Virtual Evo Game

Virtual Evo Game
Announcement


__ADS_3

Aro masuk ke dalam kamarnya, tubuhnya merasa sangat lelah. Ia bisa bertahan untuk mengawasi mereka bertiga latihan karena mentalnya yang kuat. Saat merebahkan tubuhnya, ia melihat peringkat klasemen sementara Virtual Evo Game di ponselnya.


Tidak terjadi perubahan signifikan dari peringkatnya, Liam, Ann, sedangkan Archie, perempuan itu membuatnya terkejut karena peringkatnya yang meningkat drastis. Ia masih berada di posisi kedua, lalu melihat peringkat pertama dengan nama Vinn di sana. Dua tahun yang lalu, Vinn merupakan juara pertama di final VEG, dengan Aro sebagai juara keduanya. Sebelum Aro mengikuti VEG pun, Vinn sudah berada di peringkat pertama.


Di tahun lalu saat Aro tidak mengikuti kompetisi, Vinn masih memimpin dan memenangkan Final Virtual Evo Game untuk kategori beregu.


Regu milik Vinn memenangkan pertandingan dengan beda jumlah skor yang cukup jauh dengan peringkat kedua tahun lalu, sehingga pada papan final peringkat individu akhir tahun lalu, untuk notional point masih Aro yang menempati posisi kedua. Hanya saja juara kedua kompetisi VEG bukan dirinya karena ia tidak mengikuti kompetisi tahun lalu. Lebih tepatnya, bukan The Waves.


“Orang ini terlalu kuat. Sebelum kakak pensiun aja udah di nomor satu, semoga aja tahun ini bisa di peringkat itu,” ucapnya yang lalu melepas ponselnya.


Aro memang memiliki seorang kakak perempuan yang dulu juga seorang peserta VEG dari The Waves yang bernama Prichilla, dengan username Yellow Bunny. Hanya saja ia memilih untuk mengundurkan diri setelah bertahan bertahun-tahun pasca The Waves kehilangan sosok Zaoline, lalu pergi ke luar negeri untuk bekerja. Aro memilih untuk menggantikan kakaknya itu.


Beberapa tahun yang lalu, di masa pelatihan awalnya dari The Waves, Kelvin memilihnya untuk mengikuti VEG. Waktu itu, peringkatnya berada di Group A The Waves, dan menang berkali-kali di pertandingan Grade B. Peringkat yang cukup tinggi untuk seorang pemain baru.


Lalu saat mengikuti kompetisi perdananya, ia mengejutkan banyak orang karena melaju sampai di babak final. Hanya saja, seperti yang ia perkirakan, Aro kalah dari Vinn dengan jarak poin yang tidak jauh.


Malam sudah semakin larut, Aro memilih untuk beristirahat agar esok bisa berlatih dengan ketiga adik tingkatnya itu.


***


Hari-hari telah mereka lalui, latihan setiap hari, penyusunan strategi, dan persiapan persenjataan juga sudah dilakukan. Liam dan Ann masih sering berganti senjata untuk kenyamanan mereka, yang pada akhirnya memiliki lebih dari 2 senjata.


Tentunya setiap orang dari The Waves sudah mengetahui kalau Aro kembali lagi untuk kompetisi. Hanya saja, banyak orang yang masih belum mengetahuinya.


Archie seringkali mengikuti pertandingan kelas kecil dari Grade B yang sering diadakan pihak Virtual Evo Game sendiri. Ia sendiri tidak menyangka, bahwa poin yang didapatkannya cukup banyak. Sehingga, cukup membantunya untuk menaikkan peringkat. Dirinya juga sudah bukan anggota dari Group F, melainkan naik ke Group B dari internal The Waves.


“Aduh, aku jadi ngerasa jauh banget dari Archie. Dia udah bukan Group F lagi,” ujar Joyce.


“Gapapa, itu justru bagus kan buat dia? Kalau kelamaan di Group F, nanti orang bakal mempertanyakan terus-terusan soal kelayakan Archie jadi pemain,” jawab Delaney.


Pengunguman peringkat 15 besar akan segera diumumkan. Pihak media terkhususnya jurnalis yang sering meliput tentang dunia VEG yang mulai penasaran dengan setiap peserta kompetisi tahun ini. Bahkan Gedung Utama The Waves sering didatangi oleh para jurnalis belakangan ini.


“Pak, siapa sajakah peserta VEG tahun ini?”


“Pak, apakah benar dari The Waves akan mengikutkan beberapa peserta yang sudah pernah ikut kompetisi VEG sebelumnya?” tanya seorang jurnalis.


