
"Fika sayang.. kamu udah hubungin Arga belum?"
"Ini juga dari tadi Fika telponin dia. Cuman dia gak angkat-angkat mah."
"Yaampun, ini sudah hampir satu jam tapi kenapa dia belum datang juga?"
"Iyah mah, makanya Fika khawatir banget sama dia. Tadi dia telpon kalau dia ada keperluan sebentar. Tapi sampai sekarang dia belum datang juga mah. Mah.. Fika takut."
"Kamu tenang dulu sayang, kita tunggu kabar dari teman-teman kamu nanti. Merekakan sedang mencari Arga. Jadi kamu tenang yah sayang."
"Tapi mah, pernikahannya sebentar lagi dimulai. Trus gimana mah?" Fika sudah hampir menangis dibuatnya. Ia benar-benar frustasi dengan Arga yang tiba-tiba saja menghilang saat sebentar lagi acara pernikahannya di mulai.
Ratna memeluk Fika dan berusaha menenangkan calon menantunya itu. Jujur Ratna juga sangat mengakhawatirkan anaknya itu, sebagai seorang ibu tentu saja ia takut jika anaknya kenapa-napa. Namun demi Fika ia mencoba menahan rasa ke khawatirannya di depan Fika.
"Dre!" Fika langsung melepas pelukannya dan berlari ke arah pintu saat melihat Andre dan yang lainnya datang. "Dre gimana? Kamu udah tau kan Arga dimana?"
Andre terdiam, wajahnya terlihat sangat lesu sambil tertunduk. Melihat sikap aneh Andre itu tentu semakin membuat Fika panik.
"Dre jawab!"
Andre menggelengkan kepalanya lemah. Ia kemudian menyerahkan selembaran kertas pada Fika.
"Ini apa Dre?" Tanya Fika.
"Lo liat sendiri Fik."
Fika mengerutkan keningnya sebelum akhirnya meraih kertas itu dan melihat tulisan yang tertera di sana.
*Fika maafin aku.. karena saat kamu membaca surat ini itu artinya aku telah pergi jauh darimu. Maafkan aku karena telah bersikap pengecut meninggalkan kamu saat di hari pernikahan kita. Aku tidak memiliki pilihan lain selain ini. Maafkan aku yang tidak bisa setia padamu* by Arga Aldiano.
Bulir putih air mata Fika menetes pedih dari peluk matanya. Rasa sakit di hatinya tidam mampu ia utarakan. Ini terlalu mendadak dan terlalu mengagetkan baginya. Ia sungguh tidak mempercayai hal ini. Mengapa semua ini bisa terjadi disaat mimpinya akan terwujud? Sungguh ini adalah hal yang paling membuatnya terasa ingin mati.
"Fik, gue mohon lo yang tabah yah?" Lussy selaku sahabatnya ia begitu mengerti apa yang sedang Fika rasakan. Ia meraih tubuh Fika membiarkan perempuan itu menangis sejadi-jadinya dalam pelukannya.
"Nggak! Nggak mungkin! Arga nggak mungkin ninggalin aku?"
Tubuh Fika gemetar hebat, fikirannya kalut. Ia hancur sehancur-hancurnya.
"ARGAAAAAAA!"
Fika berteriak histeris. Hatinya terasa diremas hingga habis. Harapan, mimpi dan juga cita-citanya untuk membangun kebahagiaan dengan laki-laki yang ia cintai itu kini seakan hilang musnah. Benarkah Arga setega itu padanya? Bukankah ia bilang kalau dia sangat mencintai dirinya? Tapi kenapa? Disaat hari sakral ini dia malah pergi meninggalkannya?
Fika melorot lesu, tubuhnya tak bertenaga lagi. Ia sungguh tidak mampu menahan kesedihannya sendiri. Hampir saja Fika kehilangan kesadarannya namun Iqbal lebih dulu datang.
"Fik, lo harus liat keluar sekarang." Ujar Iqbal dengan wajah teramat serius.
