Twin Sister

Twin Sister
eps-21


__ADS_3

"Haihh.. sungguh hari yang melelahkan..".


"Aku bahakan tak berselera ke kantor lagi sekarang..".


"Senior gila itu.. membuatku pusing saja.. haihh.. dia pasti sengaja menyuruhku ini, itu lah.. ini yang benar lah.. gue serba salah aja.." gumam Stella seraya termenung di salah satu kursi halaman rumah.


"Heiii.. apa yang kau lamunkan.." sahut Rangga dari samping yang mengagetkan lamunan singkat Stella.


"Tidak ada.. hanya hari yang sial saja.." balas Stella ketus sambil mentap Rangga yang mulai duduk di sampingnya.


"Aihh.. apa otak kecilmu itu masih bisa memikirkan hal bodoh seperti itu.." ucap Rangga seolah mengejek.


"Kau bilang apaaaa.." tegas Stella.


"Tidak ada..".


"Soal tadi.. aku minta maaf.." lanjut Rangga.


"Soal apa.." balas Stella heran.


"Haih.. sudahlah.. tidak peka.." balas Rangga pasrah.


"Bagaimana aku tau kalau kau tak memberitahuku.." ucap Stella ketus seraya mulai bermain dengan ponselnya.


"Hmm.. hmm.." Balas Rangga kemudian menghampiri jingli yang terparkir di taman.


"Kau mau kemana.." tanya Stella.


"Aku ingin memcuci mobil.. aku sudah beberapa hari membawa mobil itu tapi tak pernah di cuci sama sekali.." jelas Rangga.


"Apaaaa.. pantas saja ada bau aneh tercium di mobil.." balas Stella kesal kemudian menghampiri Rangga.


"Apa maksudmu bau aneh.. aku tidak menciumnya..". balas Rangga heran.


"Itu karena hidungmu bermasalah.." ucap Stella mengejek.


"Kau bilang apaaa.." balas Rangga kesal.


"Tidak ada.. aku hanya bilang kau jelek.." ucap Stella berjalan mundur di hadapan Rangga seraya menatap Rangga dengan wajah mengejek.


Dengan santainya Stella berjalan mundur di depan Rangga, tiba-tiba tanpa ia sadari kakinya menabrak lilitan selang dari belakang yang membuat keseimbanganya goyah.


"Kau ini.. pandai sekali mengejek.. heiiii.." ucap Rangga kemudian menatap Stella yang mulai tak terkendali.


"Aaa.." ucap Stella refleks dan pasrah bahwa ia akan tersungkur.


"Hati-hati.." ucap Rangga yang meraih tangan Stella dengan sigap tapi Stella malah menarik baju Rangga yang membuat Rangga terkejut.


Bruk..


"Auww.. sakit.." ringis Stella yang terjatuh.


"Aduh.. kau ini.. bisa tidak ha..ti.." ucap Rangga saat terjatuh bersama Stella kemudian ucapannya terhenti saat menatap Stella yang tertindih di bawahnya.


Terkejut, Rangga terdiam menatap Stella yang kesakitan seraya tangannya masih memegang lengan Stella. Sadar sedang di tatap, Stella juga menatap tajam pada Rangga yang wajahnya tepat di depannya.


Mata mereka saling memandang dalam diam dengan pemikiran yang tak sejalan.


"Rangga ngapain sih liat gue terus.. muka gue ada yang aneh ya.." batin Stella sambil menatap Rangga.


"Stella.. cantik.." batin Rangga yang terpesona akan Stella.


Deg.. deg..


Tanpa sadar dan pikiran melayang, perlahan Rangga mendekatkan wajahnya yang membuat Stella terkejut.


"Nih orang mau.. mau ngapainnnn.." batin Stella berteriak kemudian menutup mata dan memalingkan muka dari pandangan Rangga.

__ADS_1


Tersadar, Rangga menatap Stella yang terdiam kaku seraya senyum kecil terlukis di bibirnya. Kemudian ia mengambil sehelai daun dari rambut Stella.


"Ada apa dengan ku.." batin Rangga yang mulai sadar.


"Heii.. lo ngapaiin.. betah ya tiduran di situ.." ucap Rangga seraya berdiri dan membersihkan diri dari pasir di tubunya kemudian menatap stella yang masih menutup mata.