“Pak, apakah benar setiap peserta dari The Waves tidak akan menggunakan operator lagi?”


Alpha yang merupakan asisten dari Kelvin sering kewalahan menghadapi pertanyaan para jurnalis itu. Tetapi banyak hal yang tetap disembunyikan oleh Alpha untuk kenyamanan setiap anggota The Waves.


⁰Suatu hari, Ann membuka media sosialnya yang sudah beberapa bulan ia tinggalkan. Artikel dan postingan tentang rumor dan prediksi peserta tahun ini banyak bertebaran di jejaring media sosial. Ia membaca postingan yang memberitakan peserta The Waves, Ann membaca kolom komentar dari postingan itu.


@ald75: Katanya peserta The Waves tahun ini ada yang dari Group F. Kira-kira siapa ya?


Lalu beberapa pengguna menjawab.


@Kelmas: Delaney ga sih? Atau Zack? Tapi Archie yang tadinya Group F peringkatnya naik tajam sih.


@LeonDaniel: Berharap Zack yang ikut. Gaya permainannya bagus.

__ADS_1


@Qelian: Ih tapi Archie bagus juga lho. Dari peringkatnya naik banget, pas pengelolaan data juga hati-hati. Underated banget.


@Delaney4life: Please pengen banget Delaney ikut. Kasian nih aku kekurangan konten Delaney.


@gadgetVEG: Gagdet VEG barunya kak silakan. Harganya murah-murah, cakep-cakep juga. Ga kalah deh kak sama yang dibuat perusahaan. Minat? Dm ya kak.


Dan beberapa komentar lainnya.


“Syukurlah belum banyak yang buat rumor kalau Kak Aro ikut kali ini,” gumam Ann yang sedang duduk di ruang kantin dengan Liam di sebelahnya.


“Tapi kayaknya banyak yang udah ngeduga ya kalau Archie bakal ikut,” lanjut Liam.


“Iya, Pak Kelvin ga pernah salah pilih peserta. Kemampuan sama peringkat Archie meningkatnya cepet banget,” jawab Ann.


“Kayaknya buat selanjutnya dari Group F atau dibawahnya bakal sering dilihat juga sama Pak Kelvin. Buat nyari andalan baru,” kata Liam.


“Iya, kadang mereka suka nutupin kemampuannya aja. Aslinya mah kayaknya banyak juga yang lebih jago dari kita, hahaha,” celetuk Ann.


Mereka berdua asik bercengkrama di ruang kantin. Hubungan antara Aro, Liam, Ann, dan Archie semakin dekat setelah melewati hari-hari latihan bersama. Bahan perbincangan mereka pun sudah tidak terlalu formal.


Malam sebelum pengunguman peringkat, Archie merasa gelisah karena peringkatnya minggu lalu berada di posisi ke 19.


Perlu naik empat peringkat lagi untuk bisa mengikuti kompetisi VEG. Tentu, peringkatnya tidak berada di posisi yang aman. Peringkat dari angka 10 sampai 15 juga berada di posisi yang tidak aman, mereka bisa saja turun peringkat kapan saja.


***


Hari pengunguman peringkat pun tiba. Di tanggal 15 September, untuk pengunguman 15 besar yang tentunya hal ini sudah direncanakan oleh pihak penyelenggara. Seluruh Calon peserta dari berbagai perusahaan sudah berkumpul di dalam gedung.


Seluruh tim berada di tempat duduk yang ada di bagian bawah, dan The Waves di bangku belakang. Bukan hanya Calon peserta yang menghadiri acara ini, tetapi semua anggota dari masing-masing tim berkumpul untuk mendengar bersama siapa saja peserta kompetisi Virtual Evo Game tahun ini.


Gedung tersebut bukan hanya diisi oleh anggota dari setiap perusahaan. Tetapi juga penggemar VEG dan juga para jurnalis yang mengisi kursi penonton dan kursi khusus jurnalis.


Seluruh penggemar VEG hampir sama dengan penggemar industri hiburan ataupun olahraga, mereka memiliki idolanya masing-masing. Banyak yang berkumpul dengan membawa scraft yang bertuliskan nama peserta idola mereka, ada juga yang menggunakan topi dengan logo tim yang mereka dukung. Pengunguman hari ini juga disiarkan lewat daring untuk penggemar online.


Archie duduk dekat dengan Aro, Liam, dan Ann yang berada di sebelah kirinya. Delaney juga ikut menemaninya duduk di sebelah kanan.


“Wah… berasa nonton konser, kayaknya tahun ini lebih meriah ya,” kata Archie.