Awalnya Fika merasa tidak ingin, namun kehebohan yang terdengar di luar sana membuatnya juga ikut penasaran.
"Apasi Bal?" Tanya Lussy.
"Lo juga ikut." Kata Iqbal kemudian berjalan seraya menuntun Fika.
Saat berada di luar. Benar saja, semua orang tengah heboh karena ternyata ada sebuah hellycopter yang tiba-tiba saja satang ke pekarangan rumah Arga yang luas. Fika terkejut selagus bingung. Mengapa ada Hellycopter disini?
"Mah, kenapa ada hellycopter ke sini?" Tanya Fika pada Ratna yang juga terlihat kebingungan.
"Mamah juga gak tau nak."
"Maaf anda Fika Fricilla?" Pria bertubuh kekar dengan baju hitamnya ia tiba-tiba saja menghampiri Fika.
"I-iyah saya sendiri." Fika menjawab ragu, karena ia merasa kebingungan. "Maaf bapak siapa yah?"
Tiba-tiba kedua pria bertubuh kekar itu meraih kedua tangan Fika kasar.
"Eh kalian mau apa!?"
"Maaf mba, anda harus ikut kamu sekarang." Ucap pria itu kemudian menyeret paksa Fika.
"Eh apa-apaan lo main narik-narik aja sahabat gue!?" Lussy ikut menarik tangan Fika berusaha membantunya.
"Mba jangan ikut campur. Tolong anda menyingkir."
"Wah kurang ajar lo. Blom tau siapa gue hah?" Lussy memukul-mukul pria itu penuh tenaga. Karena merasa sangat risih pria itu pun mendorong kasar Lussy, untung saja Andre sigap menangkap tubuh Lussy hingga ia tidak terjatuh.
"Dre tolongin Fika. Dia mau diculik." Rengek Lussy. Namun anehnya dia hanya diam dan melihat Fika terus di bawa menuju Hellycopter.
"Kodok! Kenapa lo diem aja si? Cepetan tolongin Fika ih!" Lussy geram karena suaminya itu tidak sama sekali memberi reaksi apapun, tidak seperti biasanya.
"Bal tolongin Fika!" Teriak Lussy lagi, ia uring-uringan kebingungan sekaligus panik.
"Kalian semua kenapasi? Pada kesambet apaan hah? Kenapa kalian diem aja Fika di bawa gitu?!" Lussy sudah merasa kelelahan, ia pun kembali menatap Andre dan langsung memukul tangannya.
"Heh! Lo gak denger gue bilang apa hah!?"
Andre pun kemudian menutup mulut Lussy. "Ssuutt.. beb. Jangan ngomel mulu napa. Udah pokonya lo ikut gue sekarang." Andre menarik Lussy keluar dari tempat pernikahan. Begitupun Willy, Iqbal, Nico dan lainnya.
"Toloong! Tolongin aku! Kenapa gak ada yang nolongin aku?"
Fika sudah kembali menangis karena ia dipaksa pergi bersama orang yang tidak sama sekali ia kenal. Kabar Arga yang meninggalkannya sudah sangat memukulnya bertubi-tubi. Dan sekarang? Dia tiba-tiba dibawa entah kemana oleh orang-orang yang sama sekali tidak ia kenali. Ras takut, sedih dan juga pasrah bercampur aduk di dalam diri Fika. Entah apakah ia harus pasrah saja? Karena meskipun ia memaksa rupanya tidak ada satu pun orang yang hendak menolong dirinya.
"Lepasin aku!" Fika berontak saat kedua pria itu mengikat kedua lengannya dengan tali. "Tolong lepasin aku!"
Fika di bawa masuk ke dalam Hellycopter itu. Dan betapa terkejutnya ia saat melihat seseorang di dalamnya. Kedua mata Fika terbelalak lebar karena melihat Angel berada di sana.
"Kita bertemu lagi sayang?"
"Angel?"
