UPAYA MENYEMBUNYIKAN HATI

UPAYA MENYEMBUNYIKAN HATI
Bab 30


__ADS_3

Bondan sudah mengklakson motor di depan gerbang rumah gua. Gua keluar dari rumah hendak berangkat sekolah dengan Bondan. Setelah itu kami pun berangkat menuju sekolah.


"Dan, kemarin pas lu udah nganterin gua langsung kemana? Langsung pulang atau kemana dulu gitu?" tanya gua penasaran.


"Kemana dulu maksudnya gimana? Gua langsung pulang kemarin pas udah nganterin lu. Emangnya kenapa?" Jawab Bondan heran.


"Enggak sih, gua nanya aja. Bagus deh kalo lu langsung pulang." ujar gua sambil tersenyum kikuk.


"Kenapa sih? Aneh banget lu." kata Bondan,


"Lu kemarin beli apaan sih?" tanya Bondan.


"Hehe ...," gua tertawa kikuk.


"Biasalah beli makanan."


Bondan tidak menjawab. Kami pun tiba di sekolah. Seperti biasa Bondan memarkirkan motornya di ujung parkiran.


Setelah parkir motor, kami langsung bergegas menuju kelas. Seperti biasa, Bondan selalu menjadi incaran para kaum wanita di sekolah. Banyak yang mencuri pandang kepada Bondan. Namun Bondan mempunyai kepribadian cuek. Tetapi dengan sikap cuek Bondan malah menambah poin dari cewek.


Gua masuk ke kelas bersama Bondan. Bondan langsung gabung bersama anak cowok. Gua melihat Egi sedang bermain game online di tempat duduknya.


Gua menghampiri Egi tanpa menyimpan tas terlebih dahulu.


"Gi, gua mau ngomong sama lu!" tegas gua kepada Egi. Egi tidak menghiraukan dan tetap fokus ke hp nya.


"Tinggal ngomong aja sih, susah amat." jawab Egi acuh tak acuh.


Gua mendengus kesal dan langsung duduk di kursi kosong samping Egi. Gua melirik Bondan terlebih dahulu agar dia tidak mendengar apa yang akan gua bicarakan dengan Egi.


"Lu tau kemarin gua jalan sama Al?" tanya gua kepada Egi sambil menatapnya.


"Hmm ... enggak. Gua gak tau lu kemarin jalan sama Al. Emangnya kenapa gitu?" jawab Egi sambil terus memainkan gamenya.


"Beneran?" selidik gua merasa tidak percaya dengan jawaban Egi.


"Gua emang sahabatnya Al. Tapi bukan berarti gua tau aktifitasnya. Lagian ga penting juga bagi gua buat tau aktifitas Al." jelas Egi tanpa menatap gua yang berada di sampingnya.


Gua berdiri lalu meninggalkan tempat Egi menuju tempat gua. Bondan terlihat sedang mengobrol dengan cowok sekelas dan nampaknya tidak mengetahui percakapan gua dengan Egi.

__ADS_1


"Sekarang ada pr, Sil. Lu udah ngerjain belom?" Dita yang mengingatkan gua dengan pr hari ini.


“Pr? Emangnya ada pr, yak?” jawab gua dengan heran dan mencoba mengingat-ingat.


"Ada, Sil. Ituloh SimDig (Simulasi Digital) yang bikin simbol flowchart sama penjelasannya. Tugas minggu lalu." Dita mengingatkan gua dengan pr minggu lalu.


Gua terkejut karena gua lupa mengerjakan pr. Apalagi sekarang SimDig adalah jam pelajaran pertama.


"Duh ... gua lupa. Lu udah belom? Sini gua liat." pinta gua kepada Dita.


Dita mengeluarkan buku dari dalam tas lalu memberikannya kepada gua. Gua langsung menerima dan bergegas mengerjakan pr sekarang juga mumpung belum bel sekolah.


Gua nampak sibuk mengerjakan pr sedangkan teman-teman gua yang lain sedang bercanda.


Farah duduk di samping gua lalu memperhatikan gua yang sedang menulis dengan terburu-buru.


"Untung nulisnya gak terlalu banyak, jadi bisalah lu selesai sebelum pelajaran dimulai." kata Farah sambil mengemut coklat seribuan.


"Berapa menit lagi?" tanya gua kepada Farah.


