Twin Sister

Twin Sister
eps-23


__ADS_3

Stella baru keluar dari kamar mandi dalam selang waktu yang lumayan lama. Mengingat waktu makan malam, ia mulai bergegas memakai pakain.


"Hmm.. mau pake yang mana ya.." gumamnya menatap lemari besar yang penuh akan baju kesayangannya.


"Yang ini aja deh.. pusing gue kalau harus milih.." lanjutnya seraya mengambil salah satu baju kasualnya.


Saat ia mulai memakai pakaian, sesuatu terasa menganjal di bagian punggungnya yang membuat ia merasa tak nyaman. Perlahan ia mulai membuka kembali bajunya, di karenakan tangannya tak sampai menggapai sesuatu yang melekat di punggung bajunya itu.


"Stella.. di bawah udah nungguin.. lo ngga laper apa.." sahut Rangga dari depan pintu.


"Aduh.. Rangga udah manggil lagi.. nih baju juga pake kesangkut di kepala segala.. akk..". gumamnya kerepotan.


"Be.. bentar.." balas Stella dengan nada pelan.


"Apa.. lo bilang apa.. gue ngga denger.." ucap Rangga seraya membuka pintu.


Krek..


"Akkkkk.." teriaknya bersamaan kerena terkejut.


Terkejut, dengan sigap Stella mengambil dan melempar bantal yang ada di kasurnya yang mengenai wajah Rangga kemudian dengan sigap pula Rangga menutup pintu bersama bantal yang menempel di wajahnya karena terkejut.


Dari bawah, orang-orang yang duduk di meja makan mendengar teriakan histeris Stella dan Rangga. Terkejut? sudah pasti, karana penasaran Reza mulai menghampiri.


"Kak.. ada apa.." teriak Reza dari bawah seraya mulai berjalan menyusuri tangga.


"Ngga.. ngga ada apa-apa kok.. ke.. kecoa.. ada kecoa di kamar Stella.." Balas Rangga berteriak yang masih terkejut.


"Eehh.. haih.. ternyata kecoa, gue pikir apaan" gumam Reza seraya berbalik tak jadi menghampiri kamar Stella.


"Kenapa? mereka kenapa.." tanya Oma yang juga terkejut seraya bangkit dari duduknya juga ingin memcari tahu.


"Aihh.. ngga papa Oma, kecoa.. ada kecoa di kamar si cerewet" balas Reza ketus seraya kembali duduk di kursinya.


"Kecoa? Anak itu.. jelaslah ada kecoa.. kamarnya jarang di bersihin sih" sahut Shinta seolah tak peduli.


"Kamu tu yaa.. ngatain ponakan lagi.. jelas-jelas kamar kamu juga begitu" balas Oma seraya menepuk tangan Shinta seraya mengingatkan akan kamarnya.


"Aaihh, Oma ini.. aku kan jarang pulang.. jelas lah kamar aku sedikit berantakan" balasnya menyanggah seraya mengelus tangannya yang sedikit memerah.


*


*


Krek..


Pintu terbuka, Stella mendapati Rangga yang tengah melongo seraya memeluk bantal yang di lempar Stella sebelumnya.


"Lo tu ya.. kalau mau masuk ketuk pintu dulu kali.." Ucap Stella kesal memperingatkan.


"Aa.. gue kan udah nyahut" sanggahnya.


"Ya ngga main nyosor juga sih.. atau jangan-jangan lo salah satu orang mesum ya!" ucap Stella menduga seraya tatapannya mulai serius dengan tangan yang menunjuk Rangga.

__ADS_1


"Apaan sih.. ngga.. gue ngga mesum" balasnya memperjelas dengan sedikit kesal.


"Ohh.. beneran?" goda Stella dengan senyum liciknya. .


"Gue bilang ngga ya ngga" balas Rangga yang mulai kesal karena desakan Stella seraya menyerahkan bantal yang di pegangnnya dan berlalu meninggalkan Stella menuju lantai bawa.


"Cihh.. apaan sikapnya itu.. yang seharusnya marah itu gue!!" ucap Stella kesal menatap Rangga kemudian mulai membuka pintu dan melempar bantal kesayangannya ke atas bidang datar empuknya.


Dengan kesal Stella menuju meja makan, ia terkejut dalam diamnya saat mendapati Adit di salah satu jejeran kursi itu.