Ingatan Fika langsung terbayang ke masa lalu yang menakutkan saat ia SMA dulu. Seringaian dan juga senyum licik Angel masih terbayang kuat di benaknya. Terutama penyiksaan-penyiksaan sadis yang ia lakukan padanya sungguh membuatnya kini gemetar ketakutan.
"Angel kamu-"
"Diam! Kita akan terbang oke?"
Fika terhenyak saat Hellycopter itu mulai terbang. Mulut Fika sudah terbekam rapat oleh lakban hitam.
Beberapa menit lamanya Angel membawa Fika ke suatu tempat akhirnya mereka pun sampai ke tempat tujuan. Fika pun membelalakkan matanya saat ia melihat hamparan air laut yang biru dan luas. Was-was di hatinya berganti menjadi rasa takut yang mengerikan. Di benaknya sudah terbayangkan bagaimana jika Angel saat ini akan menceburkan dirinya ke dasar laut? Jika semua itu terjadi maka mungkin hari ini adalah hari terakhir untuknya. Miris bukannya kebahagiaan yang ia daoatkan melainkan penderitaan.
Saat Angel merendahkan ketinggian Hellycopter, Helly itu hampir saja menyentuh air laut. Dengan tawa bangganya Angel menatap Fika sinis karena ia sudah puas melihat Fika yang sangat ketakutan dibuatnya.
"Ternyata lo masih sama kaya dulu yah? Cengeng!"
Fika memang saat ini sedang menangis kejer. Tapi memangnya wanita mana yang tidak takut dalam kondisi ini tentu semuanga pasti akan menangis. Kecuali kalau dia memang sudah gila!
"Hmmm.. " Fika berusaha melepaskan dirinya semampu ia bisa. Namun sayangnya Angel justru menahan bahunya agar tidak bisa kemana-mana. Sampai kemudian Hellycopter Angel terbang jauh dan sebuah pulau kecil terlihat di tengah-tengah laut.
"Here we go!"
__ADS_1
Angel mendaratkan Hellynya di pulau itu. Fika masih dalam keadaan tertali. Ia tidak bisa bergerak sampai Angel tiba-tiba melepaskan ikatannya.
"Aw!" Fika meringis saat Angel membuka lakban hitam di mulutnya.
"Sorry." Ucap Angel. Membuat kerutan di kening Fika terlihat.
"Kamu kenapa bawa aku kemari Ngel? Aku-"
"Suuut! Bawel yah lo. Udah ikut gue!"
Angel langsung menyeret tangan Fika paksa untuk memasukki area pulau yang lebat dengan penuh pepohonan.
"Ngel kita mau kemana? Kamu emangnya belum kapok buat nyakitin aku? Kenapa kamu ngelakuin ini? Dari dulu aku gak pernah punya salah sama kamu. Tapi kenapa kamu benci banget sama aku?" Tanya Fika bertubi seraya terhuyung mengikuti langkah Angel.
Fika menatap Angel dari belakang. Semua kejadian dan rasa takutnya telah ia pasrahkan seluruh pada Tuhan. Ia akan pasrah jika akan ada sesuatu yang terjadi pada dirinya kali ini. Ia tidak peduli. Toh, semua miminya juga telah hancur. Dan tidak ada lagi yang perlu ia raih karena orang yang ingin ia raih pun telah pergi meninggalkannya.
"Gue gak akan pernah kapok Fik!"
Angel tiba-tiba menghentikan langkahnya saat ia sampai di rimbunnya pepohonan di pulau itu. Ia kemudian berbalik dan menatap Fika tajam.
"Gue gak akan kapok."
Angel menunjukkan senyuman merekah dari bibirnya membuat Fika terkejut. Angel kembali menarik tangan Fika namun kali ini lebih lembut.
"Gue gak akan pernah kapok. Kecuali sampai lo dapet kebahagiaan."
Fika tidak mengerti apa yang dimaksud Angel namun ia terkejut bukan main saat Angel tiba-tiba membuka sebuah tirai berwarna hijau yang hampir senada dengan pepohonan disana. Di balik tirai itu sudah tersedia sebuah karpet merah memanjang serata bunga-bunga yang menghiasi setiao sisi karpet merah itu.
