Twin Sister

Twin Sister
eps-03


__ADS_3

Beberapa menit kemudian


Bippppppppp... Bipppppppp.. (suara klakson yang terdengar dari gerbang).


"Aduh.. itu pasti Kevin..". ucap Stella saat mendengar bunyi klakson seolah yakin bahwa Kevin menunggunya.


Dengan terburu-buru, Stella menelusuri ruang tamu mencari keberadaan Oma untuk berpamitan.


Dari kejauhan Stella mendapati Oma yang tengah memberi makan ikan kesayangannya dan ditemani dengan Bu Desi perawat pribadinya.


"Oma.. Stella berangkat yaa.. Kevin udah nunggu di depan.. Oma jaga diri yaa.. cuppp.. dah Oma..". ucap Stella memeluk Oma dari belakang kemudian mencium pipi Oma sebelum berlari menuju pintu.


"hati-hati.. jangan lupa hari ini kau harus ke kantor.. kau sudah janji.. obatmu.. apa kau membawanya..". tegas Oma mengingatkan Stella sembari menatap kepergian Stella di dekat akuarium bersama Bu Desi.


"iya Oma.. iya.. aku ingat.. obatku juga ada..". teriak Stella di depan pintu utama sembari melambaikan tangan dan melanjutkan langkahnya.


Stella keluar menuju gerbang. Terparkir mobil sedan berwarna orange yang menunggunya di balik gerbang.


Di ke jahuan Stella melihat Kevin dari jendela mobilnya, duduk di kursi kemudi dengan memakai kacamata berwarna putih bertengger di hidungnya, serta topi yang melekat di kepala menutupi poni dan jam tangan yang melilit lengan tangan kirinya, sembari tatapannya tertuju pada Stella yang terburu-buru mendekat dan menghampirinya.


"heii...kau lama sekali.. aku bosan menunggu.. apa kau berdandan begitu lama?". ucap Kevin saat setelah Stella masuk dan duduk di sampingnya sembari memperhatikan wajah Stella.


"aku sudah cantik.. tidak perlu berdandan begitu lama.. jangan samakan aku dengan wanita gilamu.. jalan..". balas Stella sembari memasang sabuk pengaman kemudian duduk dengan santai memerintah Kevin.


"hmm.. baiklah.. baiklah.. kau tidak bisa di bandingkan dengan mereka.. oke..". ucap Kevin mengalah sembari menyalakan mobil.


"kau itu.. di lihat berapa kali pun tetap saja membosankan..". ucap seseorang dari kursi penumpang dengan nada mengejek.


Stella terkejut karena mengenal pemilik suara yang mengejeknya itu dengan penasaran ia berbalik dan mendapati Reza yang duduk dengan santai sembari bermain handphone.


"heii.. anak tengik ini sejak kapan naik mobilmu..". tanya Stella pada Kevin yang fokus mengemudi sembari matanya masih menatap tajam pada Reza yang sibuk dengan handphonenya.


"dia naik lebih dulu darimu..". balas Kevin singkat dan masih fokus mengemudi.

__ADS_1


"kenapa kau tak melarangnya..". balas Stella memukul bahu Kevin dengan pelan.


"dia butuh tumpangan.. kita juga searah kan.. dan ya.. dia adikku..". ucap Kevin tegas sembari melirik Stella dari samping.


"heii.. sejak kapan anak nakal ini jadi adikmu.. dia itu adikku..". balas Stella melotot pada Kevin tak mau mengalah.


"sudah sejak lama..". jawab Kevin mengejek Stella.


"apa kalian sudah selesai memperebutkan ku.. aku geli mendengar kalian bertengkar..". ucap Reza memotong pembicaraan sembari menatap layar dan masih fokus akan handphonenya.


"heii anak nakal kau diam saja.. lagian kau ke sekolah jam segini.. apa kau tak takut di hukum..". ucap Stella pada Reza sembari menatap jam handphone yang di pengannya yang menunjukkan pukul 07:35.


"kau tak perlu khawatir.. lebih baik khawatir kan dirimu saja.. terima kasih tumpangannya Hyung..". ucap Reza kemudian membuka pintu saat setelah mobil berhenti tepat di gerbang masuk sekolahnya sembari berpamitan pada Stella dan Kevin dari luar dengan melambaikan tangannya yang masih memegang handphone.


Dari dalam mobil Kevin dan Stella menatap kepergian Reza kemudian melanjutkan tujuannya akan ke kampus.


