
"Rain, kau yakin meninggalkan mereka bertiga? Melihat reaksi Fu dan Chia, kurasa orang itu bukan orang sembarangan," tanya Seraphine setelah beberapa langkah menjauh dari tempat si Kembar Gemini.
Rain tertawa mendengarnya. "Tak apa, Sera. Mereka lebih dari kenalan," jawabnya sambil mengerlingkan mata.
Seraphine menoleh ke belakang, melihat si Kembar terlihat serius pada lawan bicaranya. Dalam hatinya, Seraphine bertanya-tanya, ke mana raut jahil mereka?
"Uukh, tetap saja aku penasaran," sungut Seraphine, "Tak bisakah kau memberitahuku siapa orang itu?"
"Tidak bisa. Itu kan permintaan Gemini padaku tadi. Mau kau memaksaku mengatakannya, aku tetap pada pendirianku, Sera," ucap Rain.
"Kenapa harus dirahasiakan sih?" protes Seraphine seraya kakinya menendang-nendang batu kecil.
Rain kembali tertawa geli. "Mungkin belum saatnya kau mengetahui identitas orang itu. Sudahlah, lebih baik aku membimbingmu latihan sekarang."
"Uuh, iya ...."
--o0o--
Suasana seketika canggung begitu Rain dan Seraphine meninggalkan tiga orang yang duduk dengan saling bertatapan itu.
Buah-buahan segar memisahkan mereka bahkan diabaikan. Hal ini berlangsung selama beberapa menit.
"Hah ...." Orang yang baru datang itu menghela napas. "Sampai kapan kita diam-diaman seperti ini, Gemini Fu, Gemini Chia?"
Fu mendesis. "Ini salahmu karena datang tiba-tiba."
Chia di sebelah Fu menatap tajam. "Apa kau lupa peraturan tak tertulis kita? Sepertinya hidup di tempat terpencil membuatmu tak mengingatnya," sindir gadis itu.
"Bukan begitu. Entah kenapa, pikiranku menyuruh untuk menemui kalian. Semalam kalian menggunakan kekuatan, 'kan? Aku merasakannya," kata orang itu.
"Itu tak bisa dijadikan alasanmu untuk menemui kami, Tuan Garbera."
Ya, orang itu adalah Garbera, lelaki tampan yang semalam langsung melesat ke tempat ini dengan kudanya.
Garbera menatap si Kembar sebelum mengambil anggur di depannya. Ia melahapnya sambil sesekali melirik Seraphine dan Rain.
"Apa dia gadis itu?"
Fu mengangkat sebelah alisnya bingung. "Apa maksudmu?"
"Gadis itu." Garbera menunjuk Seraphine. "Dia yang dipilih Sylph sayap biru di sebelahnya itu, 'kan?" tanyanya sekali lagi.
Chia ikut mengambil buah. "Benar, dia gadis yang dipilih Rain. Kau bisa melihatnya sendiri," jawabnya.
"Rain? Anak dari tangan kanan Yang Mulia era sebelumnya?"
Mengunyah apelnya, Chia mengangguk. "Katanya dia bertemu gadis itu tiga tahun yang lalu saat berkelana mencari Yien. Begitu bertemu dengannya, Rain memutuskan untuk memilihnya," jelasnya.
Garbera manggut-manggut sambil terus melirik Seraphine. "Aku mendengar kabarnya kemarin dari gosip pelayanku. Seharusnya aku berangkat siang ini untuk menemuinya, tapi semalam pelepasan kekuatan kalian lebih menarik perhatianku."
Si Kembar Gemini diam mendengarkan.
"Tak kusangka aku akan menemukan gadis itu. Apalagi kalian ada di sini. Hei," Garbera menatap si Kembar, "Jangan bilang kalau kalian terbangun karena gadis itu?"