Fika membungkam mulutnya dengan kedua tangannya saat ia melihat sudah banyak sekali orang yang sedang menunggunya disana. Mereka menatap Fika dengan tersenyum lebar merekah. Warna baju yang senada berwarna putih itu memenuhi hampir sebagian pulau karena sakin banyaknya orang.
"Come!" Angel meraih tangan Fika untuk melangkah. Dan saat yang bersamaan air matanya kembali menetes saat ia melihat ke lima sahabatnya juga ternyata ada di sana.
"Ini..?" Fika tidak mampu berkata apapun lagi. Semua kejadian ini terlalu beruntun dan mengejutkan yang jelas Fika saat ini begitu shock.
Angel dan Fika sudah memasukki lengkungan bunga yang membentu sebuah pintu disana. Saat Fika melangkah mendekati orang-orang, mereka langsung membuka jalan untuk dirinya dan hingga sebuah tempat yang di penuhi bunga membuat kedua matanya takjub. Fika seakan lemas untuk melangkah. Ia memegang erat tangan Angel yang setia menuntunnya hingga lima anak kecil memakai gaun berwarna laut menghampiri Fika dan menyerahkan bunga serta mentaburkan bunga padanya.
Angek melepas eratan tangan Fika dan menyerahkannya pada ke lima anak perempuan yang cantik dan luci itu. Fika menatap Angel yang mengangguk padanya. Sebelum kemudian anak-ank itu menarik tangan Fika dengan senang dan gembira.
Ternyata hamparan bunga disana hanyalah sebuah latar awal. Dan latar utamanya berada di balik dinding bunga yang membenteng tempat itu. Ke lima anak yang terus menarik Fika hingga ke sebuah lengkungan bunga putih membuat Fika sontak mengangkat kepalanya dan kedua mata indahnya langsung tertuju pada gedung mewah namun terbuka yang telah dihiasi berbagai bunga berwarna pink dan juga ungu. Sederet kursi luar yang mewah pun telah terjejer rapih untuk para tamu disana.
Fika rasanya ingin pingsan saat ini juga terutama saat dirinya melihat ketir seorang laki-laki yang tiba-tiba keluar dari ujung ruangan. Laki-laki yang sudah lama ia tunggu dan laki-laki yang sudah berhasil mengobrak-abrik seluruh perasaannya saat ini.
Fika menangis terharu saat laki-laki itu tersenyum padanya dan disaat bersamaan pria itu berjalan menghampirinya dengan alunan sebuah musik mengiringi langkahnya.
Hal yang membuat terkejut semua orang bukan karena pria itu melangkah diiringi para peri-peri kecil di belakangnya. Melainkan karena laki-laki itu tengah bernyanyi untuk kekasih yang ia cintai itu.
Nada itu sudah tidak asing lagi di telinga Fika karena dulu Arga memang sangat senang menyanyikannya yaitu lagu Shine Filan yang berjudul Beautigul In White. Alunan biola sudah mulai terdengar merdu memenuhi pulau, disusul dengan suara emas milik Arga membuat semua orang yang mendengarnya langsung meleleh dan jatuh cinta.
"Not sure if you know this"
( Tak yakin apakah kau tahu ini )
"But when we first met"
(Tapi saat pertama kita berjumpa)
"I got so nervous I couldn't speak"
(Aku sangat grogi hingga tak dapat berkata apa-apa)
"In that very moment"
"I found the one and"
( Kutemukan seseorang dan )
"My life had found its missing piece"
( Telah ku temukan kepingan hidupku yang hilang )
(Chorus)/(REF)
"So as long as I live I love you"
( Maka selama aku masih hidup, aku akan mencintaimu )
"Will have and hold you"
( Aku akan miliki dan mendekapmu )
"You look so beautiful in white"
( Kau tampak sangat cantik berpakaian putih )
"And from now to my very last breath"
( Dan mulai kini hingga hembusan nafas terakhirku )
"This day I'll cherish"
( Hari ini kan kukenang )
"You look so Beautyful In White"
( Kau tampak sangat cantik berpakaian putih )
"Tonight"
( Malam ini )
Tidak terhitung lagi sudah berapa air mata yang Fika teteskan. Namun saat ini hatinya sungguh sangat bahagia.