"Ngga.." ucap Stella spontan yang salah tingkah kemudian membersihkan tubuhnya dari pasir yang menempel di kulit.


"Gue mau nyuci mobil.." ucap Stella seketika ingat pada jingli mobil kesayangannya.


"Oke deh.. gue ambil peralatan dulu.. tunggu bentar.." balas Rangga kemudian memasuki pintu samping dengan langkah cepat.


"Haaihh.. tadi itu.. gue.. hampir.. aakk.. dasar bodoh.." batin Rangga gugup seraya merapatkan tangannya di dada bidangnya, merasakan degupan jantungnya yang tak karuan kemudian memukul kepalanya dengan kesal seraya memasuki rumah.


"Jantung gue ngga copotkan..bisa-bisa serangan jantung gue kalau deket Rangga terus.." gumam Stella seraya meraba dadanya merasakan degupannya yang tak karuan.


Biiippp..


Klakson mobil mengagetkan Stella dari lamunan singkatnya. Ia mencari sumber suara dan mendapati mobil sedan berwarna putih yang perlahan berhenti di depannya.


Pintu mobil terbuka, sosok lelaki mendekat pada Stella dengan senyum senang menatapnya. Dari belakang, sosok wanita juga tampak baru keluar dari mobil itu.


"Pria ini.. tampan sekali.." Batin Stella yang terpesona dan hanyut dalam bayangannya seraya menatap sosok lelaki yang menghampirinya.


Greb..


Lelaki itu langsung memeluk Stella. Ia hanya terdiam kaku antara terkejut dan senang.


"Pria tampan ini langsung memelukku.. apa aku secantik itu.." batin Stella dengan senyum smiriknya dalam dekapan orang itu.


"Aku rindu padamu.." ucap lelaki itu yang membuat Stella tercengang dalam diamnya.


"Rindu padaku.. memangnnya aku siapa mu..". Batin Stella heran bertanya.


"Aihh.. sudahlah.. dia sendiri yang mengatakan itu.. aku tidak bisa menyia-nyiakan pria tampan ini yang seperti oppa Lee Minho..". lanjut Stella girang.


"Hmm.. aku juga rindu..". Balas Stella polos yang tak tahu malu.


"Wanita gila ini.. su..sudah punya pacar?" batin Rangga menebak.


"Adit.. udah dong.. malu di liat orang.." sahut Bella dari belakang seraya memisahkan Stella dari pelukan hangat Adit kemudian memberi kode dengan menatap Rangga yang tengah melongo menatap mereka.


"Wanita ini siapa sih.. ganggu aja.. gue kan masih mau di peluk oppa.." batin Stella berharap.


Tersadar, Rangga mulai mendekati mereka dengan perasaan sedikit kesal. Ia meletakkan barang bawaannya tepat di samping mobil.


"Apa apaan itu.. apa dia sangat suka pacarnya datang menemuinya" batin Rangga kesal seraya menatap Stella yang kegirangan menatap lelaki itu dalam diamnya.


"Ini siapa.." tanya Adit saat Rangga berdiri tepat di samping Stella.


"Aaaa.. dia.. dia bodyguarku.." ucap Stella bangga dengan senyum cengirnya seraya menatap Adit.


"Ohh.. ternyata Rangga bodyguard mu.. kenapa sebelumnya kau tak memberitahuku.." sahut Bella seraya mengingat Rangga yang sebelumnya mengantar mereka pulang.


"Apa kau tak kangen dengan temanmu ini.." lanjut Bella seraya memeluk Stella mengira ia adalah Vivian.


"Eee.. yaa.. aku kangen.." ucap Stella terbata.


Dari samping, Rangga menatap Bella, ia tahu dan menyadari bahwa Bella adalah teman Vivian.


"Ini kan bella.. teman vivian.. apa lelaki ini juga.." batin Rangga.


"Huuu.. ternyata bukan pacar Stella.." batin Rangga lega.


"Kalau gitu kalian masuk aja.. Vivian udah nunggu di dalam.." sahut Rangga sengaja yang membuat Adit dan Bella terkejut.


"Eee.. maksudnya.. Vivian di dalam.." ucap Adit heran.

__ADS_1


"Bella.." teriak Vivian dari depan pintu seraya menghampiri Bella dengan girang saat setelah ia melihat mobil Adit yang terparkir di halaman.


