Twin Sister

Twin Sister
eps-01


__ADS_3

Sabtu 12 Desember 1999 pukul 21:37


"Ibu.. aku berhasil membuat mereka.. kau pasti akan terkejut jika melihatnya.. Meraka sungguh.. sungguh nyata..". Ucap seorang laki-laki lewat telpon.


"Apa kau sangat bahagia.. oke oke.. besok aku akan ke sana untuk melihat mereka.. kau tunggu aku yaa.. jaga dirimu juga istrimu.. istirahatlah jika ada waktu.. jangan sampai kau sakit..". Balas seorang ibu lewat telpon dengan perasaan bahagia mendengar ucapan anaknya.


"Iya ibu.. iya.. aku akan baik-baik saja sampai ibu berkunjung besok.. aku tutup dulu.. masih banyak yang harus ku kerjakan.. bay ibu.. selamat malam..". Ucap sang anak mengakhiri panggilan.


"Iya.. selamat malam anakku..". Balas sang ibu sebelum menutup telfon.


Tut.. Tut..


*


*


*


"Oma... Omaaaaaaaa..". Teriak seseorang dari samping sembari menepuk bahu Oma dengan kesal yang ternyata adalah Stella cucu kesayangannya.


"Astaga naga.. ee naga.. heiii.. dasar anak ini.. apa kau mau melihatku mati sekarang..". Ucap Oma terkejut kemudian meninggikan suaranya saat ia tau ternyata Stella yang sedari tadi memanggilnya.


"Aduh Oma.. jangan bilang gitu dong.. kalau Oma ngga ada.. yang ngasih uang jajan ke Stella siapa dong.. lagian Oma siang bolong begini melamun apaan.. entar yang ada Oma malah kesambet..". Ucap Stella pada Oma sambil duduk santai di samping Oma.


"Haduh.. dasar putri cerewet ku.. kau ini bisa saja mengatai Omamu seperti ini yaaaa.. besok-besok sebaiknya Oma ngga usah kasih uang jajan lagi yaa..". Ucap Oma pada Stella kemudian mencubit pipi Stella dengan gemas sembari mengancam dengan wajah polos.

__ADS_1


"Omaku sayang.. yang baik dan cantik.. kau jangan begitu dong.. aku ini tidak punya apapun selain diriku.. kasihanilah aku nyonya besar..". Ucap Stella manja pada Oma sembari tangannya mengelus-elus tangan Oma dengan sengaja.


"Kau memang tak punya apa-apa.. semua yang kau punya adalah milikku.. karena kau tak punya uang.. lebih baik kau kerja saja dengan bibimu di perusahaan.. dia juga sudah semakin tua.. pergi dan bantu dia saja biar dia yang memberimu uang.. jangan minta padaku lagi..". Balas Oma agak sombong kemudian tangan kananya dengan sengaja memukul punggung tangan Stella.


"Hei.. Oma.. bibi itu baru 31 tahun.. dia belum tua.. kalau di sebut emak-emak yaa cocok..". Ucap Stella menjelaskan.


"Ahh.. pokonya kamu minta uang padanya saja.. uangku sudah habis..". Balas Oma tak peduli dengan penjelasan Stella.


"Hei Oma.. ada apa denganmu.. akhir-akhir ini kau jadi pelit..". Balas Stella dengan mengubah gaya bicaranya, sengaja kesal pada Oma.


Saat Oma dan Stella tengah berbincang di kursi pinggir kolam, dari kejauhan Reza mendekat sambil mengendap-endap dengan tujuan ingin mengagetkan Oma dan Stella.


"DORR...". Bentak Reza dari belakang.


"Dor.. dor.. Doraemon..". Ucap Oma spontan.


"Ciihh.. aku tidak datang mencari mu.. bwek..". Jawab Reza sembari menjulurkan lidahnya mengejek Stella kemudian bersimpuh di kaki Oma dengan manja.


"Hei.. apa yang kau inginkan..". Ucap Oma seolah tau maksud kedatangan dan sikap yang di tunjukkan Reza.


"Oma.. aku mau jajan.. aku ngga punya uang.. kasihlah untuk cucumu yang tampan ini..". Ucap Reza manja pada Oma sembari tangannya terus bergerak memijit kaki Oma.


"Aaaa.. kalian berdua ini apa hanya tau meminta uang.. kalian tidak bisa berhemat apa..". Balas Oma mulai kesal sembari menatap kedua cucunya.


"Aduh Oma jangan emosi dong.. ini itu demi kebaikan oke..". Ucap Stella yang ingin menenangkan Oma.

__ADS_1


"Kebaikan dari mana.. apa kau pikir aku bisa kalian bodohi.. dasar anak nakal..". Ucap Oma yang mulai emosi dan dengan sengaja ia menendang Reza sehingga tercebur ke dalam kolam kemudian Oma meninggalkan mereka.


Byurrrrrrr.....


"Oma.. sungguh teganya dirimu padaku..". Ucap Reza yang berada di kolam kemudian berenang secara perlahan.


"Ha-ha-ha.. kamu mandi aja di situ.. yang betah yaa..". Bcap Stella mengejek Reza


"Heii.. jelek.. mana pose tampanmu..". Lanjut Stella mengambil foto Reza tiba-tiba.


"Hei.. apa yang kau lakukan.. apa kau tidak ada kerjaan.. jangan memotret tanpa ijin.. muka gue mahal tau..". Teriak Reza yang masih berendam kemudian menatap Stella dari kejauhan.


"Ngga usah di bilang lagi.. foto Lo udah gue save semua.. yang paling jelek entar gue aplot.. bwek..". Ejek Stella pada Reza kemudian melangkah menjauhi kolam ingin mencari Oma.


"Heii.. heii..". Teriak Reza dari kolam, kemudian dengan terburu-buru ia keluar dari kolam ingin menyusul Stella, tapi karena tubuhnya yang masih basah, ia terpeleset di salah satu lantai yang ia injak.


"Aduhh.. huhu.. nasib gue.. pantat gue sakit lagi.. aduh.. aduh..". Ucap Reza kesakitan sembari berusaha bangkit dari duduknya sembari menahan sakit.


To


Be


Continue


Jika terdapat kesamaan nama tokoh, karakter, dan tempat, saya selaku penulis meminta maaf. Cerita ini hanya fiktif belaka tidak bermaksud menyinggung para pembaca dan pihak lainnya.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen yaa..


Salam sukses dan terima kasih..


__ADS_2