Unforgettable

Unforgettable
Story Of Iqbal


__ADS_3

Iqbal POV_


Gue tau selama ini gue egois. Demi mendapatkan dia, gue rela ngelakuin apapun tanpa peduli perasaan dia.


Cinta yang dulu tumbuh berubah menjadi obsesi buat gue. Gue tau ini salah, tapi gue gakbisa nahan diri gue buat dapetin dia. Sampai-sampai ide licik itu terlintas di otak gue. Dan tanpa gue sadari gue sudah menghancurkan hidupnya.


Kejadian beberapa tahun yang lalu pasti gak akan pernah gue lupain. Saat itu gue masih berumur 7 tahun sama kaya Alan sedangkan Fika berumur 5 tahun. 


Awalnya kami tidak saling mengenal. Dan karena gue tinggal di panti asuhan saat itu, nggak ada yang mau jadi temen gue kecuali Fika. Saat itu juga gue mulai mengenal dirinya dan juga Alan. Meskipun gue seorang anak yatim piatu tapi Fika sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu. Gue kenal Fika sesudah Alan, karena Alan sudah lebih dulu mengenal Fika daripada gue. Tapi gue gak peduli pada saat itu, yang gue peduliin adalah Fika mau jadi temen gue.


Fika adalah orang pertama yang buat gue bahagia, dia selalu ada buat gue dan orang yang paling peduli dengan keadaan gue. Gue tau, sejak hari itu juga gue udah salah karena udah memaksa dan merebut perhatian Fika dari Alan. Meskipun begitu, Fika tidak pernah tidak peduli pada Alan walaupun gue berada di sampingnya. Dia selalu mikirin Alan ataupun membahas Alan setiap gue bersama dengan dia.


Gue marah dan kesal saat melihat Fika dengan Alan bersama. Gue tau saat itu gue bukanlah siapa-siapa, sedangkan Alan? Dia terlahir dalam keluarga kaya dan bahagia, keluarganya sangat menyayanginya. Dan semua orang menyayanginya termasuk Fika, jujur hal itulah yang membuat gue semakin benci sama dia.


Gue gak tau setan apa yang merasuki gue saat itu, tepatnya saat dimana Fika menolak ajakan gue dan lebih memilih pergi bersama Alan. Gue marah, marah semarah-marahnya. Gue gak habis fikir kenapa Fika lebih milih Alan daripada gue?


Karena kemarahan gue, akhirnya gue memutuskan buat ngikutin mereka sampai ke sebuah bukit di dalam hutan. Hingga sampainya disana, gue melihat pemandangan yang belum pernah gue lihat sebelumnya dari Fika, dia tersenyum dan tertawa bahagia bersama Alan. Dan hal itu sama sekali belum pernah gue alami saat Fika bersama gue. Gue semakin marah saat itu. Melihat Fika dan Alan saling berpegangan tangan membuat gue ingin menghabisi Alan sekarang juga.

__ADS_1


Gue tau itu berlebihan, tapi.. rasa dendam gue sama dia terlalu dalam. Hingga disaat ada kesempatan gue mengikuti naluri gue sendiri untuk menghabisi Alan.


Saat itu Fika pergi untuk mengambil air kesebalah danau dan Alan dia sedang duduk di ayunan. Entah ada dorongan darimana, namun kaki gue melangkah begitu saja dan langsung mendorong kuat Alan ke danau hingga ia tenggelam. Saat itu gue juga sempat panik, namun saat Fika datang gue langsung pergi darisana.


Gue gak tau lagi apa yang terjadi sesudah itu, sampai gue mendengar kabar jika Alan telah meninggal dunia. Gue panik, sangat panik. Ada rasa bersalah bercampur rasa takut di hati gue. Namun segera gue tepis karena gue sadar, dengan gak adanya Alan di dunia ini, gue bisa lebih leluasa bersama Fika. Nggak ada lagi yang menghalangi gue  buat dapetin Fika.


Gue tau saat itu Fika dalam keadaan terpuruk karena mengetahui Alan meninggal. Tapi gue gak bisa terus ngebiarin dia menderita seperti itu, dan itulah kesempatan gue buat semakin dekat sama Fika. Gue menghibur dia dan membuat dia melupakan Alan untuk selamanya.


