Unforgettable

Unforgettable
Jawaban


__ADS_3

"Arga!"


Setelah lelah mengejar Arga dari lantai 2 Fika akhirnya menghentikan larinya. Tubuhnya penuh keringat, lemas dan tak berdaya. Pikirannya semakin kalut seakan kepalanya ingin pecah saat ini juga.


Kenapa? Mengapa harus seperti ini? Disaat ia sendiri dan membutuhkan seseorang di sampingnya, namun dengan kejamnya takdir telah mempermainkannya. Seakan dirinya bukanlah hal yang berarti lagi di dunia ini.


Sahabat yang selama ini ia cari telah hilang dalam waktu yang singkat. Sungguh, saat ini rasanya Fika ingin menghilang saja dari dunia ini.


"Arga, jangan diem aja dong.. ngomong."


Fika tak juga menyerah, ia kali ini meraih lengan Arga yang ia masukkan ke saku depan. Cowo itu masih juga tak mau menatapnya.


"Arga.."


Airmata yang semakin deras, Arga akhirnya menghentikan langkahnya.


"Lo mau penjelasan?"


Fika menatap Arga dalam. Ia mencari kejujuran dimatanya. Entah mengapa namun hatinya kembali terasa sakit.


"Lo mau penjelasan kan?" Arga meluruhkan cengkraman Fika pelan. "Kalo lo mau penjelasan, pulang sekolah ikut gue."


Arga berbalik dan kembali melangkah sebelum Fika menjawabnya. Fika yang masih tercenung di tempatnya hanya bisa menyaksikan punggung cowo itu terus menjauh dan menghilang dari pandangannya.



"Untung kita tau informasinya, kalo enggak mungkin kita bakal kecolongan sama anak culun itu."


"Bener banget.. untung kita lebih cepat bertindak. Gimana menurut lo bos?"


"Hem.. seperti biasa, rencana gue selalu berhasil. Kita tinggal liat aja, karena permainan sudah dimulai."


"Tapi bos, menurut lo si Arga bakalan.."


"Gak mungkin, Arga si cowo keras kepala itu tidak akan pernah suka sama cewe culun itu. Dia cuman kasian sama dia, dan gak akan lebih dari itu."


"Tapi gimana kalo Arga tau kita yang-"


"YA JANGAN SAMPAI ADA YANG TAU LAH! Awas aja kalau diantara kalian ada yang berhianat, gue jamin lo semua gak akan hidup dengan tenang. NGERTI LO SEMUA!"


"Lo tenang aja, kita semua bisa jaga rahasia. Lalu.. gimana rencana berikutnya?"


"Kalian akan tau nanti."

__ADS_1



Bell istirahat berbunyi, seperti biasanya seluruh siswa dan siswi berhamburan keluar menuju kantin berada. Namun kali ini berbeda untuk seorang cewe yang kini masih duduk sendiri di kursinya. Mata sembabnya tidak mampu ia sembunyikan, rasa sedih masih melandanya. Tentu itu sangat menyiksa dirinya sendiri.


Lussy sahabatnya sudah pindah bangku bersama Neli sejak ia kembali ke kelas tadi. Dan Fika, dia duduk sendiri hari ini.


"Lussy," Fika spontan memanggil Lussy yang baru saja melewati bangkunya namun sayangnya cewe itu sama sekali tidak menghiraukannya. Dia justru hanya asik mengobrol dengan Neli dan keluar dari dalam kelas. Kini hanya tinggal ada Fika disana.


Dert..dert..


Getaran di ponsel Fika membuatnya meraih ponsel itu dengan segera. Satu nama yang tertera di layar pinselnya itu membuatnya menyernyitkan dahi.


"Tumben Arga chat," Gumamnya seraya membuka kunci ponselnya dan membuka pesan dari Arga.


Arga: Halaman belakang


Setelah membaca isi pesan dari Arga yang begitu singkat itu lagi-lagi membuat Fika menyernyitkan dahinya. Apa maksud cowo itu? Apakah dia sangat malas mengetik? Bahkan untuk menjelaskan saja dia tidak mau.


Fika menghela nafasnya pelan, ia berfikir mungkin Arga ingin ia menemuinya disana. Tanpa menunggu lama Fika pun segera bergegas keluar kelas menuju halaman belakang. Berharap akan bertemu dengan Arga.


Beberapa menit Fika menuju halaman belakang yang sepi ia pun akhirnya sampai dan mulai mencari sosok Arga disana. Namun, anehnya ia sama sekali tidak melihat siapapun disana.


"Arga.."


Fika mencoba memanggil cowo itu namun tetap saja sepi, tidak ada respon sama sekali. Dimana cowo itu? Apakah dia mempermainkannya?


"Gue disini."


Entah darimana datangnya Arga kini sudah berdiri tepat di belakang Fika.


"Arga kenapa ngajak Fika kesini?"


Arga menatap Fika datar. Cowo itu kemudian menyenderkan tubuhnya di pohon yang berada di belakangnya.


"Lo butuh jawaban kan?" Arga tersenyum miring. "Gue akan kasih jawabannya sama lo. Tapi.."


"Tapi? Tapi kenapa?"


"Ada syaratnya."


"Apa?"


Arga melangkah mendekat. "Lo harus janji satu hal sama gue."

__ADS_1


Mengapa cowo itu selalu menginginkan sebuah balasan? Sejenak Fika hanya bisa diam hingga akhirnya. "Janji apa?"


Arga kembali menunjukkan senyuman sinisnya. Senyuman penuh arti itu membuat Fika merinding dibuatnya. Seakan dia tau bahwa akan ada sesuatu yang terjadi.


"Lo harus..."


"Harus apa?"


"Harus ikut gue ke pesta malam ini."


"Hah? Apa tadi?"


"Gue gak akan mengulang perkataan gue. Tapi lo harus nurut apapun yang gue perintah."


"Arga tunggu!" Fika menarik kaus Arga karena cowo itu hendak berbalik. "Kamu yang jelas dong masa Fika-"


"Tanpa ada jawaban pun dari lo. Lo gak akan bisa nolak."


"Tapi Arga-"


"Gue gak mau denger alasan lo. Itu pun kalo lo mau jawaban-"


"Iya iya.. Fika mau. Tapi.. jawab dulu pertanyaan Fika."


Arga kembali menunjukkan senyuman sinisnya. Ia menatap tajam Fika namun sesaat kemudian ia berbalik dan berjalan sambil berkata.


"Lussy mantan pacar gue."



Maaf lama dan cuman dikit. Sebernya ini hanya potongan dari bab sebelumnya. Jadi mungkin bab yang lebih panjangnya akan di upload nani. Setelah bab ini...


Oyah masalah update .. aku udah tentuin yaitu setiap hari ( SELASA, JUMAT, MINGGU ) dan mulai dari Minggu ini yah..


Kasih komentar buat bab yang sedikit ini yah.. dan jangan lupa likenya.


Yah.. dari mulai bab ini perjalanan Fika dengan Arga akan segera dimulai. Jangan bosen-bosen yah sama cerita ini guys😢


See you in the next chept》》


ARGA ALDIANO


Muka serius dan tatapan dinginnya.

__ADS_1


Rahang kokoh yang menggertak❤❤



__ADS_2