UPAYA MENYEMBUNYIKAN HATI

UPAYA MENYEMBUNYIKAN HATI
Bab 31


__ADS_3

Kami telah selesai belajar, bel istirahat pun berbunyi. Gua melirik Bondan yang sedang memasukkan bukunya ke dalam tas sambil dengan wajah dingin seperti biasanya.


Anak cowok pada keluar menuju kantin dan Bondan ikut bersama kumpulan anak cowok.


Gua memasukkan buku ke dalam tas dengan memasang wajah sedikit kesal. Gua tidak tahu penyebab hari gua menjadi panas, yang pasti hari ini sangat membuat gua tidak nyaman.


"Ikut ke kantin gak?" ujar Dhea yang berdiri di samping tempat gua.


"Yuk!" gua berdiri dan menuju kantin bersama teman-teman gua yang cewek.


Kami berjalan bergerombol menuju kantin. Setelah tiba di kantin, terlihat anak cowok sedang duduk di paling ujung kantin. Lalu kami menuju tukang dagang untuk memesan makanan sesuai dengan makanan yang kami inginkan masing-masing.


Setelah itu kami memilih tempat kosong di dekat anak cowok kelas yang sedang menunggu pesanan untuk dijadikan tempat kami makan.


Anak cowok memperhatikan kami yang berjalan ke arah mereka. Kami tiba di meja dan kursi kosong dekat dengan anak cowok.


"Kenapa sih kalian pengen deket-deket kita terus?" tanya Daffa ketika kami duduk di tempat kosong sampingnya.


"Ya gapapa. Kan bagus 1 kelas makan bareng di kantin, jadikan keliatan solidaritasnya." jawab gua sambil duduk di kursi.


Anak cewek yang lain mengikuti gua duduk di kursi panjang. Satu kursi mampu menampung 5 orang, jumlah kami ada 10 dan kami saling duduk berhadapan menunggu pesanan.


Pesanan cowok sudah datang duluan karena mereka lebih dulu memesan dari kami. Anak cowok pun langsung menyantap hidangan yang telah dihidangkan. Tak lama kemudian pesanan kami pun datang dan kami segera menyantapnya.


Tidak ada yang bersuara, hanya terdengar suara sendok dan piring yang saling beradu. Kantin mulai ramai dengan siswa dan siswi yang hendak makan di sini. Meja dan kursi kantin pun sudah penuh tak ada yang kosong.


Makanan yang dimakan anak cowok sudah habis lalu mereka beranjak dari tempat mereka. Ketika Bondan berdiri, ada seorang cewek yang menghampiri Bondan sambil tersenyum riang. Cewek tersebut berbicara kepada Bondan dengan senyum di wajahnya.


Bondan tersenyum hangat membalas senyuman cewek itu. Gua terus memperhatikan Bondan dan cewek itu dari tempat gua duduk di kantin.


Bondan melirik gua sekilas, lalu gua memalingkan wajah agar Bondan tidak melihat gua yang tengah memperhatikan dia bersama cewek yang berada di hadapan Bondan.

__ADS_1


Bondan mengarahkan kembali pandangannya ke cewek itu lalu mereka berjalan bersama. Gua memperhatikan Bondan dan cewek itu lagi ketika mereka pergi. Terlihat Bondan dan cewek itu duduk di meja dan kursi kosong di kantin.


Cewek berdiri untuk memesan makanan, tetapi Bondan melarangnya dan justru Bondan yang memesan makanan untuk cewek itu. Cewek itu pun menurut lalu kemudian duduk untuk menunggu Bondan.


"Sil, lu lagi liatin apaan sih?" ujar Dhea yang berada di depan meja gua.


Tangan gua menunjuk ke arah cewek yang sedang duduk sendirian di kantin. Dhea mengikuti arahan tangan gua untuk melihat sesuatu.


"Dia kenapa?" tanya Dhea yang sama memperhatikan cewek yang sedang duduk sendirian.


Tak lama kemudian, Bondan datang membawa mangkuk berisi bakso ke tempat cewek itu duduk. Bondan duduk di hadapan cewek itu. Terlihat cewek itu terus tersenyum senang dengan adanya Bondan di hadapannya.


