
Bondan terdiam mendengar alasan Sisil yang gak masuk di akal.
"Yaudah, iya. Tapi gua nunggu lu sampe selesai belanja."
"Eh, jangan. Gak usah repot-repot, Dan. Gua bawa uang lebih buat naik ojek." gua berusaha untuk mencegah Bondan agar tidak menunggunya.
"Kenapa sih, lo kekeh banget buat naik ojol?"
"Duh, gua mau nyobain naik ojol. Biar kalo lu ninggalin gua, gua bisa langsung naik ojol." gua membuat alasan yang tidak masuk di akal.
"Lo mau, kan nganter gua? Tapi langsung pulang, yak." ujar gua memohon.
Bondan menghela napas, "Iya, jam berapa?"
"Jam setengah 2 yak." gua tersenyum bahagia karena Bondan percaya.
"Oke, nanti gua kesana."
"Makasih, Dan." gua tersenyum.
"Yaudah, gua tutup yak teleponnya. Gua mau siap-siap dulu."
Bondan mengiyakan. Gua pun langsung menutup telepon lalu melompat-lompat bahagia, karena Bondan mau mengantar gua ke Nr.mart.
Gua sudah bersiap-siap menunggu Bondan menjemput. Gua membawa uang agar untuk jaga-jaga.
Gua mengepang rambut agar terlihat rapi dan nyaman.
Umi membuka pintu kamar dan menatap gua dengan heran yang sedang mengepang rambut.
"Kamu mau kemana?" tanya umi penasaran.
Gua harus bersikap normal agar tidak membuat umi curiga.
"Aku ada nonton sama temen. Boleh kan, mi?" izin gua kepada umi.
Umi menanyakan dengan siapa gua pergi? Gua pun menyebut nama Bondan dan umi mengerti. Umi nampak tidak curiga.
"Pulangnya jangan sore-sore." nasihat umi.
"Iya, jam 5 Sisil pulang. Itu juga kalo filmnya, udah selesai."
Umi keluar dari kamar gua tanpa bertanya lagi. Gua memasukkan hp ke dalam tas agar tidak ketinggalan.
Bondan mengklakson motor di depan rumah, gua pun segera keluar untuk menemui Bondan.
"Umi, Sisil berangkat dulu yak." pamit gua kepada umi yang sedang di kamar.
__ADS_1
"Iya, hati-hati." jawab umi dari dalam kamar.
Gua melihat Bondan sedang duduk di atas motornya. Gua pun tersenyum ketika Bondan menatap gua.
Bondan memperhatikan gua dengan pakaian yang rapi. Bondan tampak heran melihat penampilan gua, tetapi dia tidak bertanya apapun.
Gua pun menghampiri Bondan sambil tersenyum. Bondan menyalakan motor dan gua langsung naik ke bagian belakang motor.
Gua berpegangan ke pundak Bondan naik ke motor.
"Yuk." ujar gua kepada Bondan sebagai tanda gua sudah naik.
Bondan mengerti apa yang gua maksud, Bondan pun melajukan motornya dan meninggalkan rumah gua.
Di perjalanan, Bondan tidak berkata apapun tentang pakaian gua, meskipun dia tampak sangat penasaran, tetapi Bondan tetap membisu.
Gua pun tidak memberi apapun kepada Bondan tentang gua yang akan menonton bioskop bersama Al.
Gua hanya meminta Bondan mengantar gua ke Nr.mart yang berada di depan jalan raya.
Bondan melajukan motornya dengan santai, gua terus melihat jam memastikan agar gua sampai di Nr.mart sebelum Al. Gua gak mau Al melihat gua dibonceng Bondan. Dan gua juga gak mau Bondan melihat gua pergi bareng Al.
"Duuh ... bisa agak cepetan gak pake motornya?" ujar gua dengan menepuk kedua pundak Bondan.
"Santai aja, lagian kan cuma ke Nr.mart doang bukan kemana-mana. Gua lagi gak mau ngebut." jawab Bondan dengan santai.
Hati gelisah karena Bondan melajukan motor dengan santai. Gua harus cari alasan apa biar Bondan ngebut?
Bondan tertawa terbahak-bahak,
"Nr.mart kan buka 24 jam. Mana mungkin jam sekarang udah tutup. Ada-ada aja lu, Sil."
"Ya bisa aja kan penjaganya mendadak ada urusan, atau apalah gitu. Karena urusan itu, mereka jadi tutup." alasan gua yang terus tidak masuk di akal.