"Eee.. Vivi.." ucap Bella terkejut seraya melepas pelukannya dari Stella kemudian menatap heran pada Stella dan Vivian bergantian.


"Terus.. ini.. siapa.." ucap Adit terbata menatap heran pada Stella mengingat sebelumnya ia memeluk Stella.


"Aku.. aku.." balas Stella gugup ingin menjelaskan.


"Dia? dia Stella kembaran vivian.." sahut Rangga menjelaskan dengan senyum smiriknya.


"Kembar.." ucap Adit lagi yang masih heran kemudian menatap vivian yang berdiri di hadapannya.


"Masuk dulu.. nanti ku ceritain.." sahut Vivian seraya mengajak Bella dan Adit menuju pintu utama dan meninggalkan Stella dan Rangga.


"Jadi dia datang ketemu vivi.. oppaaa.." ucap Stella kecewa yang perlahan melangkah ingin mengikuti.


"Oppa? mau kemana lo.. bukannya tadi lo mau mandiin mobil jelek ini.." sahut Rangga seraya menahan tangan Stella.


"Jelek.. jingli gue lo bilang jelek.. lo yang jelek tau.." balas Stella kesal seraya menepuk tangan Rangga darinya.


"Minggir.. gue mau nyuci mobil..". ucap Stella kesal dan tak lagi memikirkan Adit.


"Hmp.. gitu dong.. gue bantu deh.." ucap Rangga girang.


"Tapi pria itu.. kira-kira pacar Vivi apa bukan ya.." ucap Stella penasaran.


"Kenapa.. penasaran tinggal tanya aja.." balas Rangga ketus tak peduli.


"Oke deh.. sekalian aja gue minta nomornya.. ganteng banget.. gue serasa dipeluk oppa Lee Minho aja.. akkk.." ucap Stella yang terhanyut dalam imajinasinya dengan senyum polos di bibirnya.


"Lee Minho? dasar aneh.. yang ada juga gantengan gue.. cuci yang bener.." balas Rangga ketus seraya menyuruh Stella.


"Lo apaan sih.. bikin kesal aja.. nih rasain.." balas Stella seraya menyiram Rangga dengan percikan sabun.


"Akk.. mata gue perih nih.. aaa.." ringis Rangga seraya menyeka sabun dari matanya yang tertutup karena perih.


"Aduh.. rusak dah tu mata.. heii jangan di kucek tambah perih loh.. sini biar gue bantu.. tangannya singkirin dong.." ucap Stella panik seraya mendekati Rangga.


Stella membersihkan sisa sabun dari pinggir mata Rangga, perlahan Rangga mulai membuka mata dan mendapati Stella yang begitu dekat dengannya.


Deg.. deg..


"Lo ngga papa kan.. mata lo masih sakit ngga.." ucap Stella khawatir seraya menatap polos pada Rangga dan membersihkan sisa sabun yang menempel di wajah Rangga.


Tangan lembut Stella terus menyusuri wajah Rangga yang kian kaku, tanpa sadar Rangga mengenggam tangan Stella, menghentikan Stella dari kegiatannya dengan mata yang memandang tajam.


Terkejut, mata Stella mulai membalas tatapan Rangga. Mata mereka saling bertemu yang membuat Stella merasa terhipnotis akan kepolosan Rangga. Perlahan tapi pasti Rangga mulai mendekatkan wajahnya dengan serius.


Deg.. deg..


"Dia.. dia mau ngapain.." batin Stella tak karuan seraya menutup mata.


Plak..


Tagan Rangga mendarat di pipi mungil Stella bersama dengan busa sabun yang mulai memenuhi wajah. Terkejut, Stella membuka mata dan menatap Rangga yang masih tepat di depannya.


"Pembalasan.." ucap Rangga menyeringai seraya menatap Stella yang terdiam kaku.


"Apaa.." balas Stella kaku menyadari busa sabun di wajanya kemudian dengan sengaja mendorong Rangga agar menjauh darinya.


To


Be


Continue


Jika terdapat kesaan nama tokoh, karakter, dan tempat, saya selaku penulis meminta maaf. Cerita ini hanya fiktif belaka tidak bermaksud menyinggung para pembaca dan pihak lainnya.

__ADS_1


Jangan lupa like, dan komen.


Salam sukses dan terima kasih.


__ADS_2