Unforgettable

Unforgettable
UNFORGETTABLE 2 PUBLISH


__ADS_3

Hai para readers. Alhamdulillah sekarang aku bisa mem publish UNFPRGETTABLE 2 (Next Generations). Bagi kalian yang penasaran dengan generasi of Arga and Fika silahkan baca perjalanan dari anaknya yaitu Max Wingston Grace.


Karena sudah di publish jadi kalian bisa langsung di cek dengan mensearch atau juga bisa dengan meng KLIK PROFIL aku.


Aku harap kalian suka sama cerita Max. Karena disana akan lebih rumit lagi, namun kalian tenang saja.. Unforgettable 2 ini akan mampu membuat kalian baper. Pokonya akan ada banyak kejutan dan sesuatu yang berbeda dari novel lainnya.


Langsung aja guys cus baca 》》》😊



Sinopsis :


Uang dan kekuasaan adalah senjata utama yang ia miliki. Sex dan kekerasan adalah bagian dari hidupnya. Mempermainkan perempuan adalah keahliannya. Angkuh dan licik adalah triknya.


Kehidupannya yang terlihat sempurna ternyata adalah kehidupan kelam dibalik seorang Max Wingston Grace Laki-laki berdarah dingin, kejam dan tidak berperasaan. Apapun akan ia lakukan demi menghancurkan semua orang yang berusaha menghalangi jalannya.


Hatinya yang telah hancur karena luka membangkitkan jiwa hitamnya untuk membinasakan siapapun yang telah berani berurusan denganya. Hingga pertemuannya dengan seorang wanita bernama Tiffany yang telah mengembalikannya pada masa lalu yang begitu menyakitkan. Penghianatan dan juga dendam adalah hal utama yang benar-benar menghancurkannya. Dan kehadiran Tiffany membuatnya ingin mengulang kembali masa pahit itu dengan cara yang berbeda.


Akankah Max mampu memperbaiki masa lalunya? Dan membuat ketakutannya itu hilang dari dirinya? Ataukah justru semakin membuatnya hancur?


Akankah Tiffany mampu bertahan dengan perlakuan Max yang kejam padanya?


____________

__ADS_1


Bocoran Prolog


Alunan musik piano yang berdentang di tengah malam yang kelam, membuat siapapun yang mendengarnya akan ikut ke dalam rasa sakit yang ia rasakan. Nada yang membuat semua orang bersedih itu seolah menggambarkan betapa hancur hatinya. Hati yang dulu mampu merasakan indahnya kehidupan, kini telah berubah menjadi hati yang hampa tanpa ada sedikitpun kebahagiaan di sana.


Masa lalu adalah faktor utama dimana bangkitnya sisi gelap dalam dirinya.


Max Wingston Grace, laki-laki tampan yang dahulu penuh kasih sayang kini berubah menjadi Max si laki-laki kejam dan tidak berperasaan. Kekerasan adalah jalan hidupnya dengan kegelapan telah menyelimuti hatinya.


Sebuah penghianatan dan dendam benar-benar telah menghancurkannya. Hingga ia tidak ingin memiliki lagi tujuan hidup. Keputus asaan terus menggulung pikirannya, dan trauma selalu menghantuinya.


Siapa sangka di balik kesuksessannya menjadi seorang CEO dan gelar miliader dunia ternyata memiliki masa lalu yang sangat kelam? Bahkan keserakahan dan juga keangkuhannya dalam meraup keuntungan tentu membuat semua orang tidak ingin macam-macam padanya. Siapapun mereka apabila berani mengganggu ketenangan Max, maka bersiaplah menunggu kehacuran dalam hidupnya.


Selain sifatnya yang licik, Max memiliki gelar lainnya yang paling tersohor yaitu si Ladykiller. Pemain wanita paling keji yang pernah ada. Siapapun wanita yang dekat dengannya baik dari kalangan kaya maupun kalangan artis mereka hanya akan menjadi alat pemuas nafsu belaka. Tidak sedikit dari mereka yang telah di campakkan Max berusaha menuntut laki-laki itu. Namun hingga saat ini tidak ada satu pun yang berhasil. Bagi Max dengan uang maka semuanya akan baik-baik saja.


Alunan musik sendu itu terhenti, kedua sorot mata tajamnya juga terbuka perlahan. Ruangan gelap yang menyisakan satu buah lilin kecil di atas Grand Piano itu membuat kilatan di matanya semakin terlihat tajam dan menusuk. Bahkan laki-laki yang kini sedang duduk di sebrang Max pun tidak berani untuk menatapnya.


"Sudah berakhir."


Max tersenyum seraya memasukkan kedua lengannya ke saku celana. Tatapannya yang tajam dibalas dengan kedua sorot mata penuh kebencian dari laki-laki di hadapannya.


"Permainanmu telah berakhir sampai di sini."


Mata gelap seolah menunjukkan betapa bencinya ia terhadap Max tidak juga ia urungkan.

__ADS_1


"Kenapa? Kau masih ingin membunuhku?" Ucap Max santai dengan raut wajah meremehkan.


"Seharusnya kau sudah tahu sejak awal. Sebelum kau membunuhku, aku akan lebih dulu membunuhmu."


Tidak ada sedikitpun jawaban dari perkataan Max. laki-laki di hadapannya hanya bisa menatapnya dengan hati penuh amarah yang tak terhingga.


"Sejak awal kau telah mengincar kehidupanku kan?"


Max mengeluarkan benda besi berpelatuk dari dalam sakunya sebelum kemudian menodongkannya tepat di depan kepala laki-laki di hadapannya.


"Namun pada akhirnya.."


"Kaulah yang akan mati di tanganku."


DOR!


Darah mengalir dari celah lubang yang baru saja ia buat. Rasa lega di hatinya menyeruak keseluruh jiwanya. Sebelum kemudian ia tersenyum puas melihat orang di hadapannya telah memejamkan mata untuk selamanya. Rasanya sangat menyenangkan, terutama dia adalah orang yang ia cari selama ini.


"Kau salah memilih ku sebagai musuhmu. Karena aku tidak akan membiarkan satu orang pun mengusik ketenanganku, terutama mengusik orang yang paling berarti dalam hidupku."


Max berjalan menuju ke arah tempat Grand Pianonya sebelum kemudian ia mengambil lilinnya dari sana. Tanpa menunggu terlalu lama Max melemparkan lilin kecil setinggi kelingking itu ke atas lantai yang sudah telumuri minyak. Dan api pun langsung menjalar cepat ke seluruh ruangan. Hingga Max segera berlari keluar ruangan sebelum sebuah ledakkan besar menghancurkan ruangan itu dalam seketika. Dan hanya menyisakan puing-puing dari reruntuhan gedung akibat ledakkan yang baru saja Max perbuat.


Max tersenyum menatap gedung yang telah hancur di lahap api itu dengan bangga.

__ADS_1


"Siapapun yang berani berurusan denganku, maka bersiaplah untuk mati di tanganku."


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>


__ADS_2