"Please deh, Sil. Mana ada kayak gitu? Kalo pun penjaganya ada urusan, tokonya bisa dijaga sama penjaga lain, lah." jelas Bondan yang nampak heran terhadap gua.
"Duh, udahlah ... lu ngebut aja. Gua udah gak sabar buat beli sesuatu." paksa gua kepada Bondan.
Bondan menaikkan kecepatannya dan menuruti apa yang gua katakan. Seketika hati gua merasa lega karena Bondan menuruti apa kata gua.
Kami pun tiba di Nr.mart jam 13.25 dan gua langsung turun dari motor Bondan. Gua tersenyum dan berterima kasih kepada Bondan.
Bondan memperhatikan gua dengan heran dan tidak segera meninggalkan gua.
"Udah, sekarang lo pulang aja." suruh gua kepada Bondan sambil tersenyum.
Bondan tetap terdiam menatap gua yang salah tingkah.
__ADS_1
"Lo yakin gak mau ditungguin? Daripada naek ojol, mending gua tungguin." Bondan menyandarkan tubuhnya ke depan yang ditopang motor.
Gua celingak-celinguk seperti orang yang kebingungan melihat Bondan yang ngotot buat nungguin gua.
"Gua mau naik ojol aja deh, Dan. Lo sekarang pulang aja, yak." ujar gua memohon agar Bondan segera pergi.
Bondan menghela napas,
"Yaudah, kamu masuk aja dulu. Entar aku pergi." kata Bondan.
"Bener yak, langsung pergi." gua menatap Bondan memastikan.
"Iya." jawab Bondan singkat.
Gua pun langsung memasuki Nr.mart sambil sesekali menengok ke arah Bondan untuk memastikan, dia sudah pergi atau belum?
Gua pura-pura ambil keranjang belanjaan dan mencari-cari barang di dalam toko.
Gua tidak melihat Bondan lagi di depan toko. Gua pun bingung apa yang harus gua beli di sini, karena gua hanya berpura-pura. Akhirnya gua membeli 2 minuman agar tidak malu karena sudah masuk ke dalam toko.
Gua pun menuju kasir untuk membayar minuman yang gua ambil. Setelah itu, gua pun keluar dari toko dan menunggu Al di depan toko.
Tak lama kemudian, Al datang dengan menggunakan motor. Gua menyapa Al dengan senang.
Al tersenyum hangat kepada gua. Gua tidak terkesima melihat Al yang tampil keren dengan kemejanya, karena gua sudah terbiasa dengan gaya Al yang keren. Hari ini, Al memakai topi hitam polos yang menambah tingkat ketampanan nya.
Al memandang bingkisan gua yang bertuliskan "Nr.mart".
"Kamu beli apa, Sil?" tanya Al penasaran.
"Ini, aku beli minuman buat kita." jawab gua sambil mengangkat bingkisan untuk menunjukkan nya kepada Al.
Al pun tersenyum dan menyuruh gua naik ke atas motor. Lalu, gua naik ke atas motor sambil berpegangan ke pundak Al.
Al pun melajukan motornya dengan santai. Di perjalanan, kami mengobrol tentang keseharian kami.
Sesekali kami tertawa karena cerita yang konyol. Gua merasa bahagia ketika berada di dekat Al. Banyak pengendara yang memperhatikan gua dengan Al. Terutama cewek-cewek.
Ketika kami berhenti di lampu merah, banyak cewek-cewek memandang Al. Mungkin mereka belum pernah melihat cowok seganteng Al.
"Ih ... ganteng banget. Sumpah gak nahan." gerutu cewek-cewek sambil mencuri-curi pandang dengan Al. Dan banyak lagi gerutuan cewek-cewek yang lain. Namun ketika mereka melihat gua, mereka langsung minder.
Gua menghela napas dalam-dalam karena kelakuan cewek-cewek yang kecentilan kepada Al.
"Liat Al aja udah melongo. Apalagi kalo liat Bondan kali, yak." ujar gua dalam hati.
Banyak juga cowok yang memandang gua dengan terkesima. Tetapi ketika melihat gua berboncengan dengan Al, mereka seperti menelan ludah.
__ADS_1
"Gila tuh cewek cantik banget. Kayaknya dia dibonceng pacarnya deh." bisik salah satu cowok sambil memandang gua. Gua bisa mendengar apa yang mereka bicarakan, karena suaranya lumayan keras.
Gua pun merasa risih karena terus-terusan diperhatikan oleh banyak orang. Lalu gua mengeluarkan masker dari dalam tas untuk menutupi wajah gua.