
jam dinding menunjukkan pukul 11:30, kelas pun
selesai. Stella membereskan barang bawaannya sembari dari kejauhan ia melirik Rangga yang sedari tadi terus menatapnya dan ditemani Anton temanya.
saat setelah Stella membereskan barang bawaannya ia membalas tatapan Rangga dengan kesal kemudian meninggalkan ruangan.
"hei Rangga.. apa yang telah kau lakukan pada pacarmu..". tanya Anton sembari merangkul Rangga dari belakang dan berjalan dengan menginringi langkah kaki Rangga.
"hei.. apa kau gila.. wanita cerewet itu bukan pacarku tau..". jawab Rangga sembari melototi Anton dari samping.
"sudah kuduga.. aku mendengar dari gadis-gadis yang bergosip sebelumnya mengenai kau dan Stella.." ucap Anton sembari melepas rangkulannya dari leher Rangga.
"ini juga gara-gara kau.. gadis-gadis itu bahkan tak mau dengar penjelasanku.. aku sampai di kejar tau..". ucap Rangga menatap kesal pada Anton.
"hmp.. ya sorry deh.. tapi kau memeluk si ratu cerewet itu.. apa kau mulai tertarik padanya..". ucap Anton menyeringai menggoda Rangga.
"apa maksudmu.. sudah ku bilang aku tidak suka pada gadis cerewet.. kau ini..". balas Rangga kesal menatap Anton dari samping.
"terserah deh.. kalau gitu gue duluan ya.. gue masih ada janji sama dosen..". ucap Anton sembari menepuk bahu Rangga dari samping kemudian berjalan meninggalkan Rangga.
"oke..". balas Rangga melambai pada Anton kemudian menuju tangga setelah melihat banyak teman yang mengantri di depan lift.
saat sedang menyusuri tangga hp Rangga berdering.
like small boat on the ocean.. sending big waves into motion.. like how a single word.. can make a heart open.. I might only have one match.. but I can make an explosion..".(nada dering hp Rangga).
Rangga merogoh tas mencari keberadaan handphonenya dan yang benar saja ia mendapati handphonenya di saku celana belakangnya. Rangga menatap layar hpnya tertulis nama ayah di layar itu.
"halo pa..". sapa Rangga.
"halo Rangga.. kamu di mana..". tanya papa lewat telpon.
"ada apa.. aku masih di kampus..". jawab Rangga sembari tangannya memegang hp yang ia lekatkan dengan telinganya.
"kau tidak lupa kan dengan taruhanmu..". tanya papa mengingatkan.
__ADS_1
"iya pa.. iya.. aku ingat..". balas Rangga mengiyakan.
"oke.. misimu udah di mulai.. kau mau mandiri kan.. kebetulan perusahaan Cornelia company lagi rekrut anak magang.. kau coba ke sana siapa tau di terima..". usul papa dengan nada menyuruh.
"perusahaan Cornelia company.. yang besar itu..". tanya Rangga ingin memperjelas.
"iya.. pertemuannya jam 13:30 kau harus ke sana..". ucap papa sebelum memutuskan sambungan.
"iya.. iya.. aku akan ke sana..". balas Rangga sembari mematikan handphonenya dengan agak kesal.
Tut.. Tut..
"haduh.. papa ini sukanya maksa anak sendiri.." gumam Rangga sembari menghela nafas kecil mengingat kejadian semalam.
flashback on
"Rangga.. papa udah milihin beberapa gadis untukmu.. kamu tinggal bertemu saja dengannya..". ujar papa sembari menikmati makan malamnya.
"apa.. aduh.. papa ini gimana sih.. aku kan udah bilang.. aku ngga mau di jodohin.. jangan libatkan aku dalam urusan papa..". ucap Rangga kesal sembari membanting sendok di tangannya ke meja dengan sengaja.
"huuu.. dasar anak tengik ini.. sukanya membantah terus.. haduh.. oke.. begini saja kamu bisa tidak mandiri di luar..". tanya papa mulai memikirkan emosi.
"baiklah.. kau hidup mandiri saja diluar.. papa tidak akan melarang.. tapi dengan syarat kau harus kumpulan uang untukku.. setahun harus terkumpul 300 juta.. bagaimana..". ujar papa memberi solusi sembari menyeringai menatap Rangga.
"apa papa mengusirku.. masa gara-gara ngga mau di jodohin papa jadi setega ini sih.. ini namanya penyiksaan..". balas Rangga tak terima sembari menatap papa dengan kesal.
"kalau ngga mau ya udah.. entar papa aturkan pertemuanmu dengan salah satu gadis..". ucap papa mengancam Rangga dengan ekspresi polosnya.
"hmm.. iya deh.. iya.. Rangga lakuin misi papa.. deal..". ucap Rangga terpaksa.
flashback off
Rangga keluar dari gedung. dari kejauhan tak sengaja tatapanya tertuju pada Stella yang sedang menunggu seseorang.
Sembari menyeringai Rangga menghampiri Stella berharap dapat menjahili Stella sebentar.
__ADS_1
"hei gadis cerewet.. lagi nunggu siapa.. dan mau kemana..". tanya Rangga dari belakang sembari menepuk pundak Stella dengan senyum bodoh yang ia tunjukkan seolah sengaja.
"apaan sih.. bukan urusan Lo..". ucap Stella kesal sembari melotot pada Rangga.
"ciihh.. gue nanya baik-baik juga.. dasar cerewet..". ucap Rangga mengejek Stella dari samping.
Dari kejauhan mendekat mobil sedan berwarna orange kemudian berhenti di hadapan Stella yang di dalamnya duduk Kevin di kursi kemudi.
Dengan sigap Stella membuka pintu dan dengan sengaja menyenggol Rangga yang masih berdiri di sampingnya sembari memberi tatapan sinis sebelum memasuki mobil.
saat setelah Stella masuk mobil, secara perlahan mobil mulai beranjak dari hadapan Rangga.
"huuu.. songong amat tuh muka.. mentang-mentang naik mobil bagus lu.. entar gue suruh papa beli satu..". ucap Rangga kesal sembari menatap mobil orange yang perlahan menghilang di balik gerbang.
* * *
Dalam perjalanan menuju ke kantor, Stella singgah di salah satu toko untuk membeli makanan ringan serta membuat Kevin menunggu lama di dalam mobil.
Dari kejauhan Kevin menatap Stella dengan membawa banyak kantong plastik yang bertengger di jarinya.
"buset.. Lo beli apaan banyak banget.. bukannya tadi cuma bilang makanan ringan..". ucap Kevin sembari melongo menatap Stella yang menaruh tumpukan plastik itu di kursi penumpang.
"heii.. ini itu makanan ringan.. mumpung lagi di traktir jadi kelepasan..". ucap Stella sembari memperbaiki posisi duduknya kemudian menyodorkan dompet Kevin yang ia bawa untuk membeli.
"haduh.. tipis da nih dompet..". gumam Kevin sembari menatap dompet di tangannya dan dengan terpaksa ia memasukkan dompet kesayangannya itu ke salah satu saku bajunya.
"Lo mau ngga.. nih..". ucap Stella sembari menyodorkan sebungkus makanan ringan di tangannya dengan ekspresi polos.
To
Be
Continue
jika terdapat kesamaan nama tokoh, karakter, dan tempat, saya selaku penulis meminta maaf. cerita ini hanya fiktif belaka tidak bermaksud menyinggung para pembaca dan pihak lainnya.
__ADS_1
jangan lupa like dan komen yaa.
salam sukses dan terima kasih.