Unforgettable

Unforgettable
Sahabat baru


__ADS_3

"Woy tega banget lo jadi temen, bantuin gue napa?" Teriak seorang lelaki yang menyebut dirinya pangeran tertampan sejagat itu membuat Arga, Nico beserta Willy menatapnya malas.


"Temen lagi kesusahan bukannya di bantu ini malah di tontonin. Dasar temen luknut!" Gerutunya lagi sambil menulis sesuatu diatas bukunya yang masih juga kosong.


"Itu tugas lo. Kenapa kita yang repot." Ujar Willy menyahuti gerutuan Andre.


"Ya seenggaknya bantuin gue Tai! Gak solid lu jadi temen. Nyesel gue temenan sama kalian yang gak pernah peduli sama penderitaan gue." Keluhan Andre yang semakin menjadi itu membuat ketiga temannya mendesah risih. Bukannya menjadi tergerak untuk menolongnya melainkan tergerak ingin meninggalkannya saat ini juga.


"Cabut nyo. Tinggalin aja ni kunyuk disini. Males gue."


"Nyo ah. Capcus."


Ujar Nico dan juga Willy yang kemudian berdiri dari bangkunya dan berniat untuk pergi. Namun hal itu ditahan oleh seorang cowo yang masih setia duduk di kursinya dengan santai dan bermuka datar. Siapa lagi jika bukan si pangeran tampan SMA Wijaya (Arga Aldiano). Cowo itu menarik kaus milik Nico hinga membuatnya terhentak kebelakang.


"Bantuin aja Nic." Suara serak-serak basah dari Arga membuat Nico mendengus dan menepis lengannya.


"Ogah ah males. Lo aja sono." Tolak Nico mentah-mentah. Sambil melemparkan bola basket ke meja Andre.


"SHONGONG YA LO! KAMPRET EMANG!" Teriak Andre semakin kesal. Cowo itu membalikkan kembali tubuhnya berusaha untuk tidak peduli lagi. Dan fokus dengan tugas yang sedang ia kerjakan.


"Gue si mau aja bantuin lo. Cuman.. lo siap dengan imbalannya gak?" Ucap Willy mengusulkan. Nyatanya perkataan Willy berusan kembali membuat Andre melemparkan tatapan sinis dan tajam.


"Bantuin yang ikhlas dong.. jangan ngareo imbalan." Serongot Andre agak sedikit ngegas.


"Ya itu terserah elo lah. Gue si fine, fine aja. Kalo lo gakmau ya sama gue juga gakmau."


"Gak, gak usah. Gedeg gue punya temen kaya kaya lu."


"Oh.. me too." Balas Willy setengah datar. Cowo itu berusaha menahan tawanya sekuat tenaga. Melihat ekpresi Andre yang kesal baginya seperti melihat lumpiya kena air. Lembek dan buluk.


"Abwang Arga.. bantuin dede dong. Kan abwang yang paling baik sejagat raya. Masa tega gak bantuin adek mu ini."


Arga yang diajak bicarapun hanya menatapnya datar. Cowo itu menurunkan kakinya dari meja kemudian berdiri dan berjalan menghampiri meja Andre.


"Kita kelapangan sekarang. Masalah tugas lo, biar gue yang kerjain." Ujar Arga dan hal itu membuat ekpresi Andre berubah 180 derajat. Wajahnya yang buluk kembali ceria bersinar-sinar menatap Arga layaknya seorang malaikat penolong.


"Cius beb?" Andre menunjukman sederet giginya yang putih. Cowo itu meraih tangan bebas Arga namun segera Arga hindari.


"Jijik Dre. Gue gak jadi nolong lo."


"Puft.." Willy dan Nico yang mendengar itu menahan tawa sekuatnya. Masih mencoba untuk menghargai Andre.


"Eh jangan! Ah lo mah udah bikin gue baper di jatuhin pula. Tega lo sumpah!"


Tanpa berkata apapun Arga tiba-tiba saja merebut buku catatan Andre dan langsung berjalan keluar kelas.

__ADS_1


"Sumpah gue gak ngerti sama tu anak." Ujar Andre yang masih melongo di tempatnya karena shock dengan sikap aneh Arga yang tak pernah bisa tertebak.



"Lussy!"


Suara teriakan disertai tangisan itu menggema kesuluruh aula. Gadis berambut keoang dua itu tidak juga berhenti berlari mengejar Lussy yang tak juga menghentikan langkahnya.


"Apasih lo? Jangan deket-deket sama gue!" Teriak Lussy saat Fika berusaha meraih tangannya dari samping.


"Lussy please dengerin Fika sekali aja."


"Omongan gue belum jelas ya sama lo? Gue udah bilang gak perlu penjelasan lagi!"


Lussy berlari kecil berniat untuk keluar dari aula pelatihan. Cewe berambut pendek itu pun membuka pintu dengan kasar dan hampir saja mengenai wajah Fika.


"Lussy tunggu! Fika tau kalo Fika gak jujur sama Lussy. Tapi jujur Fika gak ada hubungan apapun sama Arga. Kita cuman-"


"GUE GAK PEDULI! LO PERGI SEKARANG!" Lussy naik pitam. Ia melotot seram menatap Fika penuh kemarahan. "GUE MUAK LIAT MUKA LO!"