Arga sudah sampai di hadapan Fika ia meraih tangan lembut Fika dan menyiuminya kemudian kembali bernyanyi.
"What we have is time"
( Yang kita punya adalah waktu )
"My love is endless"
( Cintaku tak lekang oleh waktu )
"And with this ring I"
( Dan dengan cincin ini aku )
"Say to the world"
( Kukatakan pada dunia )
__ADS_1
"You're my every reason"
( Engkaulah alasanku )
"You're all that I believe in"
( Engkaulah yang kupercayai )
"With all my heart I mean every word"
( Dengan sepenuh hatiku, tiap kataku ini yang sebenarnya )
"So as long as I live I love you"
( Maka selama aku masih hidup, aku akan mencintaimu )
"Will have and hold you"
( Aku akan miliki dan mendekapmu )
"You look so beautiful in white"
( Kau tampak sangat cantik berpakaian putih )
"And from now to my very last breath"
( Dan mulai kini hingga hembusan nafas terakhirku )
"This day I'll cherish"
( Hari ini kan kukenang )
"You look so Beautyful In White"
( Kau tampak sangat cantik berpakaian putih )
"Tonight"
( Malam ini )
"And if our daughter's what our future holds"
( Dan jika anak perempuan kita akan hadir )
"I hope she has your eyes"
( Kuharap matanya seperti matamu )
"Finds love like you and I did"
( Temukan cinta sepertimu dan kulakukan )
"Yeah, I wish she falls in love and I will let her go"
( Yeah, kuharap dia kan jatuh cinta dan kan kulepaskan dia )
"I'll walk her down the aisle"
( Kan kuiringi dia di lorong altar )
"She'll look so beautiful in white"
( Dia kan tampak sangat cantik berpakaian putih )
"You look so beautiful in white"
( Kau tampak sangat cantik berpakaian putih )
Tepukan meriah dari seluruh orang disana meramaikan seluruh pulau. Fika yang masih menangis kini menghempaskan tubuhnya ke tubuh kekar lelaki yang selalu membuat kejutan dalam hidupnya itu. Ia memeluknya sangat erat. Kini sedihannya tadi berubah menjadi tangis bahagianya.
Arga mengusap puncak kepala Fika dan menciumnya tulus.
"I want you baby. I want to live with you forever"
( aku menginginkan mu sayang. Aku ingin hidup bersamamu selamanya. )
Fika semakin mengeratkan pelukannya terutama saat Arga berbisik lembut.
"Can I have you forever?"
( Bolehkah aku memilikimu selamanya? )
Fika tanpa ragu. "Yes, you can." ( Iyah, boleh. )
Arga pun mencium bibir Fika bahagia. Ia kemudian segera menuntun Fika menuju tempat pak penghulu disana. Dan memulai acaranya.
Setelah ijab qobul diucapkan. Arga dan Fika pun sudah sah menjadi suami dan istri. Arga meringsut mencium kening Fika dengan Fika bergantian mencium punggung tangan Arga.
"Berjanjilah untuk selalu bersamaku hingga akhir hayat kita." Ucap Arga seraya tersenyum hangat pada Fika.
Fika mengangguk. "Janji."
"Aku tidak sabar ingin cepat memiliki bayi." Celetuk Arga membuat Fika membulatkan matanya.
"Ih!" Fika mencubit pelan tangan Arga. "Genit."
Arga tertawa sebelum kemudian ia berucap.
"I love you."
Fika tersenyum lalu mengalungkan kedua lengannya di leher Arga.
"I love you too."
Tunggu kelanjutan Partnya masih ada nanti aku upload.
oyah maaf ini telat karena di uploadnya agak telat sorry guys
__ADS_1
jangan lupa like and.. komen