Virtual Evo Game

Virtual Evo Game
The Waves, Zaoline, and Vinn


__ADS_3

Virtual Evo Game Final


6 years ago


Pertandingan final Virtual Evo Game kategori individual sudah mencapai babak final. Pada saat itu, pertandingan Virtual Evo Game mulai disorot oleh banyak orang, oleh sebab itulah, nama Vinn dari Frost Timer dan Zaoline dari The Waves menjadi hangat dibicarakan.


Keduanya bahkan digadang-gadang akan menghasilkan pertandingan akhir yang akan menjadi legenda nantinya. Pasalnya, peringkat kedua pemain itu merupakan dua teratas, dan keduanya sering berhadapan pada permainan ini. Zaoline berada di peringkat pertama dan Vinn di peringkat kedua.


Zaoline saat itu memiliki Kelvin yang berperan sebagai operatornya. Sebelum babak final berlangsung, ia mengumumkan satu berita yang membuat orang terkejut.


“Babak final nanti akan menjadi pertandingan terakhir saya, dan setelah pertandingan final nanti, divisi operator dari tim kami akan ditutup,” ujar Zaoline kepada media.


Seluruh tim dari The Waves belum mengetahui hal ini. Hanya Kelvin yang sudah mengetahuinya terlebih dahulu. Karena ia sudah diminta oleh Zaoline sendiri untuk meneruskan perjuangannya sebagai pemimpin The Waves, setelah ia pensiun nanti. Para pemain yang setahun sebelumnya merupakan teman satu tim Zaoline pada pertandingan beregu, mendebatnya habis-habisan seusai Zaoline mengumumkan masa pensiunnya.


“Kamu yang benar saja?! Apa karena kegagalan kita tahun lalu membuat kamu memilih untuk mundur seperti ini?!” tanya Baron.


“Kalau itu memang alasannya, kamu akan berkata apa?” ujar Zaoline yang disertai dengan pertanyaan kembali.


“Apa kamu melakukan ini karena kecewa dengan kita semua? Kecewa karena tim kita tidak ada pemain yang layak seperti kamu?” tanya Yellow Bunny yang membuat semua orang di dalam ruangan menjadi terdiam.

__ADS_1


“Bukan itu maksudku,” ujar Zaoline.


“LANTAS KARENA APA?!” tanya Ezio sambil mengangkat kerah baju Zaoline dengan amarah yang memuncak.


“KAMU AKAN BERHENTI LALU MENINGGALKAN KITA SEMUA DAN MEMBUBARKAN SATU DIVISI?! Untuk apa kita bangun The Waves dengan susah payah kalau pendirinya saja menjadi tidak becus seperti ini?” lanjutnya.


Baron menghembuskan napasnya perlahan, lalu menenangkan Ezio, sehingga laki-laki itu melepaskan tangannya dari kerah baju Zaoline yang terlihat hanya diam. Perasaan berkecamuk menjalar keseluruh tubuh Baron, namun ia masih bisa mengendalikan dirinya sendiri.


“Kenapa kamu lakukan semua ini?” tanya Baron dengan kalem.


“Aku merasa hal ini akan menjadi jalan yang terbaik, aku—” belum sempat Zaoline teruskan, Baron memotong pembicaraannya.


“Dengan tidak membicarakannya pada kami semuanya? Kita ini satu tim Zaoline, kita juga yang mendirikan tim ini. Apa semua kehendak diputuskan oleh kamu seorang karena kamu itu pemimpin?” ujar Baron.


Kelvin yang sedang duduk di sofa mengepal kedua tangannya di atas paha.


“Oke, sekarang aku tanya, apa alasannya yang membuat kamu memilih untuk berhenti?” tanya Baron.


“Aku berhenti karena aku merasa bersalah. Dan aku membubarkan divisi operator karena kita kekurangan tenaga,” jawab Zaoline dan ia melanjutkan untuk menyampaikan semuanya.

__ADS_1


Kelima orang di dalam ruangan tersebut menjadi terdiam. Masih ada ekspresi kecewa yang terlihat di wajah Ezio. Ia pun berjalan ke arah pintu keluar dan membukanya. Sebelum melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut, Ezio mengatakan sesuatu.


“Kalau kamu sudah berhenti, lantas untuk alasan apa kita berlanjut, iya kan?” ia pun keluar dari ruangan tersebut setelah mengatakannya.


Sejak saat itu, Ezio juga keluar dari The Waves dan melakukan pensiun sepihak seperti yang dilakukan oleh Zaoline. Baron dan Prichilla (Yellow Bunny) juga memilih untuk keluar dari The Waves setelah beberapa tahun dan memilih pekerjaan lainnya.


Untuk pertandingan final saat itu, hanya Kelvin yang akan mendampinginya sebagai operatornya untuk terakhir kali.


***


Babak final pun kembali terselenggara. Vinn akan tetap berhadapan dengan Zaoline.


Berita tentang pengunduran Zaoline kembali menjadi perbincanan. Ketidakhadiran ketiga pemain pada pertandingan beregu pada tahun sebelumnya di babak final Zaoline, menimbulkan spekulasi bahwa mereka sebenarnya sedang ada masalah.


“Aku dengar kamu akan pensiun nanti? Kamu seusia denganku kan? Usia kita masih muda, Zaoline. Nanti siapa yang akan aku hadapi setelah kamu pergi?” tanya Vinn sambil bercanda dan menepuk bahu Zaoline di depan mesin Evopass.


“Bukankah itu akan menjadi satu keuntungan untukmu? Lawanmu hanya aku, kan?” jawab Zaoline sambil tertawa.


Pertandingan babak final pun dimulai. Pertandingan yang memakan waktu 3 jam itu berlangsung dengan sangat sengit, dan memang menjadi sebuah legenda. Zaoline menjadi pemenangnya, dan Vinn kembali menjadi juara kedua.

__ADS_1


Tetapi, setelah pertandingan tersebut dengan berhentinya Zaoline dari menjadi pemain Virtual Evo Game, membuat Vinn menjadi peringkat pertama untuk peringkat individu.


Harusnya hal tersebut membuat Vinn merasa senang karena menjadi peringkat pertama. Namun, tidak sama sekali. Banyak orang yang mengatakan bahwa ia bukan nomor satu karena memenangkan pertandingan. Tetapi karena mundurnya Zaoline yang membuatnya menjadi nomor satu.


__ADS_2