Setelah beberapa minggu gue bersama Fika, ia sudah mulai kembali seperti semula lagi. Kita menjalin hari seperti awal kita bertemu, bahagia tanpa adanya gangguan. Gue kira setelah semua kejadian itu tidak akan ada pengganggu lagi yang menghalangi gue buat bersama Fika.


Namun kenyataannya gue salah.


Ada satu surat dari seseorang untuk Fika. Dan surat itu dari Alan. Ternyata Alan masih hidup. Gue panik sepanik-paniknya, bagaimana dia bisa hidup saat semuanya sudah tau kalau dia meninggal? Gue benar-benar nggak habis fikir. Gue takut, cemas, marah semuanya bercampur aduk. Jika Alan masih hidup dia pasti akan kembali menemui Fika, dan Fika pasti akan meninggalkan gue.


Mulai dari sanalah gue berbuat kesalahan yang kedua kalinya. Gue menyembunyikan surat itu dan tetap membiarkan Fika percaya bahwa Alan telah meninggal dunia. Bahkan sangkin gue gakmau kehilangan dia.. gue ngasih dia obat penghilang ingatan. Sampai saat itu Fika lupa segalanya. Dia juga lupa sama ibunya dan gue, namun karena saat itu gue berada di sampingnya... dia kembali mengingat gue, hanya gue dan cuman ada gue. Sedangkan Alan? Dia hanyalah sekedar sosok laki-laki yang selalu datang dalam mimpinya saja.


Seeiring berjalannya waktu, tepatnya akhir tahun Alan meninggal. Gue diadopsi oleh keluarga kaya. Sebenarnya gue gakmau, tapi demi Fika gue pasti bakal ngelakuin apapun buat dia. Fika yang maksa gue buat mau diadopsi hingga akhirnya gue setuju.

__ADS_1


Setelah beberapa tahun gue di Amerika, gue memang sudah berencana untuk melanjutkan sekolah di Indonesia, tentu saja tujuan utama gue adalah Fika. Hingga hari itu tiba dimana gue bertemu kembali dengan Fika. Tetapi rasa bahagia gue gak sepenuhnya, karena disaat yang bersamaan gue justru melihat kenyataan bahwa Alan telah kembali. Bahkan lebih dari yang gue duga, Alan telah berganti nama sebagai Arga dan tinggal bersama dengan Fika.


Semenjak saat itu, gue berjanji pada diri gue sendiri bahwa gue pasti akan merebut Fika kembali dari Alan alias Arga. Tapi.. sampai detik ini pun kenyataannya gue cuman bisa dapetin raga dia tanpa memiliki hati dia. Gue sekarang sadar, seberapa keras gue mengejar dia, gue nggak akan bisa memaksa dia buat mencintai gue. Selain itu gue juga sadar, kalau kebahagiaan dalam cinta bukan karena gue milikin cinta itu, tapi kebahagiaan dalam cinta karena gue bisa ngerasain cinta itu sendiri.


Walaupun bertepuk sebelah tangan, tapi gue bahagia saat dia bahagia. Kalau memang ini adalah akhirnya, gue akan ngelepasin dia buat Arga. Toh.. memang dari awal seharusnya mereka memang harus bersama.


Dan untuk menebus segala kesalahan gue dulu, gue berjanji.. mulai dari sekarang gue akan bantu mereka untuk bersatu kembali.


Itu janji gue sekarang dan selamanya.


Fika.. gue sama sekali gak bermaksud buat nyakitin lo. Gue sayang sama lo, sangat sayang. Gue gak tau apakah perasaan gue ini benar-benar karena gue terlalu cinta sama lo.. atau hanya sekedar obsesi gue buat dapetin lo. Namun yang penting saat ini adalah.. lo tau bahwa gue...


TULUS SAMA LO.



Maaf cuman dikit, karena kalian penasaran dengan apa yang terjadi dengan masa lalu Fika, Iqbal dan juga Arga maka aku kasih part menurut pandangan Iqbal dulu. Maka dari itu aku pisahin babnya setelah itu aku juga akan buat versi Arga dan juga Fika nya. Ditunggu aja yah..

__ADS_1


Jangan lupa komen sama Like nya oke!


See you in the next chept》》


__ADS_2