hanya dewa-dewi?" Rain mengerucutkan bibirnya. "Untukku, Sera, dan lainnya mana?"
Author meledek. "Nanti! Satu-satu dulu dong. Itu susunnya susah loh. Bacakan! Dimulai dari para dewa!"
"Huh, baik, baik."
1. Zeus
Zeus, seorang dewa berjulukan Dewa Petir dan Langit. Ia adalah pria yang memimpin para dewa-dewi. Ia tinggal di istana langit.
Sesuai julukannya, Zeus dapat mengendalikan petir sesuka hatinya. Jika ada pertarungan, Zeus selalu memasangkan dirinya di garis terdepan.
[][][]
"Ya ya, aku sudah hafal tentang Dewa Zeus," sungut Rain.
"Udah ah, baca lagi!"
2. Poseidon
Seorang dewa yang menguasai lautan adalah Poseidon. Terkenal dengan julukan Penasihat Dewa-Dewi selain Athena. Ia tinggal di istana di lautan terdalam.
Kekuatannya berbasis pada air, baik air laut maupun air tawar. Sangat dekat dengan Artemis dan Hades.
[][][]
"Hei, Nona Chi, apa Dewa Poseidon, Dewa Hades, dan Dewi Artemis terlibat cinta segitiga?"
Author memukul jidatnya. "Mana mungkin! Bisa hancur dunia kalau Poseidon dan Hades berperang."
"Hehe, mungkin saja, 'kan?"
3. Hades
Sang Penguasa Dunia Bawah adalah Hades. Sejak upacara kedewasaannya, Hades terus tinggal di dunia bawah dan tak pernah keluar, kecuali jika untuk pertemuan rutin dewa-dewi atau hal mendesak. Istananya terletak di lapis terbawah dunia.
Selain dunia bawah, Hades juga menguasai 'Kematian'. Para jiwa, roh, atau makhluk lainnya yang mati akan ditempatkan di wilayahnya.
Hades tunduk pada Zeus dan Poseidon, tapi tidak dengan yang lainnya. Sedangkan Artemis adalah satu-satunya wanita (atau dewi) yang diperlakukan lembut olehnya.
[][][]
__ADS_1
"Wah, bahaya nih! Benar-benar cinta segitiga!"
"Aku tak pernah menganggap hubungan kami seperti itu, Sylph kurang ajar." Hades tiba-tiba muncul dengan wajah dinginnya.
"WUAH! Buat kaget saja!"
Hades berdecih. "Apa yang sedang kau lakukan? Kenapa bisa tahu profilku, hah?!"
Rain langsung menunjuk Author. "No-Nona Chi yang menyusunnya."
Ajaib, Hades langsung terdiam. "Nona Chi, apa kabar? Kenapa terus berdiri di sini? Lebih baik duduk di ruang tamu."
Tersenyum, Author menyambut uluran tangan Hades. "Ayo, Rain. Teruskan baca!"
4. Ares
Para prajurit menghormatinya. Pria ini bahkan selalu mendampingi Zeus di garis depan. Istananya bertempat di sebuah gunung berapi. Dialah Ares, sang Dewa Perang.
Di balik kekejamannya saat perang, Ares termasuk pria nakal. Bahkan Athena yang tenang dibuat menjadi musuh adu mulutnya.
Apollo adalah orang yang menjadi target nomor satu kenakalannya.
[][][]
"Nona Chi, seharusnya jangan susah payah menyusun profil pria aneh satu ini. Dia tak layak." Hades menunjuk kertas profil Ares.
"Hei, apa maksudmu? Kau pikir Nona Chi orang yang tak adil seperti itu?" protes Rain.
"Aku menyusun semua profil kalian, para tokoh The Valkyrie-ku. Jangan protes!"
Pria termuda di antara dewa-dewi dengan sifat ramahnya, dialah Apollo sang Dewa Matahari. Konon, Apollo dapat mengendalikan cahaya matahari untuknya. Ia tinggal bersama Artemis di sebuah hutan terpencil.
Saking baik dan ramahnya Apollo, ia tak pernah membalas perbuatan Ares yang menjadikannya target. Selalu tersenyum.
[][][]
"Uukh, kasihan Dewa Apollo. Nona Chi, jangan kejam-kejam ya sama dia."
"Aku tak janji, Rain. Siapa tahu tiba-tiba ide gila muncul di pikiranku, 'kan?"