"Akkk.. oppa masih di sini? gue pikir dia udah balik, kalau gini sih gue seharusnya dandan dulu.. balik kekamar dulu kali ya.. akk ngga usah deh.. udah di sini juga" batinnya terkejut seraya menatap Adit dengan senyum kakunya dan berusaha bersikap elegan seraya menarik kursi kosong dekat Rangga untuk duduk.


"Mati gue.. entar dia jijik lagi sama gue kalau liat cara makan gue yang aneh.. atau gue makan di kamr aja ya.. tapikan gue pengen liat muka ganteng ini" lanjutnya berfikir sambil melirik kaku pada Adit.


Rangga yang duduk tepat di samping Stella menatap heran akan sikap yang di tunjukkannya itu, apalagi senyum cengir Stella terlukis di bibirnya yang sedang menatap Adit yang duduk di samping Bella.


"Nih anak kesambet kali ya.. atau jangan-jangan dia udah bucin lagi sama temen Vivi yang satu ini" Batin Rangga menebak dengan sedikit kesal sambil menatap Adit.


"Kamu ini ngapain di kamar..". sahut Oma.


"Terus itu teriak-teriak.. ada kecowa kan salah kamu sendiri.." lanjutnya mengoceh menatap Stella.


"Eeh.. kecowa? mana ada kecowa di kamar aku Oma.. tadi itu Rangga akk..." ucap Stella ingin menjelaskan tapi tangan Rangga mendarat di pinggang Stella seraya mencubit kecil kulit pinggang Stella dengan tatapan tajam mentapnya.


"Rangga kenapa?" tanya Oma penasaran.


"Aa.. Rangga.. iya tadi Rangga nginjak kecowa.. gede bangetttt" ucap Stella agak absurd seraya melepas tangan Rangga dari pinggangnya dengan paksa.


"Oma.. udah deh bahasnya aku laper nih". sahut Shinta tak peduli seraya mulai mengambil beberapa makanan dari meja.


Adit hanya membalas dengan senyuman atas ucapan Vivian dan Bella juga hanya membalas dengan anggukan pelan dalam diamnya dengan sedikit ragu.


"Nak Adit, nak Bella.. ayo dimakan.. jangan sungkan.. kalian kan tamu di sini" ucap Oma ramah.


"I.. iya.." balas Bella yang sedikit ragu.


Tanpa pikir panjang, Bella dan Adit juga mulai menikmati makanannya begitu pun yang duduk di meja makan. Hanya saja, tersisa Stella yang sedikit kaku, yang sepertinya masih membiasakan diri untuk terlihat lebih anggun sambil memegang sendok di tangannya. Sedikit demi sedikit makanan ia masukkan ke mulutnya dengan tatapan yang masih fokus pada Adit.


"Akk.. ganteng banget.. gue ngga malu-maluin kan.. kalau gini turus gue harus belajar jadi cewek anggun deh demi oppa" batin Stella dengan senyum cengirnya menatap Adit.


Sesekali Adit melirik Vivian kemudian menatap Stella seolah sedang membandingkan, tapi ia mendapati Stella yang selalu tersenyum aneh padanya. Sedikit terkejut, Adit merasa terawasi akan tatapan Stella mengingat sebelumnya ia tak sengaja memeluknya.


"Kembaran vivi ini ngapain sih liatin gue terus dari tadi.. apa jangan-jangan karena gue peluk dia sebelumnya kali ya.. dia pasti berfikir gue mesum huhu" batin Adit berfikir seraya menikmati makanannya dengan sedikit kaku.


Dari samping Rangga melirik Stella seraya menatap tingkahnya yang kaku karena berusaha terlihat anggun tidak seperti sebelumnya.


"Dasar aneh.. udah kayak zombi lagi makan aja nih anak.." gumamnya mengejek.


Tak terasa, beberapa menit pun berlalu, mereka selesai dari kegiatan makan malamnya, para pelayan mulai membereskan meja makan. Dari depan pintu utama, vivian juga tampak mulai berpamitan pada Adit dan Bella.


"Dia udah mau pulang kah.. gue belum dapet nomornya.. minta di vivi aja kali ya.. ngga aah.. minta langsung kan lebih baik hehe.." ucap Stella berfikir seraya mendekat pada Vivian.