Lussy menghentakkan satu kakinya sesaat kemudian berjalan kembali meninggalkan Fika disana.


"Lussy!"


"Mau kemana lo?" Suara seorang perempuan yang begitu lantang di belakang tubuh Fika membuatnya berbalik badan secara spontan. Namun alangkah kagetnya Fika. Ternyata dia tidak hanya sendirian disini melainkan banyak orang.


"Kalian mau apa?" Tanya Fika. Nada suaranya begitu pelan.


"Mau apa yah? Guys kalian maunya apa nih?"


Fika semakin menegang dengan tatapan semua orang tertuju padanya. Tatapan mereka terlihat jelas sedang merencanakan sesuatu yang licik. Yang mungkin saja akan berbahaya untuk Fika saat ini.


Cewe yang menyebut dirinya sebagai Sherla wakil ketiuaa cheer itu meraih dagu mungil Fika dengan kasar. Hingga Fika mendongkak dan menatapnya.


"Denger baik-baik, cewe culun bego kaya lo itu gak pantes buat dikasihanin. Apalagi... deket sama pangeran sekolah kita."


Fika membelakkan kedua bola matanya. Ia yau apa yang Sherla maksud. Mungkinkah semua orang telah tau sekarang? Hubungannya dengan Arga pasti telah tersebar luas. Dan hal itu akan menjadi senjata tersendiri bagi Fika. Alias musuhnya akan semakin banyak.


"Hahaha.. lo harus liat muka lo yang jelek itu di cermin. Bahkan lo gak ada pantes-pantesannya disini."


Fika meronta berusaha melepaskan cengkraman kuat lengan Sherla di dagunya. Hingga dengan reflex Fika mendorong Sherla kuat hingga cewe itu terjatuh.


BRUUK!


"Sialan lo! Beraninya dorong gue!" Sherla kembali berdiri saat teman-temannya membantunya berdiri. Kemarahan cewe utu menyala-nyala bahkan sebentar lagi akan meladak seketika.

__ADS_1


"Lo! Gue peringatin jangan pernah lo deketin Arga lagi denger lo?!"


Fika diam menatap Sherla takut.


"Lo tuli yah? Denger gak lo?!" Sentak Sherla sambil mendorong Fika hingga kali ini dia yang terjatuh. "Yah. Itu yang harusnya lo lakuin. Berlutut di bawah kaki gue!"


"SHERLA!"


Suara keras dari ujung aula berhasil membuat cewe-cewe cheer ini menatapnya diam.


"Apa yang lo lakuin sekarang keterlaluan!"


Sherla tersenyum miring, ia menyilangkan kedua lengannya didada dan menatap sinis cewe yang berteriak itu.


"Keterlaluan? Ini bukan hal yang keterlaluan Ngel, tapi dia pantes dapetin itu!" Ucap Sherla setengah menyentak diakhir kalimat.


"Tapi gaj gini juga Sher. Kalo Arga tau, lo pasti dalam masalah."


Cewe berambut panjang dengan paras cantik itu pun meraih tubuh Fika dan membuatnya kembali berdiri. "Lo gakpapa kan?"


Fika menggelengkan kepalanya. "Makasih." ucapnya pelan.


"Lo jangan khawatir. Gue ada di pihak lo."


"Apa-apaan sih Ngel! Lo gak usah belain dia! Lo harus inget dia udah rebut Arfa dari lo dan-"


"Cukup Sher!"


Sherla terdiam. Ia menatap tidak percaya pada Angel yang berani menyentaknya di depan teman-temannya sendiri. Kedua lengan yang sudah terkepal kuat disamping tubuhnya ingin sekali ia layangkan kepada Angel namun ia masih mampu menahannya kali ini.


"Sher, gue gak pernah nganggap Fika sebagai musuh gue. Lagian, itu hak mereka berdua. Jikapun memang mereka berdua punya hubungan khusus. Gue juga gak peduli. Gue akan selalu menghargai apapun keputusan Arga, dan gue gak akan pernah ganggu hubungan mereka."


"Lo terlalu lemah Ngel! Bertahun-tahun lo ngejar Arga dan secepat ini lo nyerah? Bahkan buat cewe CULUN ini? Cih! Ternyata lo bener-bener munafik Ngel."


"Terserah lo mau bilang gue apa Sher. Gue harap lo dan semuanya jangan ada yang gangguin Fika lagi. Kalo nggak gue sendiri yang akan berhadapan dengan kalian. Bukan hanya itu, tapi Arga, Nico, Willy dan Andre pasti akan ikut melindungi dia. Sebaiknya kalian jaga sikap kalian."


Semua orang terdiam. Mereka tak mampu berkataba apapun lagi. Pemaparan Angel ada benarnya. Namun bukan hanya itu, tapi kali in raja dan ratu SMA Wijaya telah melindungi Fika. Dan hal itu tentunya sangatlah mengganggu.


"Mulai sekarang Fika adalah sahabat gue."



Aku udah up kemarin hari Kamis cumn itu tergantung pihak manganya mau up kapan. Jadi maaf klo harinya gak pas guys. Tapi biasanya kalo up hari kamis baru di upload sama manganya jam 12 malam yapi kadang juga enggak. Jadi gitulah..


Jangan lupa komen, dan like nya yah..

__ADS_1


See you in the next chept》》


__ADS_2