"Sepuluh menit lagi." jawab Farah sambil melihat jam tangannya.


Gua terus menulis dengan cepat agar bisa menyelesaikan pr tepat waktu. Teman-teman gua yang cewek sedang membicarakan barang diskon pusat belanja online.


Gua mendengar Faras yang memanggil Bondan dengan sangat keras. Gua melirik Bondan yang sedang melihat ke arah luar kelas, lalu Bondan beranjak dan segera menghampiri seseorang yang sedang menunggu Bondan di luar.


Faras dan Farah tidak kembar. Mereka hanya mempunyai nama yang hampir mimpir mirip.


Gua tidak menghiraukan Bondan yang berjalan menuju luar kelas. Farah memperhatikan Bondan yang sedang berjalan ke luar kelas untuk menghampiri seseorang.


"Sil, di sini Bondan kenal sama siapa aja?" tanya Farah yang tidak lagi memperhatikan Bondan.


"Gua aja. Setau gua sih gitu." jawab gua sambil terus menulis.


"Terus? Kenapa ada cewek yang nyariin Bondan?" selidik Farah.


"Emangnya yang nyariin Bondan itu cewek?" jawab gua acuh tak acuh.


"Iya ... dan sekarang mereka gak ada di depan kelas, mungkin ke samping kelas biar gak diliatin sama anak-anak sekelas." jelas Farah.

__ADS_1


Gua tidak menanggapi penjelasan Farah. Gua telah selesai mengerjakan pr.


Gua menoleh ke belakang barangkali Bondan ada di depan kelas, tetapi tidak ada. Mungkin Farah benar, Bondan berada di samping kelas, tetapi gua sama sekali tidak peduli.


Gua mengembalikan buku Farah,


"Gua mau ke kamar mandi dulu yak." izin gua kepada Farah.


Gua beranjak dari kursi lalu keluar kelas menuju kamar mandi yang tidak terlalu jauh dari kelas.


Ketika gua hendak berbelok, kaki gua kesandung rok gua sendiri. Badan gua pun bercondong ke depan dan hampir terjatuh. Bondan muncul dari samping kelas dan menahan badan gua agar tidak terjatuh.


Gua terkejut ketika Bondan muncul dari samping kelas dan langsung memegang kedua pundak gua agar tidak terjatuh.


"Lu kalo jalan liat-liat dong!" ucap Bondan sambil memegang kedua pundak gua.


Gua menatap Bondan sejenak lalu melepaskan pegangan Bondan dari pundak gua.


"Heh. Gua juga jalan sambil liat-liat, cuma gua kesandung rok sendiri." jawab gua dengan kesal.


Bondan tersenyum tipis. Gua merasakan seorang cewek yang sedang berdiri di samping Bondan, gua pun langsung menoleh untuk mengetahui siapa dia.


Gua tersenyum kepada cewek itu dan cewek itu membalas senyuman gua.


"Sayang, kayanya udah mau bel. Mending kamu ke kelas deh sekarang." ujar Bondan kepada cewek itu. Cewek itu pun pergi menuruti perintah Bondan.


Mata gua terbelalak ketika Bondan memanggil cewek itu dengan panggilan "Sayang". Bondan terus memandang cewek itu yang berjalan menjauh. Setelah itu Bondan menatap gua dengan senyuman sisa.


"What did you say?" gua menatap Bondan dengan terkejut.


"What do you mean?" tanya Bondan dengan tatapan heran,


"Udahlah, gua mau masuk ke kelas dulu." Bondan berlalu ke dalam kelas.


Gua masih terkejut dengan apa yang gua dengar barusan. Sejenak gua lupakan karena gua sudah kebelet ke toilet, lalu gua berlari menuju toilet.


Terdengar 2 orang yang sedang mengobrol dari toilet yang bersebelahan dengan toilet gua. Gua sama sekali tidak penasaran dengan percakapan tersebut, tetapi suara tersebut terdengar dari toilet gua.


Selesai dari toilet gua langsung bergegas kembali ke kelas karena sebentar lagi bel pelajaran akan dimulai.

__ADS_1


Sekolah mulai nampak sepi, mungkin karena mereka sudah berada di kelas masing-masing untuk menunggu bel masuk. Gua pun masuk ke dalam kelas lalu bel berbunyi.


-•-


__ADS_2