
Kringgg.. kringgg..
Suara alarm bergema dalam kamar Stella yang membuatnya terpaksa menjulurkan tangan meraih alarm yang tepat di atas meja dari samping kasur empuknya ia berbaring sekarang.
"Haihh.. udah pagi aja.. gue masih ngantukkk..". Gumamnya setelah menatap jam alarm dan mematikannya kemudian meletakkan kembali jam weker kesayangannya.
Stella kembali memperbaiki posisi tidurnya dengan memeluk erat bantal guling di sampingnya melanjutkan tidurnya.
Tok.. tok.. tok..
"Stella..". Ucap seseorang dari balik pintu yang tak lain adalah Rangga.
"Siapa sih.. gue masih nagantuk nih..". Gumamnya lemah sambil duduk dari baringnya dengan wajah yang masih suntuk.
"Stella, bangun woii.. hari ini kita ada kelas di kampus..". Ucapnya tegas dengan mengencangkan ketukan pintunya.
"Kampus? kelas? hari ini?". Gumam Stella heran yang tersadar dari kantuknya dengan mata yang membulat mengingat jadwal kelasnya.
"Gue kok ngga dapat kabar ya dari Kevin kalau hari ini ada kelas..". Lanjutnya seraya mengingat Kevin yang biasa mencarinya lebih dulu untuk di ajak ke kampus, tangannya juga mulai meraba bidang empuk tempat ia duduk bermaksud mencari ponselnya.
"Ya ampun.. semalam gue ngga online!!". Ucapnya seraya menatap beberapa pesan masuk dari Kevin di ponselnya.
Perlahan Stella beranjak dari bidang datarnya mendekati pintu menemui Rangga di baliknya.
"Hei.. udah bangun belum..". Lirih Rangga lagi yang mengetuk keras pintu kamar Stella.
"Udah..". Sahutnya mendekat.
Krek..
"Buset.. nih cewek udah kayak hantu aja!!". Batin Rangga yang menatap heran pada Stella dengan rambut yang berantakan serta baju tidurnya yang agak terbukamemperlihatkan lekuk tubuhnya yang mungil.
"Heii.. apa liat-liat..". Ucap Stella ketus yang sadar akan tatapan Rangga kemudian membalas tajam tatapan Rangga.
"Ngga ada, lo siap-siap gih.. gue tunggu lo di bawa". Ucap Rangga kemudian berlalu menuju tangga meninggalakan Stella.
"Hmm.. aakk..". Gumam Stella kesakitan.
"Lo kenapa?". Tanya Rangga yang mendengar ringisan lemah Stella seraya berbalik menatapnya yang tengah memegangi pinggangnya.
"Ngga papa.. gue ngga papa..". Balasnya ketus kemudian menutup pintu.
"Akk..". Ringisnya lagi saat setelah ia menutup pintu dan perlahan duduk di sofa.
"Perut gue sakit.. aduh.. gue lupa, udah waktu datang bulan ternyata..". Gumamnya seraya memegang perutnya sambil menatap tanggal di ponselnya.
"Kalau gini sih gue ngga bisa ke kampus!!". Lanjutnya yang tak semangat ke kampus.
"Malas gue ke kampus hari ini.. gue mau nonton drama lee minho aja..". lanjutnya seraya meraih ponselnya.
"Tapi.. hari ini ada acara di kampus.. kalau gue ngga hadir Kevin?.. entar yang ada dia malah nyari gue sampe ke sini..". Gumamnya seraya mengingat Kevin yang sebelumnya selalu ikut bersamanya saat acara kampus agar terhindar dari gadis-gadis yang terus mengejarnya.
"Stella.. kamu udah bangun belum.. turun yuk makan". Sahut Vivian dari depan pintu yang mengajak Stella untuk sarapan yang juga baru keluar dari kamarnya.
__ADS_1
"Iya bentar.. akk..". Balasnya yang mulai mendekat pada pintu.
"Ahh.. gue ada ide!!". Gumamnya yang berfikir saat ia akan membuka pintu dengan senyum seringainya.
