
Dari kejauhan kevin selesai mengangkat telepon, ia mulai mencari keberadaan Stella. Melihat orang-orang mulai berkerumun ia mulai panik saat tak mendapati sosok Stella, dengan tergesa-gesa ia berlari menerobos kerumunan orang yang mulai berdatangan.
Ia mendapati Stella terlelap dalam pangkuan Rangga dengan tubuh yang berubah menjadi Semerah tomat.
Tersadar akan penyakit alergi Stella ia segera mengambil mobil orangenya dari parkiran. Kevin menerobos menghentikan mobilnya tepat di samping orang-orang yang tengah asik menonton.
"Rangga.. angkat Stella ke mobil.. cepetan.." teriak Kevin dari dalam mobil dengan panik.
"iya..". balas Rangga yang mulai tak sadar akan situasi sembari memopong Stella ke dalam mobil.
Orang-orang yang berkerumun juga ikut membantu walau kebanyakan dari mereka hanya menonton saja.
BRUMM
Kevin menjalankan mobilnya menuju rumah sakit tempat Stella biasa di rawat.
"heii.. ini si cerewet kok bisa pingsan.. perasaan baik-baik aja Lo..". ucap Rangga penasaran dan panik sembari menepuk pundak Kevin dari kursi penumpang.
"ini bukan terjadi sekali atau dua kali.. Stella ini alergi.. aakkk.. aku malah ninggalin dia.. Oma bakal marah besar sama gue.. oh iya coba lu periksa tas Stella.. biasanya ada obat.. oma.. gue juga harus telpon oma..". ucap Kevin panik sambil menyetir kemudian mencari keberadaan ponselnya.
Sesuai perintah Kevin, Rangga merogoh tas bawaan Stella dan benar saja ia mendapati beberapa macam obat.
"ini.. obatnya banyak banget.. mau kasih yang mana nih..". tanya Rangga melongo menatap beberapa botol obat di tangannya.
"aduhh.. gue juga ngga tau tu obat pada buat apa.. kita kerumah sakit aja biar dokter yang urus..". balas Kevin panik sembari merogoh sakunya mencari ponsel.
Saat setelah Kevin mendapatkan ponselnya dari saku celananya ia segera menghubungi oma.
Tut...Tut..
"halo oma.. Stella pingsan.. tubuhnya mulai merah kayak tomat.. aku ke rumah sakit Dita hospital tempat Stella biasa di rawat.." ucap Kevin panik.
"heii.. kau apakan cucuku.. tunggu aku.. aku akan ke sana..". jawab oma terkejut.
__ADS_1
Tut.. Tut..
Sesampainya di rumah sakit, Stella di larikan ke UGD. seperti biasa dokter sudah tau akan penyakit Stella.
Beberapa menit kemudian Stella sudah di pindahkan ke ruang pasien. oma masuk ke ruangan dengan tergesa-gesa dan di temani Bu Desi.
"Stella.. cucuku.. apa kau sengaja melakukan ini untuk menyakitiku.. aku tidak akan memberi uang jika kau seperti ini..". ucap oma manja yang membuat ketegangan Kevin dan Rangga pecah ingin tertawa.
"oma.. Stella cuman pingsan aja sih.. dokter bilang dia akan baik-baik saja setelah istirahat beberapa hari..". sahut Kevin dari samping.
"dasar anak nakal..dia ini alergi.. padahal obatnya ada di tas.. malah berakhir di sini.. sudah berapa kali kau melupakan obatmu..". bentak oma sambil menepuk lengan kanan Stella dengan sengaja karena tau Stella sudah sadar.
Rangga dan Kevin yang menyimak dari samping juga tak berani angkat bicara, mereka hanya menatap oma yang kesal.
Merasa sakit akan pukulan oma Stella pun mulai membuka mata yang sedari tadi ia memang telah sadar saat keluar dari UGD tapi pura-pura tidur di hadapan oma.
"oma ini.. apa sudah sadar akan kebohongan ku..". batin Stella.
Stella mulai menatap oma yang kesal dari samping kemudian berusaha untuk duduk.
"ini salah mu sendiri.. kenapa kau tidak langsung memakan obat alergimu.. bukannya aku menyuruhmu membawa nya setiap kau keluar.. kau ini membuatku jantungan saja.. kau lihat keriputku bertambah satu..". jelas oma mengoceh sambil menepuk tangan Stella dengan sengaja kemudian memperlihatkan keriput yang ada di wajahnya.
"bukan satu.. keriput oma sudah banyak.. aku lupa makan obat.. keburu pingsan.. heii gaul.. apa kau baru saja dari salon..". ucap Stella menatap dekat wajah oma sambil memperhatikan beberapa keriput yang bertengger di wajah oma dan tak sengaja ia mencium bau sampo dari rambut oma kemudian menduganya dari salon.
"memangnya kenapa kalau oma ke salon.. wajah oma bahkan belum di lulur.. aku sampai membetalkannya gara-gara kau masuk kesini.. lain kali ingat makan obat alergimu.. dokter sudah bosan melihatmu..". ucap oma menyindir Stella.
Dari samping Rangga menahan tawa akan tingkah oma yang selalu menyudutkan Stella si gadis cerewet yang sering berdebat dengannya.
Oma menatap Kevin kemudian pandanganya tertuju pada lelaki yang berdiri di samping Kevin yang membuatnya penasaran.
"Kevin.. siapa yang berdiri di sampingmu.. oma baru liat.. temanmu yaa..". tanya oma sambil menebak.
"dia.. dia senior di kampus.. senior Stella.. namanya Rangga..". balas Kevin memperkenalkan Rangga yang berdiri di sampingnya.
__ADS_1
Rangga hanya tersenyum sopan menatap oma tak tau harus berkata apa.
"ohh.. Rangga.. kayak pernah dengar..". gumam oma menatap Rangga.
"oma ngapain sih nanya-nanya.. ngga penting tau.. dia senior nakal yang pernah aku omongin ke oma..". bisik Stella kesal dari samping sambil menepuk pelan tangan oma.
"ohh.. dia senior yang kamu maksud.. yang bikin kamu malu kan.. ha-ha-ha..". ucap oma dengan suara keras seolah sengaja.
Rangga yang mendengar ucapan oma terkejut seketika ia juga mulai merasa malu.
oma beranjak dari duduknya menghampiri Rangga dengan menatap dari kepala hingga kaki Rangga.
Rangga mulai gerogi akan tatapan oma seolah ia akan mendapat pelajaran akibat menggangu Stella sebelumnya.
"haduh.. ini nenek apaan sih liat gua terus.. elu juga sih.. ngapain di sini terus.. bukannya pergi aja..". batin Rangga.
"hmm.. cocok.. nama mu Rangga kan.. kamu mau ngga bantu saya.. saya bisa kok ngegaji kamu juga..". tanya oma berbisik disamping Rangga.
"emang saya bisa bantu apa yaa..". tanya Rangga gerogi sambil melirik oma dari samping.
"saya mau minta kamu jagain Stella.. ituloh.. jadi bodyguardnya..". jelas oma berbisik di telinga kanan Rangga yang membuat Stella penasaran.
"apaaaa..". bentak Rangga kelepasan yang membuat oma menutup kedua telinganya.
To
Be
Continue
jika terdapat kesamaan nama tokoh, karakter, dan tempat, saya selaku penulis meminta maaf. cerita ini hanya fiktif tidak bermaksud menyinggung para pembaca dan pihak lainnya.
jangan lupa like dan komen yaa..
__ADS_1
salam sukses dan terima kasih..