"Lo udah tau kan hari ini kita ke kantor..". tanya Stella dari samping meyakinkan Kevin akan chat semalam yang telah mereka bahas.


"heh.. jalani aja deh nasib gue.. ini perintah nyonya.. sorry yaa.. gue ngelibatin Lo..". ucap Stella menatap Kevin yang fokus dengan wajah imutnya.


"heii.. Lo apaan sih.. bilang aja Lo mau sesuatu..". ucap Kevin yang mulai kesal pada tatapan Stella.


"huhu.. gue udah miskin.. traktir gue makan.. cuman Lo bekingan gue.. yaaa..". ucap Stella manja pada Kevin sembari masih menatap dengan ekspresi imutnya.


"udah-udah.. entar gue traktir.. kita udah nyampe nih di kampus..". ucap Kevin tak bisa menolak desakan Stella.


"gue turun di sana aja..". tegas Stella tiba-tiba sambil menunjuk tempat yang ia maksud.


brakkkkk


Stella turun dari mobil kemudian Kevin menuju parkiran, Stella tak menunggu Kevin kembali karena kelas mereka yang berbeda. dengan langkah perlahan Stella merogoh tas bawaanya mencari pulpen dan buku besar yang sering ia bawa dengan tangannya yang masih memegang ponsel.


Stella memasuki gedung kampus, kelasnya akan dimulai pada pukul 08:00 di lantai tiga.

__ADS_1


di tangga lantai dua tak sengaja Rangga melihat Stella, dengan sangat terpaksa Rangga menghampiri Stella dan menariknya kemudian dengan sengaja memeluk Stella dari belakang.


"kalian.. kalian jangan mendekat.. atau pacarku akan marah.. apa kalian tidak takut jika pacarku ini memaki kalian..". bentak Rangga pada para gadis yang mengejarnya sedari tadi, sembari tangannya terpaksa melingkar di pinggang Stella.


"heii.. heii.. kau mau apa memelukku seperti ini dasar nakal..". ucap Stella sembari menepuk tangan yang melingkar di pinggangnya dan sadar bahwa orang yang memeluknya adalah Rangga seniornya.


para gadis yang mengejar Rangga berhenti di tangga sembari menatap Stella yang mendapat pelukan dari Rangga, mereka tau bahwa Rangga dan Stella saling tidak akur. dengan wajah tak percaya pada apa yang mereka lihat, mereka langkah perlahan menyusuri tangga ingin mendekat.


"heiii.. apa yang kau lakukan..". bentak Stella tiba-tiba kesal akan situasi yang ia alami dan dirinya yang sedari tadi tak bisa melepas tangan yang melingkar di pinggangnya.


terkaget, para gadis itu berhenti mendekat sembari menatap Stella yang kesal membuat mereka menyerah dan merasa takut pada Stella kemudian kembali ke lantai tiga.


saat setelah para gadis itu pergi, Rangga langsung melepas tangannya dari pinggang Stella.


"iiiiiii.. dasar.. para gadis itu membuatku merinding..". ucap Rangga saat setelah melepas pelukannya dari Stella.


Stella yang berdiri tepat di sampingnya terdiam sejenak mempersiapkan diri dengan seribu kata yang akan ia lontarkan pada Rangga.


"uukkk.. dasar senior nyebellin.. berani yaa Lo meluk-meluk gue hah.. kemarin-kemarin aja Lo ngerjain gue.. bikin gue kesel aja sihhh.. gadis-gadis itu pasti Lo kerjai juga kan.. dasar nyebelinnnn..". bentak Stella kesal dengan melontarkan semua yang ingin dikatakannya sembari memukul bahu Rangga berulang-ulang dan terakhir ia menginjak kaki Rangga dengan keras kemudian pergi meninggalkan Rangga dan menuju ke lantai tiga.


"aduh sakit.. heii.. dasar gadis cerewet.. apa kau pergi begitu saja setelah melukai orang.. heii.. ciihh.. dasar gadis itu..". bentak Rangga sembari menatap kepergian Stella kemudian dengan perlahan melangkah menyusuri tangga menuju lantai tiga untuk menghadiri kelas.


To


Be


Continue


jika terdapat kesamaan nama tokoh, karakter, dan tempat, saya selaku penulis meminta maaf. cerita ini hanya fiktif belaka tidak bermaksud menyinggung para pembaca dan pihak lainnya.


jangan lupa like dan komen yaa..


salam sukses dan terima kasih..

__ADS_1


__ADS_2