Fu mengendikkan bahu. "Itu memang kenyatannya. Kami terbangun sudah lama karenanya, tapi baru semalam kami bertemu dengannya. Jadi, tak ada salahnya, 'kan aku dan Chia mengikutinya?" tukasnya tersenyum.
__ADS_1
Garbera membuang muka. "Yah, itu mengejutkan, tapi terserah kalian. Asal kalian kembali pada Yang Mulia Valkyrie jika beliau sudah dibangkitkan," balas lelaki tampan itu.
"Ya, tentu kami tak lupa."
Garbera bangkit dari duduknya, disusul Fu dan Chia. Setangkai anggur dan dua apel habis oleh mereka.
"Aku akan kembali. Orang-orangku pasti mencariku," pamit lelaki tampan itu sambil memakai topi berkudanya. "Sayang sekali, padahal aku berharap melihat kekuatan gadis itu, tapi aku tak bisa berlama-lama."
Garbera pun berjalan ke tempat Seraphine dan Rain karena kudanya tertambat di sana.
Menyadari keberadaan ketiga orang itu, Seraphine menoleh. "Eh? Sudah selesai?"
Fu dan Chia memasang cengiran lebar. "Tentu saja sudah. Dia akan pulang sekarang," jawab mereka kompak.
"Nona, maafkan kedatanganku yang tiba-tiba. Aku ada urusan dengan mereka," ucap Garbera, "Kalau Nona tak keberatan, maukah memberitahuku nama Nona?"
Seraphine tersenyum sebelum menjawab, "Tentu. Aku Seraphine. Tuan sendiri?"
Garbera tertawa. "Jangan bersikap formal padaku. Panggil saja Garbera," katanya.
"Kalau begitu, Garbera juga memanggil namaku saja, tanpa embel apa pun. Bagaimana?"
Sedikit terkejut, Garbera akhirnya mengangguk. "Jika itu yang kau inginkan, Seraphine."
Selanjutnya, Garbera menaiki kudanya, berpamitan pada Rain dan si Kembar Gemini, lalu menggebahnya.
Drap! Drap! Drap!
Seraphine masih menatap kepergian Garbera sampai siluet lelaki itu hilang dari pandangannya.
"Ada apa dengan kalian?" Seraphine menatap heran.
Chia tertawa keras. "Kau hanya belum mengetahui sifat asli Garbera, Nona," sindirnya.
"Garbera bukan orang yang seperti itu. Dia bersikap manis di awal. Berhati-hatilah!" peringat Fu yang juga tertawa.
"Uuuh." Wajah Seraphine memerah malu. "Itu kan menurut kalian! Menurutku dia orang yang baik," protesnya.
"Hahaha! Iya, iya, Garbera orang yang baik." Fu dan Chia menepuk-nepuk pundak Seraphine sebelum berbalik.
"Sera, ada yang aku mau omongkan pada Gemini. Kau latihan sendiri lagi, oke?" Tanpa persetujuan Seraphine, Rain langsung melesat meninggalkan sahabatnya.
"Huh! Bikin kesal saja!"
--o0o--
"Tapi memang aneh sampai Garbera menghampiri kita. Dia bukan orang seperti itu," kata Chia sambil menggoyang-goyangkan kakinya.
"Setuju. Dipikir-pikir, Garbera juga terlihat tertarik pada Seraphine. Kau lihat lirikannya yang sedari tadi tertuju pada gadis itu, 'kan?" timpal Fu yang juga menggoyangkan kakinya.
Si Kembar Gemini kini berada di atas pohon. Mereka duduk di salah satu dahannya.
"Mungkin karena aura milik Sera." Rain yang tiba-tiba muncul ikut berbincang.
Si Kembar serempak manggut-manggut. "Benar juga. Aura Seraphine terbilang cukup menarik. Atau karena dia mirip dengan Yien?"
__ADS_1
Rain mengusap dagunya berpikir. "Bisa jadi sih. Sebelum aku melihatnya, aku merasakan aura Yien menguar dari tubuh Sera."