Krek..
Pintu terbuka lebar, Vivian menatap polos pada Stella dengan senyum kecil di bibirnya. Dengan senyum menyeringai, Stella menarik Vivian masuk dalam kamarnya.
"Kamu.. kamu mau nggapain?". Tanya Vivian sedikit heran akan tarikan Stella yang tiba-tiba.
"Vi.. gue mau minta tolong boleh ngga?". Ucapnya manja memegang tangan lembut Vivian.
"Minta tolong apa?". Tanya Vivian penasaran dengan sedikit heran.
"Itu.. kamu mau ngga gantiin gue ke kampus hari ini". Usul Stella terus terang dan berharap agar Vivian bisa membantunya.
"Apaaa.. ke kampus.. aku!!". Seru Vivian terkejut seraya menunjuk dirinya tak percaya.
"Iya.. plisss.. hari ini aja.. bantuin gue.. gue lagi psm.. pinggang gue sakit semua nih!!". Rengek Stella dengan wajah manjanya.
"Masa gara-gara kamu psm malah nyuruh aku sih.. kamu bercandanya kelewatan loh..". Balas Vivian yang mengira Stella hanya bercanda gurau dengannya.
"Vi.. aku serius.. tolong ya..". Ucap Stella memohon dengan menggenggam erat kedua tangan Vivian.
Vivian terdiam sejenak seraya berfikir. Wajah imut yang di tampilkan Stella membuatnya tak tega menolak.
"Haihh.. baiklah-baiklah.. terus aku harus gimana?". Tanya Vivian pasrah.
"Gampang kok.. kamu hadir aja di kampus.. hari ini sih cuman ada acara kampus.. jadi kelas ngga lancar, dosen sih pada sibuk!!". Ucap Stella manja dengan seringai tipis terlukis di wajah imutnya seraya memperlihatkan jadwal kampusnya.
"Hai.. kita kan kembar.. ngga ada yang bakal curiga kok.. kamu pake baju aku aja". Ucap Stella yang memaksa seraya menatap Vivian saksama.
"Bilakah.. baiklah..". Ucapnya pasrah.
Selang beberapa menit, saat setelah Vivian melakukan ritual madinya, Stella memulai aksinya. Tak butuh waktu lama, ia sudah membuat Vivian nampak seperti dirinya, begitu pun dirinya yang juga tengah memakai pakaian Vivian, menyadarkan diri bahwa hari ini ia sebagai Vivian.
Mereka berdua saling menatap, antara kagum dan terkejut akan tampilan mereka yang begitu mirip.
"Stella.. udah siap belum?". Sahut Rangga dari luar yang siap ke kampus dengan maksud mengajak Stella bersamanya.
"Be.. bentar..". Balasnya gugup yang tengah menyiapkan barang bawaannya kemudian ia berikan pada Vivian.
"Vi.. udah sana.. jangan sampai ketahuan..". Suruh Stella dengan mendorong Vivian ke arah pintu.
"Tapi.. ngga papa nih kita ngga bilang ke Rangga..". Tanyanya ragu.
"Ya ampun Vi.. kalau kita kasih tau Rangga, yang ada dia malah marahin gue.. udah sana!!". Balas Stella ketus dengan membuka pintu dan keluar bersama.
"Ehh.. ada Vivian juga.. kalian nggapain?". Tanya Rangga yang mendapati mereka berdua keluar bersama dari balik pintu dengan mata yang menatap Stella mengira ia adalah Vivian.
"Aaa.. ngga ada, ini urusan perempuan..". Balas Stella gugup seraya melirik Vivian yang mulai terlihat kaku.
"Ohh.. kalau gitu aku dan Stella duluan ya!!". Ucap Rangga sambil meraih tangan kanan Vivian dengan senyum manis menatapnya mengira ia adalah Stella.
__ADS_1
"Aahh.. iya.. kalian hati-hati ya!!". Ucap Stella terkejut dan sesikit gugup yang sedari tadi menahan sakit di pinggangnya.