"Oma.. Adit ama Bella udah mau pulang nih.. vivi anter sampi depan yaa.." ucap Vivian seraya menatap Oma yang tengah duduk dan mulai menyalakan tv.

__ADS_1


"Vivi.. teman kamu udah mau pulang ya.." sahut Stella dari samping sambil merangkul Vivian seraya memulai sandiwaranya.


"Iya.. ini kan juga udah malam.. kamu juga sana tidur" balas Vivian seraya melepas tangan Stella dari lehernya.


"Aduh, ini kan juga belum larut.. bentar deh.. boleh ngga aku minta nomor kak Adit.." ucap Stella seraya memdekat pada Adit dan menyodorkan ponselnya dengan sedikit manja dan wajah imutnya.


"Ehh.. ngapain minta nomor gue.. anak ini ngga bakal nyembur gue kan lewat telepon.. kasih ngga ya.. kalau ngga di kasih jadinya dia pikir gue ngga bertanggung jawab.. akk.." pikir Adit seraya terpakasa mengambil ponsel Stella dan mengetik beberapa angka di sana yang tak lain adalah nomornya.


"Yesss.. dapet.." batin Stella bahagia.


"Kemabaran vivi ini kenapa sih dari tadi juga terus liatin Adit kayak gitu!!" batin Bella cemburu.


"Kakak hati-hati ya.. bay.." ucap Stella sambil mengambil ponselnya yang di sodorkan Adit kemudian berpamitan dan menuju kamarnya dengan persaan bahagia sambil menatap ponselnya.


*


*


Krukk.. krukk.. kruk..


Suara perut Stella berbunyi yang membangunkannya dari lelapnya. Ia mulai merasa lapar, mengingat saat makan malam ia bertingkah anggun dan hanya makan sedikit.


Dengan wajah suntuk dan masker yang menempel di wajah, Stella berusaha menyadarkan diri lalu keluar dari kamar menyusuri tangga dengan langkah luntai.


Langkah demi langkah Stella menghampiri meja makan lalu dapur dan berdiri tepat di depan kulkas besar. Keadaan perut yang kosong memaksanya untuk makan walau sebenarnya ia merasa ngantuk.


Stella mulai mengambil beberapa buah, makanan dan susu dari dalam kulkas. Keadaan rumah yang begitu sunyi dengan lampu yang sedikit radup Stella memopong makanan di tangannya kemudian mulai menutup pintu kulkas ingin makan di kamarnya.


"Akkk.." teriak sesorang dari samping yang terkejut sambil menutup mulunya sendiri karena tak mau membangunkan orang rumah.


"Siapa sih.." ucap Stella tak bersemangat seraya membuka mata lebar-lebar dan mendapati Rangga yang terkejut sambil memegang botol air.


"Aihh.. lo ternyata.. gue pikir hantu!!". ucapnya heran seraya mulai menstabilkan diri dan menghampiri salah satu dispenser untuk mengisi botol airnya.


"Mumpung lo juga masih bangun.. temenin gue makan yaa.." ucap Stella seraya meletakkan makanan di atas meja yang tadinya ingin makan di kamarnya.


"Gue ngantuk.." balas Rangga cuek dan berlalu dari samping Stella.


"Gue juga ngantuk.. tapi perut gue minta makan.. bentar aja yaa.. plisss..". ucap Stella manja dan menarik tangan Rangga agar duduk di sampingnya.


"Haihh.. iya deh iya.. tapi buruan makannya.." balasnya ketus.


"Hmm..".


Tanpa basa-basi lagi, Stella melahap beberapa makanan kemudian memakan beberapa buah sebagai makanan penutup. Karena merasa ngantuk ia menyandarkan kepalanya pada bahu Rangga yang membuat Rangga sedikit terkejut. Perlahan kesadarannya mulai tak terkontrol lagi, dengan mulut yang sudah tak berserela, Stella tertidur tepat di samping Rangga.


To


Be


Continue


Jika terdapat kesamaan nama tokoh, karakter, dan tempat, saya selaku penulis meminta maaf. Cerita ini hanya fiktif belaka tidak bermaksud menyinggung para pembaca dan pihak lainnya.

__ADS_1


Jangan lupa like, dan komen.


Salam sukses dan terima kasih.


__ADS_2