"Hmm ...."
Ketiganya memikirkan hal yang sama. Baik Rain maupun si Kembar Gemini, mereka sama-sama tahu bahwa seorang Garbera tak mudah tertarik pada orang lain, juga tak mudah bersikap baik pada yang lain. Garbera terkenal dengan ketegasannya.
Hanya Valkyrie dan keluarganya yang diperlakukan manis oleh lelaki tampan itu. Itu artinya, Seraphine adalah gadis asing pertama yang mendapat perlakuan manis Garbera.
"Oh ya, aku penasaran satu hal. Kenapa kalian tak mengatakan identitas asli Garbera pada Sera?" tanya Rain setelah sekian lama hening.
Serempak si Kembar menggeleng tegas. "Tak perlu. Jika Seraphine tahu kalau Garbera termasuk salah satu dari 12 Kesatria Valkyrie, gadis itu akan terlalu bergantung pada kami," jawab Fu.
"Benar juga sih. Apalagi Sera akan menjadi murid kalian. Jika Sera lebih tertarik pada Libra Garbera, mungkin kalian akan cemburu, hahaha," balas Rain tertawa.
Ya. Identitas asli Garbera adalah salah satu dari 12 Kesatria Valkyrie. Garbera mendapati nama Libra. Di masa lalu, lelaki tampan itu termasuk tiga bintang terkuat karena kekuatannya.
"Hei, Sylph," Chia memanggil, "Kami mengajari Seraphine sampai kita menginjak istana Zeus. Kau tak keberatan, 'kan?"
Rain mengangguk kecil. "Sama sekali tidak. Aku paham posisi kalian, jadi jika nantinya Sera bertanya, aku akan membantu menjawabnya."
"Baguslah."
"Chia, kita jalan-jalan, yuk! Aku sudah memikirkan berbagai teknik mengajar nanti," ajak Fu sambil melompat turun dari pohon.
Mata Chia terlihat berbinar. "Hei! Aku juga sudah memikirkannya! Ayo kita satukan!" sahut Chia semangat mengikuti saudara kembarnya.
"Awas saja kalian mengerjai Sera!" Rain spontan berteriak begitu melihat seringai jahil keduanya.
"Maaf saja, Sylph! Kami tak janji!"
--o0o--
Syuuut! Syuuut!
Dua anak panah yang terlontar dari busurnya sukses menancap di leher seekor rusa. Sang pemburu alias gadis pembawa busur dan anak panah itu langsung mendekati buruannya.
"Hah, sampai kapan aku harus seperti ini? Jika aku bertemu dengan Rain, pasti semua akan mudah," gerutu gadis itu.
Perlahan, gadis itu memeriksa keadaan rusa itu sebelum mengambil dan membersihkan anak panahnya. Dirasa denyut rusa itu tak ada, gadis itu telaten membersihkannya pada aliran sungai.
Setelah dirasa cukup bersih dan sudah memotong-motong bagiannya, gadis itu lantas menyalakan api untuk membakarnya.
"Wah, sekarang kita makan daging rusa?" Sebuah suara menginterupsi kegiatannya. Terlihatlah seorang gadis dengan pakaian yang bisa dibilang mewah menghampiri gadis pemburu.
"Iya. Jangan protes, An. Aku tak menemukan burung tadi dan hanya menemukan ini," sahut si Gadis Pemburu.
"Uuh, aku tak protes kok. Masakanmu terasa enak walau hanya dibakar." Gadis yang dipanggil An itu hati-hati mendudukkan dirinya pada sebuah batu besar.
"Nah, ini bagianmu," kata si Gadis Pemburu.
"Hehe, terima kasih, Yien!"
Ya, si Gadis Pemburu yang membawa busur dan anak panahnya itu adalah Yien, orang yang dicari Rain.
Dan Yien adalah saudari kandung Valkyrie sebelumnya.
__ADS_1
To be continue ...