"Cowok nakal itu.. sejak kapan udah berani pegang-pegang tangan gue..". Gumamnya yang menatap kepergian Rangga dan vivian yang perlahan menghilang dari balik tangga.
"Aduh.. Lo tunggu di mobil ya.. gue ada barang ketinggalan di kamar..". Sahut Rangga yang tiba-tiba ingat akan dompet kesayangannya yang tergeletak di atas meja seraya melepas tangannya dari memegang tangan Vivian dan perlahan berbalik kembali ke lantai dua.
Suruhan Rangga di balas anggukan oleh Vivian yang kini menyamar sebagai Stella. Sedikit legah, Vivian mendesah kecil menatap kepergian Rangga kemudian melangkah menuruni tangga seorang diri yang nampak sedikit kaku.
"Kak Stella.. ke kampus ya.. bareng kak Rangga kan..". Sahut Reza dari salah satu sofa yang tengah menyusun beberapa barang bawaanya dan membuat Vivian terkejut akan sahutannya.
Sekali lagi, Vivian membalas dengan anggukan menatap Reza yang nampak sedikit gugup takut Reza tahu bahwa ia adalah Vivian.
Dari lantai dua juga terlihat Rangga yang telah keluar dari kamarnya. Saat ia melewati pintu kamar Stella, ia mendapati pintu yang terbuka lebar. Di pandangnya Stella yang tengah asik bersantai dengan ponselnya, memakai earphone yang menyumpal kedua telinganya.
Tatapan heran Rangga mulai tertuju padanya seraya menatap pintu kamar Stella dan Vivian bergantian.
"Ini Vivian.. kok di kamar Stella ya!!". Gumamnya heran.
Tok.. tok.. tok..
Rangga memgetuk pintu berharap Vivian, maksudnya Stella akan merespon. Tak sesuai harapan, Rangga mendekat kemudian melambaikan tangannya di hadapan wajah Stella yang tengah serius, menghalangi pandangannya dari menatap ponselnya.
Terkejut, sudah pasti. Stella terdiam menatap Rangga sejenak, dan dengan sigap ia melepaskan earphone yang memyumpal kedua lubang telingannya seraya berdiri menatap Rangga.
"Kamu ngapain di kamar stella?". Tanya Rangga heran tanpa basa-basi.
"Kamar Stella? kan emang kamar gue, astaga!!". Batin Stella terkejut mengingat sekatang dirinya menjadi Vivian, yang sudah jelas membuat Rangga tercengang heran.
"Aaa.. aku.. aku mau beres-beres kamar Stella.. tadi Stella minta tolon!!". Ucapnya terbata dengan senyum polosnya.
"Ohh.. ya udah lanjutin aja.. gue pergi dulu". Balas Rangga seraya berpamitan dan meninggalkan Stella.
"Huff.. untung aja dia ngga curiga". Gumam Stella legah dengan tangan merapat di dada.
"Tapi kok.. vivi kelihatan santai ya di kamar Stella? aihh.. sudahlah.. dia baik juga mau bantu Stella yang jorok itu". Gumam Rangga yang masih ragu dengan langkah menyusuri tangga bermaksud menuju mobil yang terparkir di halaman depan.
Dengan langkah panjang, Rangga menghampiri mobil. Saat ia mulai duduk di kursi kemudi, ia mendapati Stella, maksudnya Vivian yang tengah duduk di kursi penumpang bersama Reza.
"Tumben lo duduk di belakang..". Sahutnya seraya memakai sabuk pengamannya dan bersiap menjalankan mobil.
"Eehh.. emang salah ya aku duduk di sini?". Balas Vivian kaku yang membuat Rangga dan Reza sedikit terkejut.
"Ngga sih..". Balas Rangga ketus kemudian mulai menjalankan mobil.
To
Be
Continue
Jika terdapat kesamaan nama tokoh, karakter, dan tempat, saya selaku penulis meminta maaf. Cerita ini hanya fiktif belaka tidak bermaksud menyinggung para pembaca dan pihak lainnya.
Jangan lupa like dan komen.
__ADS_1
Salam sukses dan terima kasih.