6. Hephaestus
Jika ingin memiliki senjata terkuat, carilah Hephaestus. Dialah yang membuat semua senjata di seluruh dunia. Bahkan tongkat petir milik Zeus, trisula milik Poseidon, tongkat Athena, pedang milik Ares juga Hades, dialah yang membuatnya.
Hephaestus tak pernah mengerjakan hal lain selain membuat senjata. Dia selalu mengurung diri di tempat penempaannya.
[][][]
"Huah, Dewa Hephaestus hebat! Dewa Hades, pedangmu juga dibuat olehnya, 'kan?" Mata Rain berbinar. "Tolong perlihatkan padaku!"
Enggan, tapi tetap mengeluarkan pedangnya, Hades menunjukkannya pada Rain. "Yah, aku akui si Hephaestus itu hebat. Pesananku tak pernah mengecewakan."
__ADS_1
7. Hermes
Pintar, tampan, dan cerdik, itulah Hermes. Karena kepintarannya itu, ia dijuluki Raja Bisnis. Entah sudah berapa jumlah bisnisnya, tak ada yang tahu.
Selain bisnis, Hermes juga seorang informan terpercaya.
Hermes adalah sosok dewa yang jarang menunjukkan dirinya. Ia memiliki kekuatan pengubah wujud. Namun, jika kau mencarinya, ucapkan kata "Star" dan kau akan menemukan jalan padanya.
[][][]
"Hmm ... benarkah itu? Aku sendiri juga penasaran wajahnya," gumam Rain.
Hades yang tadinya pergi kini mendorong gerbong makanan berisi camilan dan teh. "Nona Chi, teh?"
"Ah, iya." Author menerima cangkir teh. "Rain, ucapkan saja kata kuncinya kalau mau bertemu Hermes."
"Eh, aku juga bisa?"
Hades kembali duduk. "Semua orang tentu saja bisa, dasar Sylph."
"Wah wah, ada apa ini?" Seorang pria berpakaian perang menghampiri. "Pesta teh?"
"Hai, Ares. Mau bergabung? Kami sedang mendengarkan pembacaan profil kalian yang kususun." Author menjawab.
"Haha! Ide bagus, Nona Chi!" Ares menghempaskan dirinya pada sofa sebelah Hades. "Hades, tehku."
Hades membuang muka. "Ambil saja sendiri. Kau punya tangan, 'kan?"
"Ini tehmu." Mendadak Athena muncul sambil menyodorkan cangkir teh pada Ares.
Baik Author, Rain, maupun Hades terkejut. "Athena? Kau baik?"
Athena duduk dengan anggun di sebelah Author. "Ada apa? Apa salah jika aku di sini?" katanya.
Ares tersenyum mengejek. "Heh, kau tak memberiku racun, 'kan?"
Athena mendengus. "Jika aku berani memberikan racun pada teko Nona Chi. Bersyukurlah, Ares. Setidaknya kematianmu bukan sekarang."
"Haha! Benar juga! Selain Zeus, kau juga hormat pada Nona Chi. Yah, bukan kau saja sih, tapi kita semua. Jika tak ada Nona Chi, kita tak akan ada di cerita ini," kata Ares.
Ares meminum tehnya pelan. Suasana mendadak hening karena sibuk menikmati teh buatan Hades dari teko Author.
"Nona Chi, kenapa kau membuat karakter Seraphine seperti itu?" Rain tiba-tiba bersuara.
Hades, Ares, dan Athena serempak menoleh. "Seraphine?"
"Aku sengaja karena karakter Sera adalah kesukaanku," jawab Author.
"Ah, dia si kandidat yang kau pilih itu ya, hai Sylph sayap biru?" timpal Athena.
"Hoo, apa ini? Aku baru mendengar tentangnya!" Ares menyahut.
Athena menatap Ares dan Hades. "Wajar kalian tak tahu. Hanya aku, Zeus, dan Apollo yang tahu. Ah, hai Sylph, seharusnya jangan membeberkan hal itu dong pada mereka."
Author meletakkan cangkirnya di meja. "Tak apa, Athena. Jika sudah dalam cerita, mereka akan lupa dengan sendirinya kok."
__ADS_1
Bangkit dari duduknya, Author mengambil kertas profil dari tangan Rain.
"Nah, Rain, biarkan aku yang membacakan profil para dewi. Tehmu mendingin."