“Penggemar VEG dari tahun ke tahun pasti nambah sih. Jadi ya wajar aja kalo makin rame ini gedung,” jawab Delaney yang duduk di sebelahnya.


Pengunguman akan segera dimulai. Mereka semua sudah mempersiapkan mental untuk mendengarkan apapun hasilnya.


“Kalau aku ngga lolos juga gapapa deh, aku ngerasa peningkatanku udah banyak banget,” bisik Archie dengan Delaney.


“Eh, kamu ngomong apaan sih? Optimis dulu dong bisa lolos!” jawab Delaney yang berusaha menyemangati Archie.


Beberapa menit kemudian, pengunguman peringkat pun dimulai. Sang pembawa acara memulai jalannya pengunguman itu dengan berbagai ucapan pembuka.


“Di tangan saya sudah memegang surat yang berisikan peserta VEG tahun ini. Kira-kira, siapa yang akan mengikuti kompetisi tahun ini?” ucapnya.

__ADS_1


Seluruh penggemar di dalam gedung meneriakkan nama idola mereka. Ada yang sambil mengangkat scraft mereka untuk memperlihatkan nama idolanya.


“Baiklah, saya akan mengumumkan peringkat ke 15.”


“Kalau seandainya aku lolos, harusnya peringkat ke 15 itu aku,” bisik Archie.


“Berdoa yang banyak, Archie!” jawab Delaney.


Sang pembawa acara mulai membuka surat tersebut. “Peringkat ke 15. Selamat untuk… Shouting Key!”


Semua orang di dalam gedung bertepuk tangan untuk Shouting Key. Penggemarnya pun banyak yang berteriak kegirangan saat nama idolanya itu terpanggil. Orang yang dipanggil itu terlihat senang dan langsung berjalan ke atas panggung lalu naik ke podium peringkatnya.


“Posisi yang nyaris banget di peringkat 15, dia orang yang beruntung!” ucap salah satu penonton.


“Dia turun satu peringkat setahu aku, minggu lalu dia peringkat 14,” jawab teman sebelah penonton itu.


Sementara dari kursi anggota perusahaan, terlihat Archie yang terkejut. Keringat dingin mengalir di dahinya. “Aku udah gaada harapan,” ucapnya yang didengar oleh Aro di sebelahnya.


“Kamu gausah panik, mungkin aja kan peringkat kamu lebih tinggi dari yang kamu kira?” jawab Aro dengan suara yang menenangkannya. Archie mengangguk lemah. Meski ditenangkan oleh Aro, tetap saja Archie merasa sudah kehilangan harapannya.


“Peringkat ke 14, Cherry Blossom!” lanjut pembawa acara saat Shouting Key sudah di atas podiumnya.


“Peringkat ke 13, Gema!” saat nama Gema disebutkan semuanya terkejut, tidak ada yang menyangka kalau Gema juga masuk dalam peringkat. Archie kenal dengan orang itu, tetangga yang meminjamkan skateboard sewaktu Archie kecil.


“KAK GEMA SELAMAAAATTTT,” teriak Archie dari kursinya. Orang di sebelahnya pun terkejut.


“Kamu kenal dia, Archie?” tanya Ann. Archie mengangguk cepat karena kegirangan.


“Ah udah lah aku ga bakal kepanggil, Delaney,” ucap Archie dengan perasaan tidak percaya dirinya.


“Peringkat ke 12, Archie!”


Archie yang dipanggil membuka mulutnya lebar, ia tidak menyangka kalau peringkatnya lebih tinggi dari yang ia kira. Delaney mengguncangkan tubuhnya dengan kencang karena kegirangan.


“Tuh kan, apa aku bilang? Naik sana!” ucap Delaney sambil seolah-olah mengusir Archie dari kursinya.


Archie yang masih linglung langsung berlari ke arah panggung. Ia berdiri di atas podium yang bertuliskan angka 12 di bawahnya, dengan Gema di sebelahnya.


“Wah, tetanggaku lolos juga ternyata. Kita jadi lawan sekarang,” kata Gema.


“Iya, Kak, hehehe,” jawabnya singkat karena masih dengan perasaan tidak menyangka.


“Kalau Archie udah lolos, aku dah tenang sekarang,” ucap Liam dari bangkunya.


“Iya sama aku juga, soalnya Archie tiap hari gelisah banget,” tambah Ann.


Aro hanya tersenyum tipis saat melihat salah satu adik tingkatnya itu sudah dipastikan lolos dan naik podium. Ia cukup percaya diri kalau empat orang anggota The Waves akan lolos peringkat 15 besar kali ini.


***

__ADS_1


__ADS_2