" Itu pacarnya Bondan?" tanya Dhea sambil terus memperhatikan Bondan dan cewek itu.


Gua sudah selesai makan dan teman-teman gua juga sudah pada selesai makan, tetapi kami tidak langsung pergi.


Teman-teman gua yang lain ikut memperhatikan Bondan yang sedang duduk berdua di kantin.


"Gila, si Bondan belum lama sekolah di sini udah dapet pacar aja! Gua yang sekolah di sini lebih dulu dari Bondan masih jomblo sampe sekarang." kata Dita yang berada di ujung barisan.


"Hehe ... kenapa pada liatin gua?" tanya Dita kepada gua dan teman-teman.


"Lu mau punya pacar, Dit?" selidik gua kepada Dita.


"Please jangan dulu punya pacar. Temenin gua menjomblo, Dit." ujar Faras yang berada di hadapan Dita.


"Iya, nanti gua temenin lu ngejomblo kok, Ras. Santai aja." jawab Dita tersenyum kepada Faras.


Gua dan teman-teman yang lain tertawa melihat Dita dan Faras yang saling mendukung.


"Udah jangan berisik! Kita liatin si Bondan lagi." ujar Dhea. Kami pun memperhatikan Bondan dan cewek itu lagi dengan diam-diam.

__ADS_1


Bondan menoleh ke arah gua dan teman-teman gua duduk di kantin. Ketika Bondan menoleh, kami langsung memalingkan wajah agar tidak ketahuan Bondan.


"Udah lah, dari pada liatin orang yang pacaran, mending kita balik ke kelas." suara Farah yang terdengar berbisik kepada yang lain.


Kami pun mengangguk tanda setuju dengan ucapan Farah. Lalu kami berdiri dan langsung berjalan meninggalkan kantin.


Kami berjalan menuju kelas yang letaknya lumayan jauh dari kantin. Di perjalanan menuju kelas, kami masih membicarakan Bondan dan cewek itu.


"Sil, lu kenal cewek itu gak?" tanya Dhea kepada gua.


"Gua pernah satu kelompok sama dia, cuman gua lupa namanya siapa?" jawab gua.


"Gisella Maharani," ujar Desi memberitahukan namanya.


"Kok lu tau, Des?" tanya gua penasaran.


"Dia kan satu smp bareng gua, sekelas pula. Jadinya gua tau," jawab Desi. "Tau gak? Gisel itu orangnya baik banget pas smp, tapi dia itu Playgirl ... mantannya banyak banget asli gak boong. Kalo ada cowok ganteng pasti dia pepet sampe dapet," Desi memberitahukan semua kelakuan Gisel.


Gua tercengang ketika mengetahui Gisel adalah seorang Playgirl.


"Gua yakin deh, pasti si Bondan juga dipepet terus sama Gisel hingga akhirnya mereka pacaran," lanjut Desi menjelaskan.


Gua dan teman-teman yang lain mendengarkan perkataan Desi.


"Tapi gua heran sama Bondan. Dia kan orangnya dingin, gua rasa Bondan itu tidak mudah jatuh hati apalagi belum terlalu kenal. Tapi kenapa dia bisa jadian yak sama Gisel?" tanya Desi kepada dirinya sendiri.


Gua dan teman-teman gua yang mendengarkan perkataan Desi membenarkan apa yang dipikirkan Desi. Bondan tidak terlihat Playboy atau mudah jatuh hati terhadap seseorang, mana mungkin dia bisa jadian dengan Gisel dalam waktu singkat?


" Bener Des, Bondan kan tidak mudah bergaul sama cewek, sama cewek aja dia dingin banget. Pasti si Gisel yang mepet-mepet terus ke Bondan!" ujar Farah setuju dengan Desi.


"Tapi kan kita gak tau si Bondan itu orangnya kaya gimana? Bisa aja kan dia itu orangnya kecentilan, cuman kita aja yang gak tau." sewot Faras.

__ADS_1


"Iya sih, gua juga gak tau." jawab Farah.


Setelah berbincang-bincang membicarakan Bondan dan Gisel, kami pun tiba di kelas dan langsung masuk ke dalam kelas.


__ADS_2