
Ann dan Liam menerima tantangan dari Aro untuk melampaui poin yang sudah ia raih dari simulasi itu. Liam melakukannya terlebih dahulu, lalu disusul oleh Ann. Sedangkan Archie, ia masih ragu untuk melakukannya.
Liam sudah masuk ke dalam dunia simulasi di Zona Kutub. Zona ini seluruh tempatnya berasal dari es yang membeku. Berada di zona kutub adalah tantangan yang besar untuk sebagian orang. Karena selain bertanding untuk menyelesaikan misi, mereka harus melawan rasa dingin dari daerah itu.
Ia mendapatkan misi untuk meretas pertahanan simulasi VEG di zona kutub yang titiknya berada di arah Barat Daya. Sama seperti yang dilakukan oleh Aro, mau tidak mau Liam harus berhadapan dengan berbagai macam robot dan drone di dunia simulasi itu.
“Aduh…” Liam tertembak salah satu robot di sana. Layar hologram sebelah kanan arena monitoring menunjukkan poin nyawa yang Liam punya, sekarang berkurang 10 poin.
Ketiga orang yang berada di sana terkejut melihatnya. Liam yang berada di dunia simulasi langsung menyerang robot itu, ia menembaknya. Setelah berhasil, Liam melanjutkan perjalanannya.
Liam sampai di tempat inti lalu melakukan pembobolan terhadap sistem. Ia cukup kesulitan karena melihat pola baru.
“Hah? Ini apaan?” tanya Liam.
Aro, Ann, dan Archie yang melihat kode-kode itu juga terheran. Ada sebuah kotak yang berisi enam garis. Seperti permainan menebak kata.
“Gimana ini?” tanya Liam, ia masih belum mengerti kata apa yang harus dimasukkan.
“Apa maksudnya ini? Apa nanti di VEG juga ada permainan teka-teki?” tanya Ann.
Aro masih melihat kotak yang berisi enam garis itu. Seakan menyadari apa maksudnya, ia langsung berlari ke ruang bagian atas arena simulasi.
Ruang operator, sebuah tempat yang hampir tidak pernah digunakan lagi oleh semua anggota VEG. Aro langsung menggunakan salah satu headphone yang tersambung dengan sebuah komputer yang menyala berisi kode-kode yang Liam temukan di tempat inti.
“Halo Liam? Bisa dengar saya?” tanya Aro dari ruang operator. Ia duduk di salah satu kursi dari salah satu komputer.
__ADS_1
Liam yang berada di dunia simulasi itu terkejut. Ia mendapatkan panggilan dari luar, yang biasanya hanya pihak operator yang melakukannya. Ann dan Archie yang mendengarnya dari arena monitoring juga tampak kebingungan.
“Hah? Ini siapa? Emang kita udah punya operator?” tanya Liam yang kebingungan.
“Ini saya, Aro. Saya di ruangan operator sekarang. Kamu lihat kotak yang berisi garis itu bukan? Cari petunjuk dari kode-kode di jendela digital. Ini semacam permainan tebak kata atau bisa dibilang, kita perlu cari petunjuk kata sandi untuk membukanya,” jawab Aro.
“Kata sandi? Bagaimana caranya?” tanya Liam.
“Tutup dahulu kotak itu, buka lagi akses kode-kode yang tadi kamu lihat, kalau saya perintahkan untuk berhenti, tolong berhenti,” ujar Aro.
"Baik, Kak,” ia langsung menutup kotak itu lalu membuka akses kode yang sudah ia retas itu.
Ia melihat semuanya dengan teliti, semua kode ia gulir dari jendela digital itu. Aro mengamati dari komputernya, ada sebuah kode yang terlihat seperti kata-kata petunjuk.
Ada sebuah kode yang bertuliskan satu aspek yang dibutuhkan bagi peserta VEG.
“Apa ini petujuknya?” gumam Aro.
Liam yang berada di dunia simulasi itu juga membacanya. Ann dan Archie yang melihat kode tersebut di layar sebelah kanan monitoring juga berpikir tentang jawabannya. Aro berpikir keras di ruang operator. Ia berpikir kalau enam garis itu seperti jumlah huruf dari jawaban petunjuk itu.
“Senjata? Tapi itu tujuh huruf,” ucapnya sambil berpikir keras.
Aro menghitung jumlah huruf dari kata yang ia pikirkan. Seakan ada lampu yang menyala di kepalanya, ia langsung memberitahu Liam yang berada di dunia simulasi.
“Ah! Gadget! Liam, buka kotak itu lagi, isi tulisan Gadget di sana!” perintah Aro.
__ADS_1
Liam membuka kotak tadi di jendela digital dan mengetik tulisan Gadget di sana. Aksesnya terbuka. Mereka berhasil menemukan jawabannya, Liam langsung meletakkan telapak tangannya. Ia berhasil menyelesaikan tantangan.
Aro telah keluar dari ruang operator dan Liam sudah keluar dari ruang Evopass. Layar menunjukkan jumlah poin nyawa yang tersisa dari Liam dan jumlah poin hasil dari menyelesaikan misi. Terlihat 475.877 poin yang Liam raih. Untuk sementara, ia berada di peringkat dua. Liam mengehembuskan napasnya pelan. Aro menepuk pundak sebelah kirinya.
“Sudah cukup baik, hanya karena tadi ada hal yang tidak terduga saja,” ujar Aro yang berusaha menenangkannya.
“Eh iya, kenapa tadi ada kata sandi begitu? Apa sebelumnya memang pernah ada seperti ini?” tanya Archie saat mereka semua berada di arena monitoring.
“Pernah,” jawaban singkat dari Aro itu membuat mereka bertiga menoleh ke arahnya.
“Setahun sebelum saya ikut VEG, saya melihat pertandingan. Salah satu peserta dari tim lain saat ia berada di tempat inti, di dalam jendela digitalnya terlihat kotak berisi beberapa garis itu. Operatornya mengarahkan dia untuk mencari petunjuk di kumpulan kode seperti Liam tadi.”
“Beberapa saat kemudian, mereka menemukan petunjuk itu. Tapi sayangnya, pihak operator ataupun pesertanya terlalu terlena dengan mencari jawaban, dan tidak sadar ada sebuah robot di belakang peserta itu yang siap menembaknya,” lanjut Aro.
“Jadi, gimana dengan orang itu? Apa dia berhasil?” tanya Ann.
“Karena tertembak salah satu robot dengan poin nyawa yang hanya tersisa sepuluh, ia gagal dan tubuhnya langsung keluar dari VEG,” jawab Aro.
“Itu pertandingan semifinal kak?” tanya Liam.
“Iya, selama pertandingan di babak 15 besar, tim dari perusahaan itu semuanya lolos. Hanya satu yang melangkah sampai ke semifinal, dan ia gagal,” jawab Aro.
Ketiganya langsung terdiam. Dalam permainan VEG, bukan hanya berfokus dengan satu tujuannya saja. Baik menjadi peserta ataupun operator, keduanya harus tetap waspada dengan hal yang ada di sekitarnya.
***
__ADS_1